Menu ✖

Mode Gelap
Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

SENI BUDAYA

Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh

badge-check


 Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sejumlah seniman dan budayawan Gayo menyatakan penolakan terhadap penggunaan judul film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda” karena dinilai mengandung konotasi yang kurang tepat dan berpotensi mereduksi kebesaran sosok Malahayati sebagai pahlawan nasional, dalam sebuah diskusi, Sabtu (27/06/2026).

Di antara tokoh yang menyuarakan penolakan tersebut adalah Putra Gara, Fauzan Azima, Salman Yoga, Jasa Purnama, serta sejumlah seniman dan pegiat budaya Gayo lainnya. Mereka menilai penyebutan “Pasukan 1000 Janda” lebih menonjolkan status para prajurit daripada kepemimpinan, kecerdasan strategi, dan jasa besar Malahayati dalam mempertahankan kedaulatan Kesultanan Aceh.

Putra Gara mengatakan, pengangkatan kisah Malahayati ke layar lebar merupakan langkah positif untuk memperkenalkan sejarah Aceh kepada generasi muda. Namun, menurutnya, judul film seharusnya tetap menjaga marwah tokoh sejarah tersebut dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

“Pendiri dan sultan pertama Kesultanan Aceh Darussalam adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang memerintah sejak 1495 hingga 1530. Dalam tradisi sejarah Aceh dan Tanoh Gayo, beliau diyakini merupakan keturunan Meurah Johan atau Johan Syah, salah seorang putra pendiri Kerajaan Linge di Gayo. Garis keturunan itu kemudian melahirkan dinasti Kesultanan Aceh yang diteruskan oleh Sultan Alauddin al-Kahar dan para penerusnya. Dari dinasti itulah lahir keluarga-keluarga bangsawan Aceh, termasuk garis keturunan Laksamana Mahmud Syah yang menurunkan Malahayati. Dengan demikian, menurut tradisi silsilah Aceh dan Gayo, Sultan Ali Mughayat Syah dan Malahayati masih berada dalam satu garis keturunan Dinasti Linge yang menjadi cikal bakal Kesultanan Aceh Darussalam,” ujar Putra Gara, penulis novel sejarah.

Keterangan Putra Gara diamini Fauzan Azima, ia menambahkan; hubungan genealogis tersebut menunjukkan bahwa Malahayati bukan hanya seorang panglima perang, tetapi juga bagian dari mata rantai sejarah panjang Kesultanan Aceh.

“Karena itu, penyematan judul yang dianggap sensasional dikhawatirkan mengaburkan kebesaran sejarah dan martabat tokoh yang selama ini dihormati masyarakat Aceh,” kata Fauzan.

Sedangkan Salman Yoga menilai, secara historis, Malahayati memang dikenal adanya pasukan Inong Balee, yaitu kesatuan perempuan yang sebagian besar beranggotakan para janda syuhada yang gugur di medan perang.

“Pasukan ini dipimpin oleh Malahayati dan menjadi salah satu kekuatan militer penting Kesultanan Aceh. Namun pengambilan judul film Pasukan 1000 Janda memiliki konotasi negatif. Ditambah kami menilai tidak ada bukti sejarah yang menyebut nama resmi pasukan tersebut sebagai “Pasukan 1000 Janda”, sehingga penggunaan istilah itu sebagai judul film berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” terang Salman Yoga yang juga Direktur Gayo Institut.

Para budayawan berharap rumah produksi membuka ruang dialog dengan sejarawan, budayawan, dan tokoh masyarakat Aceh agar karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga menghormati fakta sejarah serta menjaga kehormatan salah satu pahlawan terbesar yang dimiliki Aceh. *** (Adung)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM