Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Tengku Afifuddin: Sastra Klasik Aceh Adalah Rekaman Peradaban yang Tak Tergantikan AI

badge-check


 Tengku Afifuddin: Sastra Klasik Aceh Adalah Rekaman Peradaban yang Tak Tergantikan AI Perbesar

Wartatrans.com, ACEH  – Sastra klasik Aceh merupakan jejak peradaban yang menyimpan sejarah, nilai kehidupan, hingga cara berpikir masyarakat masa lampau. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan diwariskan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pandangan tersebut disampaikan Tengku Afifuddin dalam Sarasehan Karya Sastra Klasik Aceh yang menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026, Kamis (25/6/2026).

Dalam paparannya, Tengku Afifuddin menjelaskan bahwa sastra klasik memiliki hubungan yang sangat erat dengan perjalanan sejarah peradaban Aceh, terutama pada masa kerajaan. Berbagai karya seperti hikayat tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menjadi dokumen penting yang merekam pemikiran, diplomasi, adat istiadat, hingga pandangan hidup masyarakat pada masanya.

“Sastra klasik bukan sekadar artefak budaya, tetapi merupakan sumber pengetahuan yang merekam cara berpikir sebuah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, bahasa dalam karya sastra klasik merupakan kekuatan budaya yang mampu menjaga identitas suatu bangsa. Melalui sastra, sejarah dapat diwariskan, semangat masyarakat dibangun, serta nilai-nilai kehidupan terus hidup lintas generasi.

Tengku Afifuddin juga mengingatkan bahwa modernisasi tidak boleh dimaknai sebagai meninggalkan akar budaya. Baginya, sastra modern justru harus mampu melahirkan pemikiran yang kritis tanpa kehilangan identitas lokal yang menjadi fondasinya.

Ia turut menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia kreatif. Meski AI dapat membantu berbagai proses penciptaan karya, menurutnya teknologi tidak akan mampu menggantikan pengalaman batin, rasa, dan kedalaman pemikiran manusia yang menjadi ruh sebuah karya sastra.

“Teknologi akan memberi hasil terbaik ketika digunakan oleh manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan berpikir yang kuat,” katanya.

Karena itu, ia menilai penguatan literasi dan pendidikan budaya menjadi kunci agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang berakar pada identitas dan nilai-nilai budaya daerah.

Melalui forum Sarasehan Karya Sastra Klasik Aceh, Tengku Afifuddin berharap sastra klasik tidak lagi dipandang sebagai peninggalan masa lalu semata, melainkan sebagai warisan hidup yang terus memberi inspirasi bagi perkembangan kebudayaan Indonesia di masa depan.

Sarasehan yang berlangsung dalam rangkaian PPN XIV Aceh 2026 tersebut menjadi ruang dialog antara sejarah, sastra, dan perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga keberlanjutan khazanah sastra Aceh sebagai bagian penting dari pemajuan kebudayaan nasional.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA