Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

NASIONAL

CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda

Avatar photobadge-check


 CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda Perbesar

WartaTrans.com — Sastrawan dan budayawan Betawi – Chairil Gibran Ramadhan (CGR) beberapa hari lalu (12/11/2025) mendapat penghargaan dari UHAMKA atas kiprahnya dalam dunia sastra, wabil khusus Sastra Betawi.

Namun dalam acara tersebut CGR mengaku pernah menolak bantuan dari Disbud Pemda DKI terkait untuk menerbitkan buku karyanya.

“Bulan lalu buku saya mau diterbitkan Disbud DKI,  tapi cuma 30 eksemplar. Akhirnya saya tolak. Judul buku yang akan didanai pencetakannya: “Kembang Kelapa: Setangkle Catatan Budaya Betawi – Dari Batavia sampai Jakarta, yang waktu itu akan dicetak Oktober 2025,” ungkap CGR, Jumat (14/11/2025).

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan  karena menurut CGR, semua ruang giatnya terkait pelestarian budaya Betawi melalui karya sastra di ketahui oleh negara Belanda.

“Kasian mereka nanti, malu sama Belanda. Karena semua kegiatan saya nyampe ke Belanda,” kata CGR lagi.

Semua karya CGR memang banyak dikoleksi oleh warga Belanda, bahkan menurut sumber CGR salah satu sastrawan Betawi yang karyanya sangat diperhitungkan di negara Kincir Angin tersebut. Tak heran bila beberapa karya CGR diterbitkan atas bantuan Negara Belanda. Misalnya pada 2013-2015 Belanda memberi dana cetak dua judul novel Sastra Indische untuk masing-masing 1000 eks dalam hardcover dan semua hasil cetakan menjadi hak Penerbit Padasan yang dia dirikan tahun 2011.

“Pemda DKI lebih peduli sama Ormas, yang kerap berbagi uang ketimbang dengan produk intelektual demi mencerdaskan anak bangsa,” ungkap CGR sambil tersenyum penuh arti.

Lebih jauh CGR menambahkan, Pemprov DKI Jakarta melalui Pram-Rano beberapa gerakannya terkait sejarah dan budaya Betawi terlalu dangkal dan terlalu seremonial. Padahal banyak yang bisa lebih digali.

“DKI Jakarta harusnya lebih mencorong daripada daerah-daerah lainnya dari sisi gagasan dan ide. Itulah akibat tim ahli yang tidak ahli karena diambil berdasarkan koneksi dan relasi, bukan kompetensi dan prestasi,” tutup CGR.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Trending di ANJUNGAN