Menu ✖

Mode Gelap
Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri 2 Bus Hidrogen Transjakarta Siap Operasi pada 2028 KAMAKSI Mendorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Propinsi DKI Jakarta Gajah Tunggal Berencana Investasi Rp 10 Triliun Bangun Pabrik Ban EV Pelayanan Selama MotoGP Sukses, BIZAM Lombok: Operasional Aman dan Zero Accident Mercedes-Benz Trucks Resmikan Dealer di Mempawah, Perkuat Layanan Purnajual Kalbar

JALUR

2 Bus Hidrogen Transjakarta Siap Operasi pada 2028

badge-check


 2 Bus Hidrogen Transjakarta Siap Operasi pada 2028 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki penempatan dua bus hidrogen untuk layanan transportasi publik pada 2028.

Namun, manfaat pengurangan emisi dari kendaraan berbasis fuel cell electric vehicle (FCEV) tersebut akan sangat bergantung pada cara hidrogen diproduksi dan pasokannya disediakan.

Penjajakan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kerja sama ini mencakup kajian pengembangan ekosistem hidrogen, program percontohan kendaraan, serta penjajakan infrastruktur produksi dan pengisian hidrogen.

Dari sisi Transjakarta, dukungan teknologi dan pembiayaan menjadi bagian penting dalam percepatan dekarbonisasi.

“Dukungan teknologi energi bersih dari Pertamina serta skema pembiayaan yang kuat dari Bank Jakarta akan mempermudah akselerasi pencapaian target dekarbonisasi di sektor transportasi DKI Jakarta,” ujarnya dikutip Rabu (14/10/2026).

Sementara itu, Oki menegaskan bahwa penjajakan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem hidrogen yang terintegrasi.

“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, kami ingin menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen yang tidak hanya mendukung kebutuhan energi bersih di sektor transportasi, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi dan pengurangan emisi,” kata dia.

Urgensi pengurangan emisi terlihat dari data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pada 20 Agustus 2026, Pemprov menyebut sektor transportasi menyumbang 52 persen dari total emisi langsung Jakarta.

Kendaraan bermotor juga diperkirakan berkontribusi sekitar 32–57 persen terhadap pencemaran PM2.5.

Kedua angka itu mengukur indikator berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan besarnya tantangan pengendalian emisi dan pencemaran udara.

Pertamina juga mengaitkan penjajakan hidrogen dengan proyek Waste to Hydrogen (W2H), yang mengkaji pemanfaatan gas metana dari sampah untuk menghasilkan biometana dan hidrogen rendah karbon.

Namun, bahan baku dari sampah tidak otomatis menjadikan hidrogen yang dihasilkan rendah emisi. Dampaknya tetap ditentukan oleh teknologi pengolahan, kebutuhan energi, serta pengendalian kebocoran metana.

Bus FCEV menghasilkan listrik melalui reaksi elektrokimia antara hidrogen dan oksigen.

Kendaraan ini tidak mengeluarkan karbon dioksida dari knalpot, tetapi emisi tetap dapat muncul selama produksi, kompresi, penyimpanan, dan distribusi hidrogen.

International Energy Agency (IEA) dalam Global Hydrogen Review 2024 memperkirakan produksi hidrogen tanpa pengendalian emisi dari gas alam menghasilkan 10–12 kilogram CO₂ ekuivalen per kilogram hidrogen.

“Produksi berbasis batu bara menghasilkan 22–26 kilogram. Angka tersebut merupakan intensitas emisi produksi hidrogen, bukan emisi langsung kendaraan,” rilisnya.

Karena itu, hidrogen berbasis fosil tanpa pengendalian emisi berisiko memindahkan beban karbon dari kendaraan ke fasilitas produksi.

Sebaliknya, hidrogen yang dihasilkan melalui elektrolisis air dengan listrik terbarukan berpotensi menekan emisi siklus hidup.

Target penempatan dua bus pada 2028 menjadi langkah awal penjajakan teknologi hidrogen di transportasi publik.

Namun, kelayakan penerapannya akan ditentukan oleh kepastian sumber hidrogen, kesiapan fasilitas pengisian, keselamatan penyimpanan, dan biaya operasional.

Tanpa data tersebut, manfaat pengurangan emisi dan prospek keekonomian proyek belum dapat dinilai secara kuantitatif. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

13 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat

13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini

13 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum?

13 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027

13 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun

13 Oktober 2026 - 05:34 WIB

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Aturan Transportasi Berbasis Aplikasi Masuk dalam Revisi UU LLAJ

12 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Trending di ANJUNGAN