Wartatrans.com, SURABAYA – Layanan Commuter Line di Area VIII Surabaya melayani 4.067.386 pelanggan selama periode Januari hingga Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 3.689.565 pelanggan.
Kenaikan jumlah pelanggan juga melanjutkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Triwulan I 2024, layanan ini tercatat melayani 3.432.759 pelanggan, sedangkan pada periode yang sama tahun 2023 sebanyak 3.118.491 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan mencerminkan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus bertumbuh di kawasan perkotaan.
“Pergerakan masyarakat di Surabaya dan sekitarnya menunjukkan tren yang terus meningkat. Layanan Commuter Line mendukung aktivitas harian dengan perjalanan yang lebih terukur, baik untuk bekerja, pendidikan, maupun kebutuhan layanan lainnya,” ujar Anne.
Menurut KAI, pergerakan pelanggan didominasi pada jam sibuk pagi dan sore hari, terutama pada relasi yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat kegiatan. Kondisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya jaringan komuter lintas kota di Jawa Timur.
Layanan Commuter Line Surabaya saat ini menghubungkan sejumlah wilayah strategis melalui lintas Surabaya–Blitar, Surabaya–Malang, Surabaya–Pasuruan, hingga Surabaya–Cepu dan Bojonegoro. Konektivitas tersebut memudahkan masyarakat menjangkau pusat ekonomi, kawasan pendidikan, dan fasilitas kesehatan dalam satu sistem perjalanan terintegrasi.
KAI menilai transportasi berbasis rel menjadi solusi mobilitas perkotaan karena memiliki kapasitas angkut besar, efisien, serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Sistem perjalanan yang terjadwal juga memberikan kepastian waktu tempuh bagi pelanggan.
Anne menambahkan KAI terus melakukan penyesuaian layanan melalui peningkatan kapasitas, penguatan frekuensi perjalanan, serta pengembangan integrasi dengan moda lanjutan di sekitar stasiun.
“Mobilitas masyarakat Jawa Timur terus tumbuh dan semakin terhubung. Dengan kebutuhan yang meningkat, pengembangan transportasi yang lebih modern, termasuk elektrifikasi yang mendukung kapasitas angkut lebih besar dan lebih ramah lingkungan perlu dipercepat agar akses masyarakat pada layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi semakin mudah,” tutup Anne.(fahmi)






























