Wartatrans.com, ACEH UTARA — Upaya memperkuat kemandirian pesantren terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas rumah air minum berbasis Reverse Osmosis (RO) yang diserahkan Komunitas Sedekah Seribu Sehari (S3) Al Firdaus Kota Lhokseumawe kepada Dayah Raudhatul Huda di Gampong Matang Cibrek, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (7/6/2026).
Bantuan berupa bangunan rumah dan mesin pengolahan air minum RO tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih dan sehat bagi para santri sekaligus mendukung penguatan ekonomi pesantren melalui unit usaha produktif.

Prosesi serah terima dilakukan langsung oleh Ketua S3 Al Firdaus Kota Lhokseumawe, Hamidah Yusuf, didampingi pengurus dan anggota komunitas. Bantuan diterima oleh Pimpinan Dayah Raudhatul Huda, Tgk Muhammad Dian, disaksikan pengurus dayah, perwakilan Yakesma Lhokseumawe, serta para santri yatim dan dhuafa yang menempuh pendidikan di pesantren tersebut.
Hamidah Yusuf menjelaskan, pembangunan rumah RO merupakan hasil donasi yang dihimpun secara konsisten melalui gerakan Sedekah Seribu Sehari, dengan dukungan dari Yakesma Kota Lhokseumawe.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya akan mengurangi biaya operasional dayah untuk penyediaan air minum, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi pesantren.
“Kami berharap rumah RO ini dapat menyediakan air minum yang sehat bagi para santri dan pada saat yang sama menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pesantren melalui usaha air minum isi ulang yang dikelola dayah,” ujar Hamidah.
Pimpinan Dayah Raudhatul Huda, Tgk Muhammad Dian, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia menuturkan, mayoritas santri yang tinggal di dayah tersebut merupakan anak yatim dan anak telantar, sehingga keberadaan fasilitas air minum bersih sangat membantu meringankan beban operasional lembaga.
“Alhamdulillah, bantuan ini merupakan nikmat besar bagi kami. Insya Allah fasilitas ini akan kami rawat dan kelola dengan baik agar manfaatnya terus dirasakan para santri dan masyarakat sekitar,” katanya.
Dengan hadirnya rumah RO tersebut, Dayah Raudhatul Huda diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan air minum dari luar yang memerlukan biaya cukup besar. Fasilitas ini sekaligus menjadi salah satu langkah strategis menuju tata kelola pesantren yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Mewakili Yakesma, Azmi menyampaikan apresiasi kepada Komunitas S3 Al Firdaus dan pihak dayah atas terwujudnya program tersebut. Ia berharap fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah yang berkelanjutan.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal, memberi manfaat bagi banyak orang, serta menjadi program yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda peresmian Rumah RO S3 Al Firdaus serta makan siang bersama seluruh peserta dengan menu kari kambing, dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur.*** (Jasa)



























