Menu

Mode Gelap
Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik, Pertalite dan Biosolar Tetap Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen, Dukung Kelancaran Distribusi Barang Nasional KKP Lepasliarkan 1.300 Ekor Ikan Napoleon Barang Bukti Penyelundupan ke Hong Kong Jaga Jakarta On The Spot: Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Serap Aspirasi Warga Muara Angke dan Perkuat Keamanan Lingkungan PTPN I Siap Dukung Percepatan Ketahanan Energi Nasional Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

NASIONAL

CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda

Avatar photobadge-check


 CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda Perbesar

WartaTrans.com — Sastrawan dan budayawan Betawi – Chairil Gibran Ramadhan (CGR) beberapa hari lalu (12/11/2025) mendapat penghargaan dari UHAMKA atas kiprahnya dalam dunia sastra, wabil khusus Sastra Betawi.

Namun dalam acara tersebut CGR mengaku pernah menolak bantuan dari Disbud Pemda DKI terkait untuk menerbitkan buku karyanya.

“Bulan lalu buku saya mau diterbitkan Disbud DKI,  tapi cuma 30 eksemplar. Akhirnya saya tolak. Judul buku yang akan didanai pencetakannya: “Kembang Kelapa: Setangkle Catatan Budaya Betawi – Dari Batavia sampai Jakarta, yang waktu itu akan dicetak Oktober 2025,” ungkap CGR, Jumat (14/11/2025).

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan  karena menurut CGR, semua ruang giatnya terkait pelestarian budaya Betawi melalui karya sastra di ketahui oleh negara Belanda.

“Kasian mereka nanti, malu sama Belanda. Karena semua kegiatan saya nyampe ke Belanda,” kata CGR lagi.

Semua karya CGR memang banyak dikoleksi oleh warga Belanda, bahkan menurut sumber CGR salah satu sastrawan Betawi yang karyanya sangat diperhitungkan di negara Kincir Angin tersebut. Tak heran bila beberapa karya CGR diterbitkan atas bantuan Negara Belanda. Misalnya pada 2013-2015 Belanda memberi dana cetak dua judul novel Sastra Indische untuk masing-masing 1000 eks dalam hardcover dan semua hasil cetakan menjadi hak Penerbit Padasan yang dia dirikan tahun 2011.

“Pemda DKI lebih peduli sama Ormas, yang kerap berbagi uang ketimbang dengan produk intelektual demi mencerdaskan anak bangsa,” ungkap CGR sambil tersenyum penuh arti.

Lebih jauh CGR menambahkan, Pemprov DKI Jakarta melalui Pram-Rano beberapa gerakannya terkait sejarah dan budaya Betawi terlalu dangkal dan terlalu seremonial. Padahal banyak yang bisa lebih digali.

“DKI Jakarta harusnya lebih mencorong daripada daerah-daerah lainnya dari sisi gagasan dan ide. Itulah akibat tim ahli yang tidak ahli karena diambil berdasarkan koneksi dan relasi, bukan kompetensi dan prestasi,” tutup CGR.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik, Pertalite dan Biosolar Tetap

10 Juni 2026 - 06:38 WIB

Istimewa oleh Wartatrans.com

Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

10 Juni 2026 - 01:12 WIB

Vedra dan Felicia Banjir Pujian Saat Bawakan Tembang Milik Lesti Kejora dan King Nasar

9 Juni 2026 - 19:51 WIB

Diskusi Sastra di TIM: Membaca Proses Kreatif di Balik “Mengapa Saya Berubah”

9 Juni 2026 - 18:23 WIB

Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas

9 Juni 2026 - 16:35 WIB

Public Expose Live 2026, IPCM Tegaskan Ketahanan Kinerja dan Percepat Akselerasi Pertumbuhan

9 Juni 2026 - 16:28 WIB

Denny Caknan, NDX A.K.A, dan Aftershine Ramaikan Zephyer Project Vol. 4 di Bekasi-Cikarang-Cibubur

9 Juni 2026 - 14:03 WIB

Desak LMKN Dibubarkan, Ratusan Musisi Kepung Kementerian Hukum

9 Juni 2026 - 13:25 WIB

Gempa M 7,7 di Filipina Picu Tsunami Minor di Indonesia, 53 Bangunan di Sulut Rusak

8 Juni 2026 - 23:23 WIB

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina, pada pagi hari, 8 Juni 2026. Foto: New Straits Times.

ASDP Angkut 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026

8 Juni 2026 - 23:06 WIB

Trending di PERISTIWA