Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

KABIN

Garuda Indonesia dan Citilink Beri Diskon Harga Tiket Libur Lebaran

badge-check


 Armada Garuda Indonesia Perbesar

Armada Garuda Indonesia

Wartatrans.com, JAKARTA – Garuda Indonesia Group melalui Garuda Indonesia dan Citilink menyambut positif kebijakan Pemerintah Republik Indonesia terkait penurunan harga tiket penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik.

Kebijakan stimulus ini dinilai mencerminkan konsolidasi kebijakan lintas sektor yang strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta penguatan ekosistem aviasi nasional pada periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M.

“Garuda Indonesia telah melakukan menyesuaikan harga tiket penerbangan kelas ekonomi pada rute domestik untuk pembelian melalui seluruh kanal penjualan mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan periode penerbangan 14–29 Maret 2026, sesuai ketentuan PMK Nomor 4 Tahun 2026, KP-DJPU 27 Tahun 2026, dan KM 43 Tahun 2026,” tutur Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, Kamis (12/2/2026).

Selaras dengan itu, Citilink juga memberlakukan penyesuaian harga tiket penerbangan kelas ekonomi efektif 11 Februari 2026, guna memperluas aksesibilitas layanan transportasi udara dengan segmentasi yang saling melengkapi dalam Garuda Indonesia Group.

“Kami mendukung langkah Pemerintah dalam menghadirkan kebijakan stimulus yang terkoordinasi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kebijakan ini menegaskan pentingnya konsolidasi kebijakan secara strategis untuk memperkuat peran maskapai nasional sebagai penyedia layanan publik, khususnya pada periode peak season Lebaran,” urai Thomas.

Menurutnya, proyeksi pertumbuhan volume penumpang Lebaran 2026 menunjukkan tren positif, yang diharapkan dapat mendorong optimalisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group.

Tentu saja dengan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kualitas layanan.

Penyesuaian harga tiket Lebaran 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 17-18 persen, didukung kombinasi insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

“Ke depan, kami berharap kebijakan ini dapat menjadi fondasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem aviasi nasional. Kami percaya, sinergi antara Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar sektor penerbangan memperkuat peran sentralnya sebagai penggerak konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Thomas. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

26 September 2026 - 15:36 WIB

Bukaka Pasok 56 Garbarata Generasi Baru untuk Terminal 3 Changi

25 September 2026 - 21:31 WIB

Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax

24 September 2026 - 17:00 WIB

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla pada Penerbangan di Kalimantan

23 September 2026 - 03:52 WIB

6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

22 September 2026 - 15:37 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Pelita Air Bagikan Ratusan Tiket Nonton Gratis MotoGP di Mandalika

19 September 2026 - 13:19 WIB

Trending di EKOBIS