Menu ✖

Mode Gelap
Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

SENI BUDAYA

Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal”

badge-check


 Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Ketua Harian Dewan Kesenian Bireuen yang juga Ketua Steering Committee Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh, Syech Mulyadi, mengabadikan semangat penyelenggaraan PPN XIV melalui sebuah puisi berjudul “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal” yang ditulis di Kutaraja pada 27 Juni 2026.

Puisi tersebut menjadi refleksi atas penyelenggaraan PPN XIV Aceh yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Nusantara. Melalui bait-bait puisinya, Syech Mulyadi menggambarkan Aceh bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya, sastra, dan persaudaraan.

Ia membuka puisinya dengan menggambarkan kekayaan seni tradisi Aceh, seperti Didong, Seudati, Rapai, Rabab, dan Rateb Meuseukat yang menjadi identitas budaya daerah. Menurutnya, PPN bukan sekadar ajang temu penyair, melainkan ruang untuk menghidupkan jiwa sastra melalui aksara.

Dalam salah satu baitnya, Syech Mulyadi menulis bahwa “Pertemuan Penyair Nusantara 2026 bukan sekadar temu sapa kata, tapi nyala jiwa dalam aksara merangkai suara.” Ungkapan tersebut menegaskan bahwa sastra memiliki kekuatan menyatukan gagasan, perasaan, dan kebudayaan.

Puisi itu juga menghadirkan gambaran tentang perjuangan, kegelisahan, cinta, serta kerinduan yang menjadi tema-tema universal dalam karya sastra. Di sisi lain, ia mengajak seluruh peserta untuk melihat Aceh sebagai negeri yang kaya makna dan sejarah.

Menjelang akhir puisinya, Syech Mulyadi menegaskan semangat persatuan antardaerah melalui sastra.

“Kau datang bawa rima Melayu, aku sambut dengan pantun Aceh. Mulai dari daratan tinggi Tanah Gayo hingga Kutaraja yang penuh berkah, kita jahit rasa dengan aksara yang menyentuh,” tulisnya.

Puisi tersebut menjadi salah satu karya yang lahir di tengah penyelenggaraan PPN XIV Aceh dan merekam semangat kebersamaan para penyair Nusantara dalam membangun peradaban sastra Indonesia melalui dialog budaya dan kekuatan kata-kata.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM