Menu

Mode Gelap
IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo

RAGAM

Yayasan Grapiks Bekasi Ungkap Tantangan Baru Penanggulangan HIV di Kalangan Pekerja Seks

badge-check


 Yayasan Grapiks Bekasi Ungkap Tantangan Baru Penanggulangan HIV di Kalangan Pekerja Seks Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Yayasan Graha Prima Karya Sejahtera (Grapiks) Bekasi menggelar kegiatan Press Conference Local Media for Ensuring Implementation Social Contracting pada Senin, 17 November 2025, di Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Community System Strengthening Human Rights (CSSHR) yang bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan HIV/AIDS, khususnya pada populasi kunci Pekerja Seks Perempuan (PSP) di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Direktur Yayasan Grapiks Bekasi, Daniel Ramadhan, menjelaskan bahwa lembaganya berfokus pada upaya menjangkau serta mendampingi pekerja seks perempuan yang termasuk kelompok paling rentan tertular HIV.

“Kami tugasnya menjangkau dan mendampingi pekerja seks perempuan yang menjadi populasi kunci kelompok yang rentan tertular HIV. Mandat program kami adalah menjangkau itu,” ujarnya.

Daniel menerangkan, selain penjangkauan lapangan, lembaganya juga menjalankan program advokasi untuk mendorong pemerintah daerah memperkuat peran strategis dalam penanganan HIV.

“Kami memiliki program community system strengthening human rights, yang tugasnya melakukan advokasi audiensi kepada pemerintah daerah untuk bersama-sama bersinergi membangun kolaborasi dan konsep pengenalan HIV lebih masif lagi,” tuturnya.

Yayasan Grapiks juga memiliki divisi paralegal sebagai wadah pengaduan bagi populasi kunci yang mengalami stigma, diskriminasi, maupun kekerasan.

Setiap tahun, Yayasan Grapiks melakukan pemeriksaan HIV dan sifilis kepada para pekerja seks perempuan di Kota Bekasi. Menurut Daniel, jumlahnya mencapai sekitar 1.600 orang per tahun.

Ia menjelaskan bahwa pekerja seks dalam program mereka terbagi menjadi dua kategori: pekerja seks langsung dan tidak langsung.

“Pekerja seks langsung adalah perempuan yang bekerja memang untuk transaksi seksual. Pekerja seks tidak langsung adalah perempuan yang pekerjaan utamanya bukan pekerja seks, tapi di waktu-waktu tertentu dia open BO atau menjajakan layanan seksual,” paparnya.

Meski jumlah populasi pekerja seks masih cukup besar, angka prevalensi HIV di Kota Bekasi berada di bawah rata-rata nasional.

“Angka rata-rata nasional pekerja seks yang terinfeksi HIV itu 2–4 persen. Tapi di Kota Bekasi angkanya tinggal 1 persen. Dari 100 pekerja seks yang kami tes HIV, hanya satu yang positif,” kata Daniel.

Ia menegaskan bahwa upaya penjangkauan, edukasi, dan pemeriksaan akan terus dilakukan guna menekan angka infeksi hingga mendekati nol.

Dalam paparannya, Daniel menyoroti akar persoalan yang membuat jumlah pekerja seks di Bekasi tetap tinggi, yakni antara lain tingginya permintaan (demand) dari laki-laki dan tingginya suplai (supply) karena faktor ekonomi.

“Selama dua hal ini tidak bisa kita kurangi, maka akan melimpahlah pekerja seks di Kota Bekasi karena demand-nya cukup banyak,” ujarnya.

Ia menilai berbagai lembaga dan tokoh masyarakat semestinya mengambil peran aktif dalam menekan permintaan tersebut.

“Siapa yang punya tugas untuk mengurangi permintaan pekerja seks? Edukasi kepada para laki-laki harus masif. Bagaimana peran MUI, peran Kemenag, dan lembaga-lembaga lain? Mereka harus membina laki-laki ini agar tidak menciptakan demand,” katanya.

Sementara dari sisi suplai, Davids menilai semakin sulitnya lapangan pekerjaan memicu sebagian perempuan memilih menjadi LC atau melakukan open BO demi kebutuhan ekonomi.

“Kami Yayasan Grapiks bekerja di tengah, melakukan pengawasan dan pengontrolan supaya pekerja seks tidak sakit, tidak kena penyakit seksual, tidak kena AIDS. Peran kami di situ,” tegasnya.

Daniel mengungkapkan bahwa kecenderungan usia pekerja seks di Bekasi kini semakin muda.

“Saat ini banyak pekerja seks yang usianya masih belia, masih 20-an. Kalau yang usia 30 atau 40 itu ada, tapi skalanya jauh lebih kecil. Demand-nya memang permintaan yang muda-muda, ya supply mengikuti,” jelasnya.

Menurut Daniel, persoalan HIV/AIDS juga berkaitan dengan minimnya edukasi kesehatan reproduksi pada remaja.

“Kita punya komisi penanggulangan AIDS, ada promkes di Dinas Kesehatan, ada Dinas Pendidikan. Harusnya mereka punya program masif untuk memberikan edukasi kepada remaja,” katanya.

Ia menilai banyak sekolah belum memberikan pendidikan kesehatan reproduksi secara memadai, sehingga remaja memasuki masa pubertas tanpa pendampingan yang layak.

“Pembelajaran tentang kesehatan reproduksi remaja itu masih terabaikan. Saat remaja menstruasi, mereka butuh pendampingan. Ini tidak mereka dapatkan. Bicara HIV, kita bicara hulunya: pola asuh dan edukasi sejak dini,” pungkas Daniel.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Trending di RAGAM