Menu

Mode Gelap
Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh Penyumbang emas untuk pembelian pesawat RI 01. Wafat Perkuat Peran sebagai Flag State, Indonesia Partisipasi dalam Sidang IMO SSE ke-12 Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’ Naik Kereta Saat Lebaran 2026, Pelanggan KAI Bantu Tekan Emisi hingga Puluhan Juta Kg CO₂e Gerakan Penanganan dari Hulu Ke Hilir menuju Kendaraan Zero ODOL 2027

JALUR

Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh

badge-check


 Aceh Tengah Kembali Dikepung Banjir, Warga Panik — Kampung Terisolir, Akses Lumpuh Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH— Hujan deras yang mengguyur tanpa henti kembali membawa petaka. Sejumlah wilayah di Aceh Tengah kembali dilanda banjir, Selasa (7/4/2026), membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Air datang tiba-tiba dengan arus deras, bercampur lumpur dan material kayu dari hulu sungai. Dalam hitungan jam, rumah-rumah warga mulai terendam. Sebagian warga hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa harta benda.

Di Kecamatan Bintang, beberapa kampung dilaporkan kembali terisolir total. Akses jalan tertutup longsor, sementara jembatan darurat yang sebelumnya digunakan warga kini tidak lagi bisa dilalui.

Sementara itu, di Lut Tawar dan Kebayakan, air terus naik hingga merendam pemukiman warga. Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan kondisi seadanya.

“Air datang sangat cepat, kami tidak sempat selamatkan barang. Sekarang hanya bisa mengungsi,” ujar salah satu warga dengan wajah cemas.

Tak hanya banjir, bencana ini juga disertai longsor di sejumlah titik, memperparah kondisi. Jalur utama antar kecamatan lumpuh, membuat distribusi bantuan terhambat.

Di Ketol dan Linge, kondisi dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Beberapa wilayah sulit dijangkau, bahkan oleh kendaraan roda dua.

Hingga saat ini, hujan masih terus turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor.

Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa wilayah Aceh Tengah masih rentan, terutama setelah bencana besar sebelumnya yang belum sepenuhnya pulih.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerakan Penanganan dari Hulu Ke Hilir menuju Kendaraan Zero ODOL 2027

7 April 2026 - 16:36 WIB

Damkar Pining Bangun Jembatan Darurat, Harapan Warga Kembali Tersambung

6 April 2026 - 20:49 WIB

Kemenhub Inspeksi Keselamatan Bus di Seluruh Terminal Tipe A dengan TOS

6 April 2026 - 14:52 WIB

Kemenhub Apresiasi Operator Kendaraan Angkutan Barang yang Tertib Aturan

5 April 2026 - 17:54 WIB

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Kelola Mobilitas 2,8 Juta Pelanggan, DAMRI Jaga Layanan Tetap Stabil di Tengah Dinamika Lebaran

2 April 2026 - 09:03 WIB

Jembatan Kala Ili Putus, Lima Kampung di Linge Terisolir

1 April 2026 - 16:08 WIB

Trending di JALUR