Menu ✖

Mode Gelap
Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika Hore, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali, Antrean Menyusut jadi 0,5 KM 2 Tower Baru Blok M, Properti dan TOD Masuk Fase Eksekusi Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Fluktuatif, Mobilitas Aglomerasi Terus Tumbuh Qantas Group Bidik Ekspansi Indonesia, Ajukan 4.539 Kursi per Pekan Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

Uncategorized

Ferly Halim Wujudkan Mimpi Menjadi Sutradara Lewat Film Perdana Takkan Kubiarkan Kau Menangis

badge-check


 Ferly Halim Wujudkan Mimpi Menjadi Sutradara Lewat Film Perdana Takkan Kubiarkan Kau Menangis Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Setelah bertahun-tahun berkarya sebagai aktris, Ferly Halim kini membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Perempuan yang dikenal aktif di dunia hiburan itu resmi menjalani debut sebagai sutradara melalui film drama keluarga Takkan Kubiarkan Kau Menangis.

Film produksi Langit Pictures Indonesia tersebut menjadi tonggak penting bagi Ferly karena untuk pertama kalinya ia berada di balik layar sebagai pengarah cerita. Tak hanya itu, ia juga terlibat sebagai produser, menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan proyek yang memiliki makna mendalam bagi dirinya.

“Menjadi sutradara memang salah satu impian saya. Setelah cukup lama berada di depan kamera, saya merasa tertantang untuk mencoba perspektif yang berbeda dalam dunia perfilman,” kata Ferly Halim saat ditemui di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026).

Perjalanan Ferly menuju kursi sutradara tidak terjadi secara instan. Pengalaman bertahun-tahun sebagai pemain film dan sinetron memberinya kesempatan memahami berbagai aspek produksi, mulai dari pengembangan karakter hingga proses kreatif di balik sebuah karya.

Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly memilih mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan banyak orang, yakni hubungan antara ibu dan anak. Menurutnya, konflik keluarga sering kali lahir bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

Ia menggambarkan bagaimana seorang anak kerap menilai ibunya terlalu mengekang, sementara sang ibu sebenarnya berusaha melindungi anaknya dengan cara yang ia yakini benar. Ketika keduanya gagal saling memahami, lahirlah jarak emosional yang semakin lebar.

“Film ini berbicara tentang kasih sayang yang tidak selalu bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kadang seseorang terlihat keras, padahal sebenarnya sangat peduli,” ujarnya.

Kedekatan tema film dengan kehidupan pribadi menjadi alasan lain mengapa proyek ini terasa istimewa bagi Ferly. Ia mengakui sejumlah adegan dan dialog terinspirasi dari pengalaman bersama ibunya. Bahkan, judul film tersebut berangkat dari janji yang pernah ia ucapkan kepada sang ibu.

Nuansa personal itu semakin kuat karena Ferly juga terlibat dalam penciptaan lagu yang menjadi bagian dari film. Lagu tersebut dibuat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta kepada ibunya, sehingga mampu memperkuat emosi yang ingin disampaikan dalam cerita.

Sebagai sutradara, Ferly juga memberikan perhatian besar pada proses pemilihan pemain. Ia menggandeng sejumlah nama seperti Shanty, Aryo Wahab, Didi Riyadi, dan Ari Irham untuk menghidupkan karakter dalam film.

Karena kisahnya berkaitan erat dengan dunia musik, para pemain dituntut tidak hanya mampu berakting, tetapi juga memiliki kemampuan bermusik atau kesediaan untuk berlatih secara intensif.

“Kami mencari pemain yang bisa menyanyi atau memainkan alat musik. Kalau belum bisa, mereka harus siap belajar. Yang terpenting adalah kemauan untuk mendalami karakter,” jelasnya.

Bagi Ferly, keberhasilan menyelesaikan film ini menjadi bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas usia maupun profesi. Setelah sukses membangun karier sebagai aktris, ia kini siap mengembangkan kreativitasnya dari balik layar.

Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly Halim tidak hanya memperkenalkan dirinya sebagai sutradara baru, tetapi juga menghadirkan sebuah karya yang lahir dari pengalaman pribadi, cinta kepada keluarga, dan keyakinan bahwa komunikasi adalah kunci untuk menjaga hubungan yang paling berharga dalam hidup.*** (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika

2 Oktober 2026 - 19:50 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di NASIONAL