Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh

badge-check


 Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Sejumlah seniman dan budayawan Gayo menyatakan penolakan terhadap penggunaan judul film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda” karena dinilai mengandung konotasi yang kurang tepat dan berpotensi mereduksi kebesaran sosok Malahayati sebagai pahlawan nasional, dalam sebuah diskusi, Sabtu (27/06/2026).

Di antara tokoh yang menyuarakan penolakan tersebut adalah Putra Gara, Fauzan Azima, Salman Yoga, Jasa Purnama, serta sejumlah seniman dan pegiat budaya Gayo lainnya. Mereka menilai penyebutan “Pasukan 1000 Janda” lebih menonjolkan status para prajurit daripada kepemimpinan, kecerdasan strategi, dan jasa besar Malahayati dalam mempertahankan kedaulatan Kesultanan Aceh.

Putra Gara mengatakan, pengangkatan kisah Malahayati ke layar lebar merupakan langkah positif untuk memperkenalkan sejarah Aceh kepada generasi muda. Namun, menurutnya, judul film seharusnya tetap menjaga marwah tokoh sejarah tersebut dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

“Pendiri dan sultan pertama Kesultanan Aceh Darussalam adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang memerintah sejak 1495 hingga 1530. Dalam tradisi sejarah Aceh dan Tanoh Gayo, beliau diyakini merupakan keturunan Meurah Johan atau Johan Syah, salah seorang putra pendiri Kerajaan Linge di Gayo. Garis keturunan itu kemudian melahirkan dinasti Kesultanan Aceh yang diteruskan oleh Sultan Alauddin al-Kahar dan para penerusnya. Dari dinasti itulah lahir keluarga-keluarga bangsawan Aceh, termasuk garis keturunan Laksamana Mahmud Syah yang menurunkan Malahayati. Dengan demikian, menurut tradisi silsilah Aceh dan Gayo, Sultan Ali Mughayat Syah dan Malahayati masih berada dalam satu garis keturunan Dinasti Linge yang menjadi cikal bakal Kesultanan Aceh Darussalam,” ujar Putra Gara, penulis novel sejarah.

Keterangan Putra Gara diamini Fauzan Azima, ia menambahkan; hubungan genealogis tersebut menunjukkan bahwa Malahayati bukan hanya seorang panglima perang, tetapi juga bagian dari mata rantai sejarah panjang Kesultanan Aceh.

“Karena itu, penyematan judul yang dianggap sensasional dikhawatirkan mengaburkan kebesaran sejarah dan martabat tokoh yang selama ini dihormati masyarakat Aceh,” kata Fauzan.

Sedangkan Salman Yoga menilai, secara historis, Malahayati memang dikenal adanya pasukan Inong Balee, yaitu kesatuan perempuan yang sebagian besar beranggotakan para janda syuhada yang gugur di medan perang.

“Pasukan ini dipimpin oleh Malahayati dan menjadi salah satu kekuatan militer penting Kesultanan Aceh. Namun pengambilan judul film Pasukan 1000 Janda memiliki konotasi negatif. Ditambah kami menilai tidak ada bukti sejarah yang menyebut nama resmi pasukan tersebut sebagai “Pasukan 1000 Janda”, sehingga penggunaan istilah itu sebagai judul film berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” terang Salman Yoga yang juga Direktur Gayo Institut.

Para budayawan berharap rumah produksi membuka ruang dialog dengan sejarawan, budayawan, dan tokoh masyarakat Aceh agar karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga menghormati fakta sejarah serta menjaga kehormatan salah satu pahlawan terbesar yang dimiliki Aceh. *** (Adung)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA