Wartatrans.com, JAKARTA — Pameran Maestro Film Indonesia 2026 akan menghadirkan sosok penting dalam perjalanan perfilman dan kebudayaan Indonesia, Asrul Sani. Pameran bertajuk “Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini” tersebut akan berlangsung pada 21–30 Agustus 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Pameran ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus menelusuri perjalanan Asrul Sani sebagai salah satu maestro film Indonesia. Tidak hanya melalui karya-karya yang ditinggalkannya, pengunjung juga diajak melihat gagasan, pemikiran, dan jejak kreatif yang turut membentuk perkembangan kebudayaan serta perfilman nasional.

“Sebagian tokoh dikenang melalui karyanya, sebagian lagi melalui lintasan gagasannya. Asrul Sani adalah keduanya,” demikian pengantar pameran yang mengajak masyarakat menyelami perjalanan sang maestro.
Asrul Sani dikenal sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam dunia seni dan kebudayaan Indonesia. Kiprahnya tidak berhenti pada satu bidang, melainkan melintasi sastra, teater, film, hingga pemikiran kebudayaan. Karena itu, pameran ini diharapkan tidak sekadar menjadi ruang nostalgia, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi hari ini untuk memahami gagasan dan warisan kreatif yang pernah ia bangun.
Melalui tema “Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini”, perjalanan Asrul Sani ditempatkan dalam konteks yang lebih luas: bagaimana karya dan pemikirannya dari masa lalu tetap memiliki hubungan dengan kehidupan kebudayaan Indonesia hari ini.
Pameran Maestro Film Indonesia 2026 terbuka gratis untuk masyarakat umum. Kehadiran pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi bagi pecinta film, seniman, pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, sekaligus masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat sosok dan perjalanan Asrul Sani.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal lima hari lagi, masyarakat Jakarta dan sekitarnya dapat mulai menjadwalkan kunjungan ke Taman Ismail Marzuki pada 21–30 Agustus 2026.
Pameran ini menjadi pengingat bahwa sejarah perfilman Indonesia tidak hanya dibangun oleh gambar bergerak di layar, tetapi juga oleh gagasan, keberanian berkarya, dan jejak pemikiran para tokoh yang melahirkan karya-karya penting bagi bangsa.*** (Septi)





























