Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

NASIONAL

CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda

Avatar photobadge-check


 CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda Perbesar

WartaTrans.com — Sastrawan dan budayawan Betawi – Chairil Gibran Ramadhan (CGR) beberapa hari lalu (12/11/2025) mendapat penghargaan dari UHAMKA atas kiprahnya dalam dunia sastra, wabil khusus Sastra Betawi.

Namun dalam acara tersebut CGR mengaku pernah menolak bantuan dari Disbud Pemda DKI terkait untuk menerbitkan buku karyanya.

“Bulan lalu buku saya mau diterbitkan Disbud DKI,  tapi cuma 30 eksemplar. Akhirnya saya tolak. Judul buku yang akan didanai pencetakannya: “Kembang Kelapa: Setangkle Catatan Budaya Betawi – Dari Batavia sampai Jakarta, yang waktu itu akan dicetak Oktober 2025,” ungkap CGR, Jumat (14/11/2025).

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan  karena menurut CGR, semua ruang giatnya terkait pelestarian budaya Betawi melalui karya sastra di ketahui oleh negara Belanda.

“Kasian mereka nanti, malu sama Belanda. Karena semua kegiatan saya nyampe ke Belanda,” kata CGR lagi.

Semua karya CGR memang banyak dikoleksi oleh warga Belanda, bahkan menurut sumber CGR salah satu sastrawan Betawi yang karyanya sangat diperhitungkan di negara Kincir Angin tersebut. Tak heran bila beberapa karya CGR diterbitkan atas bantuan Negara Belanda. Misalnya pada 2013-2015 Belanda memberi dana cetak dua judul novel Sastra Indische untuk masing-masing 1000 eks dalam hardcover dan semua hasil cetakan menjadi hak Penerbit Padasan yang dia dirikan tahun 2011.

“Pemda DKI lebih peduli sama Ormas, yang kerap berbagi uang ketimbang dengan produk intelektual demi mencerdaskan anak bangsa,” ungkap CGR sambil tersenyum penuh arti.

Lebih jauh CGR menambahkan, Pemprov DKI Jakarta melalui Pram-Rano beberapa gerakannya terkait sejarah dan budaya Betawi terlalu dangkal dan terlalu seremonial. Padahal banyak yang bisa lebih digali.

“DKI Jakarta harusnya lebih mencorong daripada daerah-daerah lainnya dari sisi gagasan dan ide. Itulah akibat tim ahli yang tidak ahli karena diambil berdasarkan koneksi dan relasi, bukan kompetensi dan prestasi,” tutup CGR.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

DAMRI Perkuat Kompetensi Kapten Bus melalui Pelatihan Berkelanjutan

15 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Trending di NASIONAL