Menu

Mode Gelap
Stasiun JIS Layani Penumpang KRL, Angkut 2.000 Penumpang per Hari Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk, Layani Lebih dari 3,15 Juta Pergerakan Penumpang dalam Lima Bulan Pelanggan KA Lembah Anai Melonjak 206 Persen, KAI: Jadi Andalan Mobilitas dan Wisata Warga Sumbar Pameran Fotografi Menelusuri Identitas dalam Lintas Waktu Heboh di Stasiun Bekasi! Eskalator Tiba-tiba Berjalan Turun, Penumpang Berjatuhan Tari Sining, Warisan Budaya Gayo yang Pernah Punah, Akan Tampil di PPN XIV 14 Negara

SENI BUDAYA

Tari Sining, Warisan Budaya Gayo yang Pernah Punah, Akan Tampil di PPN XIV 14 Negara

badge-check


 Tari Sining, Warisan Budaya Gayo yang Pernah Punah, Akan Tampil di PPN XIV 14 Negara Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Salah satu warisan budaya paling berharga milik masyarakat Gayo, Tari Sining, dipastikan akan tampil dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang akan diikuti peserta dari 14 negara di Takengon, Aceh Tengah. Penampilan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Gayo kepada dunia internasional.

Tari Sining memiliki perjalanan sejarah yang unik. Tarian ritual masyarakat Gayo ini pernah mengalami masa kevakuman hingga dianggap punah. Namun, melalui upaya penelitian dan revitalisasi yang serius, tarian tersebut berhasil dihidupkan kembali dan kini kembali menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Gayo.

Kepastian penampilan Tari Sining dalam ajang internasional tersebut disampaikan Sekretaris Panitia PPN XIV Kabupaten Aceh Tengah, Nanda Winar Sagita, didampingi Koordinator Bidang Acara Angga Prasetyo, di Sekretariat Panitia PPN XIV, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah, Kecamatan Bebesen, Senin (22/6/2026).

Menurut Winar Sagita, Tari Sining merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis, spiritual, dan artistik tinggi bagi masyarakat Gayo. Oleh karena itu, kehadirannya dalam PPN XIV bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Gayo kepada para tamu dan penyair mancanegara.

“Tari Sining adalah kekayaan budaya Gayo yang patut diperkenalkan kepada dunia. Selain sebagai bagian dari promosi budaya daerah, tarian ini juga memiliki sejarah panjang karena pernah hilang dari kehidupan masyarakat sebelum akhirnya berhasil direvitalisasi kembali,” ujarnya.

Tari Sining sendiri telah memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah. Tarian ini tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dan juga telah mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Komunal (HKIK) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada 17 September 2018.

Revitalisasi Tari Sining dilakukan melalui penelitian mendalam yang diprakarsai oleh budayawan dan peneliti budaya Gayo, Salman Yoga S, melalui program Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2016. Hasil penelitian tersebut berhasil merekonstruksi bentuk, fungsi, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tarian tersebut sehingga dapat kembali dipentaskan kepada masyarakat.

Winar Sagita menambahkan, selama ini Tari Sining lebih banyak ditampilkan dalam ruang-ruang budaya yang terbatas dan belum pernah memperoleh panggung internasional yang luas. Karena itu, PPN XIV dinilai menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan tarian sakral tersebut kepada audiens lintas negara.

“Selama ini Tari Sining belum pernah tampil dalam forum internasional sebesar ini. Kehadiran peserta dari 14 negara menjadi peluang penting untuk memperkenalkan budaya Gayo dalam pergaulan budaya dunia,” katanya.

Sementara itu, Angga Prasetyo menilai bahwa penampilan Tari Sining akan memperkuat posisi PPN XIV bukan hanya sebagai pertemuan sastra, tetapi juga sebagai ruang diplomasi budaya. Melalui seni pertunjukan tradisional, para peserta dapat mengenal lebih dekat nilai-nilai kehidupan masyarakat Gayo yang diwariskan turun-temurun.

PPN XIV Takengon sendiri dijadwalkan berlangsung di sejumlah destinasi wisata ikonik di Aceh Tengah. Selain menghadirkan pembacaan puisi internasional, kegiatan ini juga akan diisi seminar sastra Nusantara, seminar internasional, dialog kebudayaan, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang menampilkan kekayaan budaya Aceh dan Nusantara.

Penampilan Tari Sining dalam ajang tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan pelestarian budaya Gayo, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi warisan budaya daerah untuk dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat dunia. Dengan demikian, PPN XIV tidak hanya menjadi pertemuan para penyair, tetapi juga panggung penting bagi kebangkitan dan pengakuan budaya lokal di tingkat internasional.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pameran Fotografi Menelusuri Identitas dalam Lintas Waktu

23 Juni 2026 - 18:16 WIB

Semarak HUT Ke-499 DKI Jakarta, PT PSM Salurkan Bantuan Tong Drop Point untuk Warga Jakarta Utara

23 Juni 2026 - 16:34 WIB

Novianti Maulida Rahmah, Putri Jeumpa dari Kota Juang di Balik Sukses PPN XIV Aceh-Indonesia

23 Juni 2026 - 10:11 WIB

Salman Yoga Pidato Di PPN XlV dengan Membara: Semua Peradaban Besar Berawal dari Kata-Kata

23 Juni 2026 - 01:53 WIB

Catatan Putra Gara Dari PPN XlV: Ketika Puisi Menyatukan 14 Negara di Istana Wali Nanggroe Aceh

22 Juni 2026 - 21:48 WIB

Pertemuan Penyair Nusantara XIV Resmi Dibuka di Aceh, Hadirkan Penyair dari 14 Negara

22 Juni 2026 - 18:12 WIB

Ruben Onsu dan Quinn Salman Sambut Positif Film Ghost Buzzer

22 Juni 2026 - 14:58 WIB

Catatan Putra Gara: Menuju PPN XIV Aceh Tengah: Menyusuri Jejak Sastra dan Aroma Kopi Gayo

22 Juni 2026 - 08:25 WIB

Di Tangkai Bunga Renggali, Bendera 14 Negara Hiasi Panggung PPN XIV Takengon

21 Juni 2026 - 21:07 WIB

Kartunis Putra Gara Meriahkan Lenggok Jakarta Di Taman Bendera Pusaka Ayodya

21 Juni 2026 - 05:12 WIB

Trending di SENI BUDAYA