Menu

Mode Gelap
Adelio, Musisi Indie dari Garut yang Berupaya Menembus Industri Musik Nasional Pascasarjana ISI Padangpanjang Gelar “ISU ISI”, Bangun Jejaring Seni dan Industri Kreatif Bupati Jadi Raja Dewan Mendadak Bisu, Tgk Rusli Adi Singgung Pengkhianatan Elit Nagan Raya Demi Tambang Rp 200 Triliun FIFGROUP Sabet Lima Penghargaan HR Asia Awards 2026  MUI Kota Depok Kukuhkan Badan Otonom PINBAS Kuat Ekonomi Syariah Bakat Merias Velline Ratu Ayu Kembali Bersinar, Keponakan Raih Juara Lomba Model

PERON

Banpres Rp4 Triliun untuk Perlintasan Sebidang Dikelola KAI, Tidak Masuk Anggaran Kemenhub 2026

badge-check


 Kereta Api. (Ist) Perbesar

Kereta Api. (Ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah memastikan dana bantuan presiden (banpres) senilai hampir Rp4 triliun yang disiapkan untuk peningkatan keselamatan perlintasan sebidang kereta api tidak masuk dalam anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung keselamatan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.

Penjelasan itu disampaikan Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR pada Kamis (4/6), menanggapi pertanyaan anggota Komisi V DPR Sudjatmiko mengenai alokasi dana yang sebelumnya diumumkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat tersebut, Sudjatmiko menilai peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi hal yang mendesak mengingat tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.

“Kita tahu pak kereta ini angkutan umum yang diminati, kemarin libur panjang orang juga banyak yang naik kereta, tapi faktor keamanan dan keselamatan kita ini kurang,” kata Sudjatmiko.

“Nah ini coba diatur jangan sampai Rp4 triliun yang sudah disiapkan oleh bantuan presiden tidak bisa masuk di anggaran bapak pada tahun 2026,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dudy menegaskan bahwa dana banpres tersebut tidak tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenhub tahun depan.

“Terkait dengan banpres untuk kereta api yang untuk perlintasan kereta api, dapat kami sampaikan anggaranlokasi tidak masuk ke dalam DIPA Kemenhub 2026,” ujar Dudy.

Menurutnya, hasil koordinasi yang dilakukan pemerintah menetapkan bahwa kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) pembangunan fasilitas keselamatan perlintasan sebidang akan dilaksanakan oleh PT KAI. Setelah pembangunan selesai, aset tersebut akan diserahkan kepada pemerintah untuk selanjutnya dikelola sesuai mekanisme yang berlaku.

“CapEx untuk pembangunan fasilitas pendukung perlintasan sebidang akan diselenggarakan oleh PT KAI yang selanjutnya asetnya akan diserahkan kepada pemerintah,” kata Dudy.

KAI Siapkan Pembangunan 40 Flyover

Sementara itu, PT KAI telah menyusun rencana peningkatan keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan perusahaan menargetkan pembangunan 40 jalan layang (flyover) di lokasi prioritas guna mengurangi perpotongan langsung antara jalur kereta api dan lalu lintas kendaraan.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR pada Rabu (3/6), Bobby menyebut kebutuhan investasi untuk pembangunan puluhan flyover tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

“Kalau tidak salah, ada 40 yang memang harus kita bikinkan flyover-nya. Nah, untuk JPL-nya sendiri, kami sudah melakukan estimasi kebutuhan dari capex-nya itu sekitar Rp1,2 triliun,” ujar Bobby.

Selain biaya pembangunan, KAI juga memperkirakan kebutuhan operasional sekitar Rp700 miliar setiap tahun untuk mendukung pengelolaan infrastruktur serta pengamanan perlintasan.

Berdasarkan data perusahaan, hingga saat ini KAI telah menutup 172 perlintasan dengan lebar jalan kurang dari dua meter. Namun masih terdapat 1.683 perlintasan dengan lebar jalan di atas dua meter yang menjadi fokus peningkatan keselamatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 titik direncanakan dibangun flyover, sedangkan 1.638 lokasi lainnya akan dilengkapi portal dan perangkat keselamatan tambahan.

Untuk mendukung pengawasan di lapangan, KAI juga memperkirakan kebutuhan lebih dari 8.000 petugas penjaga perlintasan.

“Kami sudah menghitung, dari 1.638 pelintasan kita akan membutuhkan lebih dari 8.000 petugas jaga yang biayanya sekitar Rp700 miliar per tahun,” kata Bobby.

Prabowo Soroti Keselamatan Perlintasan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya percepatan penanganan perlintasan sebidang setelah terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Menurut Presiden, masih banyak perlintasan yang belum dilengkapi penjagaan memadai. Karena itu, pemerintah menilai pembenahan sekitar 1.800 titik perlintasan di Pulau Jawa menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

“Nanti pelaksananya kita tunjuk dan perhitungkan, butuh hampir Rp4 triliun. Demi keselamatan dan karena kita sangat membutuhkan kereta api, maka perlu dilakukan,” tegas Prabowo.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Operasikan 391 Kereta Stainless Steel New Generation, Modernisasi Sarana Berlanjut hingga 2027

6 Juni 2026 - 16:55 WIB

KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing

6 Juni 2026 - 15:17 WIB

KAI Angkut 268.728 Ton Komoditas Perkebunan, Naik 7,78 Persen

6 Juni 2026 - 15:11 WIB

Dari Loket ke Aplikasi, 73,98 Persen Tiket Kereta Kini Dibeli Lewat Access by KAI

6 Juni 2026 - 14:46 WIB

KAI Ingatkan Masyarakat Waspada di Perlintasan Sebidang Saat Liburan, 370 Orang Meninggal dalam Tiga Tahun Terakhir

5 Juni 2026 - 18:58 WIB

KAI Permudah Akses Investor ke Aset Strategis Lewat Platform Digital Space by KAI

5 Juni 2026 - 17:54 WIB

KAI Berikan Diskon 30 Persen untuk Kereta Ekonomi Komersial Selama Libur Sekolah

5 Juni 2026 - 14:42 WIB

Penumpang Kereta Api. (Dok.KAI)

Mau Liburan Naik Kereta? KAI Beri Diskon Tarif Ekonomi Komersial 30 Persen

5 Juni 2026 - 09:16 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penyerapan Anggaran 2026  Tepat Sasaran dan Efektif

5 Juni 2026 - 07:49 WIB

KAI Services Resmi Kelola Dining Car Whoosh, Penumpang Kini Bisa Nikmati Kuliner Selama Perjalanan

5 Juni 2026 - 07:28 WIB

Trending di PERON