Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

JALUR

Evaluasi Nataru, Ditjen Hubdat Catat 3 Aspek ini

badge-check


 Evaluasi penyelenggaraan Nataru 2025/2026 Perbesar

Evaluasi penyelenggaraan Nataru 2025/2026

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan mengatakan, masih terdapat beberapa aspek yang menjadi perhatian penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Dia menyampaikan hal tersebut saat membuka rapat evaluasi pelaksanaan pelayanan transportasi selama periode Nataru di Jakarta Kamis (15/1/2026).

“Sejumlah hal tetap menjadi perhatian sebagai bahan evaluasi, terutama dalam aspek keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, dan kesiapan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode berikutnya,” urainya.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni pentingnya penambahan personel di titik-titik penyekatan, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat puncak mobilitas masyarakat.

“Selain itu, perihal pembagian pelabuhan terutama jalur Merak-Bakauheni perlu ada penambahan ketersediaan kapal di pelabuhan alternatifnya seperti Ciwandan dan BBJ,” kata dia.

Kemudian Mudik Gratis arahan Menhub, untuk ditambah kuota dan kota tujuan, ini penting untuk mengalihkan dari penggunaan sepeda motor atau mobil pribadi sehingga dapat meningkatkan kelancaran dan keselamatan.

Kendati demikian, pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali sesuai kebijakan serta rencana operasi yang disusun.

Dia berharap pelaksanaan Nataru tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Rizal memaparkan, hasil evaluasi BKT yang menunjukkan pergerakan angkutan penyeberangan pada periode angkutan Nataru mengalami peningkatan sebesar 35,05% dibandingkan Nataru tahun lalu.

Sementara, pada angkutan jalan mengalami penurunan sebesar 5,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dalam hal kecepatan dan waktu tempuh rata-rata kumulatif kendaraan di ruas jalan tol Jakarta – Semarang terdapat peningkatan dari periode yang sama tahun lalu dari 81,54 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 21 menit menjadi 85,69 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit,” imbuhnya.

Untuk ruas tol Semarang – Jakarta juga mengalami peningkatan dibandingkan angkutan Nataru tahun sebelumnya, dari kecepatan 77,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 38 menit menjadi 85,73 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam 4 menit.

Indeks kepuasan masyarakat pengguna angkutan jalan untuk penyelenggaraan Nataru 2025/2026 sebesar 85,32% dari yang sebelumnya sebesar 83,98%.

Untuk angkutan penyeberangan, pada tahun ini 93,31% masyarakat merasa puas, terdapat peningkatan dari tahun sebelumnya yakni 89,59%.

Di sisi lain, Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol. Aries Syahbudin menerangkan pada penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini terdapat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 247 kejadian atau 7,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Korban meninggal dunia menurun sebanyak 150 orang atau 27,12% dan kerugian materil mengalami penurunan sebesar 3,13%,” ujarnya.

Adapun, pihaknya menuturkan jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas pada angkutan Nataru tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 1.264 perkara atau 3%.

Rinciannya, penindakan melalui ETLE sebanyak 25.891 atau 57,6%, penindakan melalui Non ETLE sebanyak 3.532 atau 7,5%, dan teguran sebanyak 15.535 perkara atau 34,6%.

Sementara itu, meski sudah ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas saat periode Nataru 2025/2026, berdasarkan data yang dihimpun dari Jasa Marga memperlihatkan.

Ada 63% kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melakukan pelanggaran pembatasan di jalan tol.

Selain itu, ada 36% kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melanggar di jalur arteri.

“Kami berharap hasil evaluasi penyelenggaraan angkutan Nataru dari tiap-tiap stakeholders dapat menjadi saran atau rekomendasi dasar dalam penyusunan strategi rencana operasi angkutan lebaran tahun ini. Sehingga nantinya pelaksanaannya bisa berjalan lebih baik lagi,” tutup Aan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Hanya Rp100 Ribu, DAMRI Hubungkan Grand Metropolitan Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

14 Agustus 2026 - 06:58 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Molinas Ramaikan Pilihan bagi Pengguna Motor Listrik

14 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, DAMRI Hadirkan Layanan KSPN Kawah Ijen

12 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Pengamat: Penerapan Zero ODOL 2027, Akankah Sesuai Rencana?

11 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Trans Saijaan Resmi Beroperasi, DAMRI Siap Perkuat Konektivitas Transportasi di Kotabaru

11 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Berbasis Teknologi, Kemenhub Luncurkan ETLE HUB

10 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Kemenhub Catat hingga Agustus, 74,57% Kendaraan Angkutan Barang Patuhi Aturan

10 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Trending di JALUR