Menu ✖

Mode Gelap
Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026 Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP KAI Group Layani 394,4 Juta Pelanggan hingga September 2026, Tumbuh 7,06 Persen Kendaraan Roda Tiga, Menakar Peluang dan Tantangan jadi Angkutan Umum Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

SENI BUDAYA

Kadisbudpar Jabar Iendra Sofyan Buka Pameran “KDM”, Seni Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan

badge-check


 Kadisbudpar Jabar Iendra Sofyan Buka Pameran “KDM”, Seni Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG BARAT — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si., membuka pameran seni bertajuk “KDM: Kepemimpinan, Dedikasi dan Masa Depan” di Galeri Panyawangan, Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Senin (17/8/2026).

Pameran yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia itu menghadirkan karya puluhan seniman dengan beragam pendekatan artistik. Pameran dikuratori oleh Mayek Prayitno.

Tema kepemimpinan dalam pameran ini tidak semata-mata diterjemahkan melalui sosok atau figur pemimpin. Karya-karya yang ditampilkan justru mengajak pengunjung melihat kembali hubungan antara manusia, kekuasaan, tanggung jawab, pengabdian, dan harapan terhadap masa depan.

Iendra Sofyan (batik biru) ikut menggoreskan warna saat melukis bersama.

Bagi Iendra Sofyan, ruang seni memiliki posisi penting dalam kehidupan kebudayaan. Seni bukan hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, kritik, kegelisahan, sekaligus refleksi masyarakat.

“Pameran ini menjadi ruang yang sangat baik untuk merefleksikan makna kepemimpinan, dedikasi, dan masa depan. Seni memberikan kebebasan kepada para seniman untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka melalui karya,” ujar Iendra dalam acara pembukaan.

Menurut Iendra, Jawa Barat memiliki kekayaan seni dan budaya yang besar. Karena itu, ruang-ruang ekspresi bagi seniman perlu terus diperkuat agar kebudayaan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap tumbuh mengikuti perkembangan masyarakat.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat – Iendra Sofyan dan Yuli Riban potong pita pembukaan pameran.

“Jawa Barat memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Karena itu, ruang seperti ini harus terus kita hidupkan agar para seniman memiliki tempat untuk berkarya, berekspresi, sekaligus berdialog dengan masyarakat,” katanya lagi.

Pameran KDM menawarkan pembacaan yang lebih luas mengenai kepemimpinan. Melalui realisme, pendekatan figuratif, dan berbagai eksplorasi visual, para seniman menghadirkan perspektif masing-masing tentang pemimpin, pengabdian, kekuasaan, serta masa depan.

Dalam konteks kebudayaan, seni memiliki kemampuan untuk mengusik kenyamanan. Sesuatu yang dianggap biasa dapat dipertanyakan kembali melalui sebuah karya.

Karena itu, pameran ini tidak harus dipahami sebagai ilustrasi mengenai seorang pemimpin. Ia dapat dibaca sebagai ruang untuk mempertanyakan apakah kekuasaan masih memiliki hubungan dengan pengabdian atau justru berubah menjadi tujuan bagi dirinya sendiri.

Iendra mengatakan, tema kepemimpinan juga berkaitan erat dengan pembangunan karakter masyarakat.

Hiburan musik di acara pembukaan.

“Kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau kekuasaan, tetapi juga tentang dedikasi, tanggung jawab dan bagaimana kita memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui seni, nilai-nilai tersebut dapat direnungkan dan dibaca dari berbagai perspektif,” ujarnya.

Pameran tersebut melibatkan sejumlah seniman, antara lain Abdurahman Abro, Achmad Syahri, Agusugih, Anton Susanto, Arief Aksa, Ary D Cahyono, Cut Syifa, Deden Hamdani, Dede A Sofyan, Dede Priana, Diah Rachmawati, Diah Dinata, Epi Gunawan, Farel Riza Kurniawan, Handoyo JJ, Heri Heriana, Idris Brandy, Iskandar Abeng, Marwan, Moh. Sobirin, Moya Komarudin, Nata Suryadi Leeman, Ni Made Sriandani, Patra Suwanda, Prasetya Gautama, Priharyono, Putra Gara, Raphael Jason, Rosid, R Yadi Tjahyadi, Suherman, Supriatna, Teddy Suchyar, Maria Tiwi, Tukiyan Wempi, Wahono Mukti, Warlih, dan Yuli Riban.

Keragaman seniman sekaligus media yang digunakan menjadi salah satu kekuatan pameran. Gagasan tentang masa depan tidak disampaikan melalui satu bahasa visual, melainkan melalui beragam pengalaman dan sudut pandang.

Para perupa di ruang pameran.

Sementara Yuli Riban, Pelaksana Pameran dari Ruang Darmin menambahkan, keberadaan pameran seperti ini menjadi penting karena mempertemukan seniman dengan masyarakat. Galeri tidak hanya menjadi tempat memajang karya, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan.

“Pada akhirnya, “KDM: Kepemimpinan, Dedikasi dan Masa Depan” mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar persoalan jabatan. Di dalamnya terdapat pertanyaan tentang tanggung jawab, dedikasi, keberpihakan, dan warisan yang akan ditinggalkan bagi generasi mendatang,” ungkap Yuli.

Melalui seni, pertanyaan itu tidak harus dijawab secara tunggal. Justru dengan membuka ruang tafsir, masyarakat diberi kesempatan untuk melihat kembali makna kepemimpinan dan masa depan dari jarak yang berbeda.*** (Asbuy)

Baca Lainnya

Zulfikar Kirbi, Seni Harus Terus Mengalir, Jangan Sampai Berhenti

7 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Hadirkan Semangat Persahabatan Lintas Negara di USK

7 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Wahyu Zein, Penyany Sekaligus Komposer Rilis EP dan Sukses Tembus 8 Ribuan Montly Listeners di Spotify

5 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Digelar di USK, Hadirkan Seniman dari Berbagai Negara

5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Erna Santoso: Batik Harus Dicintai Generasi Muda

4 Oktober 2026 - 05:08 WIB

Wartatrans Support Musik Indonesia Lewat Gigzi ‘Asupan Gizi Para Musisi’

3 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Di Hari Batik Nasional, Halimah Munawir Angkat Kekayaan Batik dalam Novel Padmi

3 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika

2 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Trending di RAGAM