Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Trauma Healing dan 2.000 Paket Bantuan Warnai Aksi PSI Peduli di Lembantongoa

badge-check


 Trauma Healing dan 2.000 Paket Bantuan Warnai Aksi PSI Peduli di Lembantongoa Perbesar

Wartatrans.com, SIGI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Tengah membuka posko bantuan tanggap bencana di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu, 17 Juni 2026.

Rombongan PSI Peduli tiba di lokasi posko bencana yang berada di Lapangan Lembantongoa pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 Wita.

Setibanya di lokasi, tim yang dipimpin langsung Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Dr Agus Lamakarate, tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan logistik, tetapi juga langsung menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas gempa.

Suasana lapangan yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran dan kecemasan perlahan berubah menjadi lebih hangat. Anak-anak diajak bermain bersama, bernyanyi, berinteraksi, serta menerima berbagai bingkisan yang membuat mereka tampak kembali ceria di tengah situasi pascabencana.

Menurut Agus Lamakarate, trauma healing menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus segera dilakukan setelah bencana terjadi, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami gangguan psikologis akibat pengalaman menegangkan saat gempa.

“Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Melalui kegiatan bermain dan interaksi yang menyenangkan, kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, serta perlahan melupakan ketakutan yang muncul setelah bencana,” kata Agus Lamakarate di lokasi pengungsian, Sabtu.

Ia menjelaskan, pemulihan mental dan emosional korban bencana memiliki peran yang sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan logistik. Karena itu, PSI Peduli berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat mengembalikan semangat anak-anak agar tetap optimistis menjalani hari-hari mereka di pengungsian.

Keceriaan terlihat dari wajah para anak penyintas saat mengikuti berbagai permainan yang dipandu relawan PSI Peduli.

Selain mendapatkan hiburan, mereka juga menerima bingkisan yang menambah kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit akibat dampak gempa.

Tidak hanya fokus pada pemulihan psikologis anak-anak, PSI Peduli juga menyiapkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Sebanyak 2.000 paket bantuan akan disalurkan kepada masyarakat Desa Lembantongoa yang terdiri dari lima dusun.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan relawan dan pengurus PSI di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari warga, PSI Peduli juga membuka dapur umum di lokasi bencana. Dapur umum tersebut disiapkan untuk menyediakan makanan bagi masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian maupun warga yang terdampak langsung akibat gempa.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Adi Kabarani Repadjori, yang mengkoordinir tim di lapangan mengatakan seluruh relawan PSI Peduli akan tetap berada di lokasi untuk mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Tim PSI Peduli akan menginap di Lapangan Lembantongoa. Kami ingin hadir lebih dekat dengan warga, membantu kebutuhan mereka, sekaligus memberikan dukungan moril agar para penyintas tetap kuat dan optimistis menghadapi situasi ini,” ujar Adi.

Ia menambahkan bahwa kehadiran relawan bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi sahabat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

“Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat tetap kuat, saling mendukung, dan yakin bahwa kondisi akan segera pulih,” tambahnya.

Kegiatan trauma healing, penyaluran bantuan, serta pembukaan dapur umum menjadi bagian dari upaya PSI Peduli dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat Lembantongoa.

Dengan pendekatan yang menyentuh kebutuhan fisik maupun psikologis penyintas, diharapkan warga, khususnya anak-anak, dapat bangkit kembali dan menjalani aktivitas dengan lebih tenang setelah bencana gempa yang mengguncang wilayah tersebut. *** (RBP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA