Menu

Mode Gelap
Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal” Pameran Arsip dan Karya Oesman Effendi Hadirkan Jejak Kreatif Maestro Seni Rupa Indonesia Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi

SENI BUDAYA

Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal”

badge-check


 Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Ketua Harian Dewan Kesenian Bireuen yang juga Ketua Steering Committee Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh, Syech Mulyadi, mengabadikan semangat penyelenggaraan PPN XIV melalui sebuah puisi berjudul “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal” yang ditulis di Kutaraja pada 27 Juni 2026.

Puisi tersebut menjadi refleksi atas penyelenggaraan PPN XIV Aceh yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Nusantara. Melalui bait-bait puisinya, Syech Mulyadi menggambarkan Aceh bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya, sastra, dan persaudaraan.

Ia membuka puisinya dengan menggambarkan kekayaan seni tradisi Aceh, seperti Didong, Seudati, Rapai, Rabab, dan Rateb Meuseukat yang menjadi identitas budaya daerah. Menurutnya, PPN bukan sekadar ajang temu penyair, melainkan ruang untuk menghidupkan jiwa sastra melalui aksara.

Dalam salah satu baitnya, Syech Mulyadi menulis bahwa “Pertemuan Penyair Nusantara 2026 bukan sekadar temu sapa kata, tapi nyala jiwa dalam aksara merangkai suara.” Ungkapan tersebut menegaskan bahwa sastra memiliki kekuatan menyatukan gagasan, perasaan, dan kebudayaan.

Puisi itu juga menghadirkan gambaran tentang perjuangan, kegelisahan, cinta, serta kerinduan yang menjadi tema-tema universal dalam karya sastra. Di sisi lain, ia mengajak seluruh peserta untuk melihat Aceh sebagai negeri yang kaya makna dan sejarah.

Menjelang akhir puisinya, Syech Mulyadi menegaskan semangat persatuan antardaerah melalui sastra.

“Kau datang bawa rima Melayu, aku sambut dengan pantun Aceh. Mulai dari daratan tinggi Tanah Gayo hingga Kutaraja yang penuh berkah, kita jahit rasa dengan aksara yang menyentuh,” tulisnya.

Puisi tersebut menjadi salah satu karya yang lahir di tengah penyelenggaraan PPN XIV Aceh dan merekam semangat kebersamaan para penyair Nusantara dalam membangun peradaban sastra Indonesia melalui dialog budaya dan kekuatan kata-kata.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pameran Arsip dan Karya Oesman Effendi Hadirkan Jejak Kreatif Maestro Seni Rupa Indonesia

28 Juni 2026 - 01:46 WIB

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

27 Juni 2026 - 23:40 WIB

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

27 Juni 2026 - 22:20 WIB

Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi

27 Juni 2026 - 21:59 WIB

Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan

27 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ansar Salihin Perancang Cover Buku Antologi PPN XIV Aceh, Perkuat Identitas Visual Sastra Nusantara

27 Juni 2026 - 16:21 WIB

Jasa Purnama Bacakan Puisi “Surya Menggeliat” pada PPN XIV Aceh di Perpustakaan Aceh

27 Juni 2026 - 15:43 WIB

Seniman Gayo Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”, Dinilai Mereduksi Martabat Pahlawan Aceh

27 Juni 2026 - 13:00 WIB

PPN XIV Aceh 2026 Hadirkan Nusantara Puisi Musikal, Teatrikal, dan Puisi Visual di Perpustakaan Banda Aceh

27 Juni 2026 - 12:11 WIB

Puisi Tak Lagi Sekadar Dibaca, PPN XIV Aceh Dorong Sastra Menembus Musik dan Teknologi

26 Juni 2026 - 19:14 WIB

Trending di SENI BUDAYA