Menu

Mode Gelap
Yes, Bandara Husein Kantongi Sertifikat Layanan Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800 IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026 Pemerintah dan Grab Sepakati Kebijakan Baru Settlement Transaksi Pengemudi Menhub Tegaskan Pentingnya Budaya Keselamatan Bertransportasi di Jalan ASDP Percepat Realisasi Long Distance Ferry, Perkuat Konektivitas Jawa–NTT Catatan Iwan Piliang: Ketika Presiden Kerap Dihantam dan Dibenturkan dengan Rakyatnya

NASIONAL

CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda

Avatar photobadge-check


 CGR Tolak Bantuan Terbitkan Buku Dari Pemda DKI Karena Malu Sama Belanda Perbesar

WartaTrans.com — Sastrawan dan budayawan Betawi – Chairil Gibran Ramadhan (CGR) beberapa hari lalu (12/11/2025) mendapat penghargaan dari UHAMKA atas kiprahnya dalam dunia sastra, wabil khusus Sastra Betawi.

Namun dalam acara tersebut CGR mengaku pernah menolak bantuan dari Disbud Pemda DKI terkait untuk menerbitkan buku karyanya.

“Bulan lalu buku saya mau diterbitkan Disbud DKI,  tapi cuma 30 eksemplar. Akhirnya saya tolak. Judul buku yang akan didanai pencetakannya: “Kembang Kelapa: Setangkle Catatan Budaya Betawi – Dari Batavia sampai Jakarta, yang waktu itu akan dicetak Oktober 2025,” ungkap CGR, Jumat (14/11/2025).

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan  karena menurut CGR, semua ruang giatnya terkait pelestarian budaya Betawi melalui karya sastra di ketahui oleh negara Belanda.

“Kasian mereka nanti, malu sama Belanda. Karena semua kegiatan saya nyampe ke Belanda,” kata CGR lagi.

Semua karya CGR memang banyak dikoleksi oleh warga Belanda, bahkan menurut sumber CGR salah satu sastrawan Betawi yang karyanya sangat diperhitungkan di negara Kincir Angin tersebut. Tak heran bila beberapa karya CGR diterbitkan atas bantuan Negara Belanda. Misalnya pada 2013-2015 Belanda memberi dana cetak dua judul novel Sastra Indische untuk masing-masing 1000 eks dalam hardcover dan semua hasil cetakan menjadi hak Penerbit Padasan yang dia dirikan tahun 2011.

“Pemda DKI lebih peduli sama Ormas, yang kerap berbagi uang ketimbang dengan produk intelektual demi mencerdaskan anak bangsa,” ungkap CGR sambil tersenyum penuh arti.

Lebih jauh CGR menambahkan, Pemprov DKI Jakarta melalui Pram-Rano beberapa gerakannya terkait sejarah dan budaya Betawi terlalu dangkal dan terlalu seremonial. Padahal banyak yang bisa lebih digali.

“DKI Jakarta harusnya lebih mencorong daripada daerah-daerah lainnya dari sisi gagasan dan ide. Itulah akibat tim ahli yang tidak ahli karena diambil berdasarkan koneksi dan relasi, bukan kompetensi dan prestasi,” tutup CGR.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026

28 Juli 2026 - 15:17 WIB

Alam Urbach Gabung Tuaipuja, Siap Rilis LP Perdana dengan 12 Lagu

28 Juli 2026 - 10:42 WIB

Halimah Munawir: Puisi Adalah Ruang untuk Merawat Kemanusiaan dan Menjaga Nurani

28 Juli 2026 - 10:24 WIB

Sastra Masuk Sekolah Hadir di SMA Negeri 71 Jakarta, Siswa Dilatih Menulis Puisi dan Cerpen

28 Juli 2026 - 10:16 WIB

Aktor dan Ceh Didong Kabri Wali Apresiasi Anugerah Adiluhung LK Ara, Dukung Didong Gayo Menuju UNESCO

28 Juli 2026 - 10:08 WIB

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

Kirab Budaya Saparan: Kecamatan Borobudur, Wadah Kebudayaan yang Merajut Keutuhan dalam Kebersamaan

27 Juli 2026 - 11:09 WIB

Betawi Academia Diharapkan Dukung Penerbitan Edisi Kedua Kembang Goyang

27 Juli 2026 - 05:51 WIB

Pemegang Rekor MURI Muda Balia Tampil di Sophie’s Sunset Library 2.0

27 Juli 2026 - 05:42 WIB

Trending di SENI BUDAYA