Menu ✖

Mode Gelap
Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK APPSI Aceh Siap Kawal Rantai Pasok MBG, Cegah Monopoli dan Lindungi Pedagang Lokal Wali Kota Semarang Bantah Gedung Pandanaran Dijadikan Hotel, MP3 dan Warganet Tidak Percaya Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Bertransaksi Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur Yes, MotoGP Mandalika 2026 Gairahkan Penerbangan

EKOBIS

Mendag dan Menhub Tinjau Pemasaran UMKM di Stasiun Gambir, Dorong Promosi Saat Angkutan Lebaran 2026

badge-check


 Mendag dan Menhub Tinjau Pemasaran UMKM di Stasiun Gambir, Dorong Promosi Saat Angkutan Lebaran 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke area Stasiun Gambir untuk meninjau langsung pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipasarkan melalui layanan kereta api.

Kunjungan pada Selasa (24/2/2026) sore ini menjadi bagian dari upaya mendorong promosi produk UMKM selama periode Angkutan Lebaran 2026.

UMKM yang dihadirkan merupakan hasil kolaborasi antara KAI Services dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sinergi ini diimplementasikan melalui program business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan KAI Services, sehingga semakin banyak produk pangan lokal dapat mengisi jaringan bisnis KAI Services.

Produk UMKM tersebut dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari penjualan di atas kereta api melalui kereta makan, Loko Café yang tersebar di berbagai stasiun, hingga gerai Gerbong Oleh-Oleh di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui berbagai kanal penjualan milik KAI Services.

“Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang bisa masuk. Nanti kami bantu untuk pemasaran, baik di atas kereta maupun di Loko Café karena memang channel penjualan kami ada di kedua tempat tersebut,” ujar Krisna saat didampingi Director Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestar, di Stasiun Gambir, Selasa.

Menurutnya, fasilitas yang disediakan KAI Services menjadi bentuk dukungan nyata dalam mendorong UMKM naik kelas serta sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat sektor usaha kecil melalui ekosistem transportasi publik.

“Dengan adanya fasilitas dari KAI Services ini tentu mendorong UMKM untuk berkembang. Berdagang bisa naik kelas. Ini juga punya visi besar, tidak hanya KAI, tetapi moda transportasi lain juga memungkinkan untuk berperan,” katanya.

Krisna menjelaskan potensi pasar di kereta api sangat besar, terutama pada kereta jarak jauh yang memiliki layanan makanan, sehingga menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.

“Potensi penumpang kereta api cukup banyak, terutama kereta jarak jauh. Harapannya produk mereka bisa diterima masyarakat dan menjadi sarana pengenalan karena penumpang kereta kita sangat banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan produk UMKM yang telah dipasarkan di kereta diharapkan dapat merambah ke moda transportasi lain maupun kanal penjualan lainnya.

Dari sisi pelanggan, kolaborasi ini juga memberikan manfaat karena pilihan makanan dan camilan di atas kereta menjadi semakin beragam.

“Benefitnya banyak, teman-teman UMKM bisa menjual produknya, pelanggan juga punya lebih banyak pilihan makanan dan camilan di atas kereta. Kolaborasi ini manfaatnya ke semua pihak, ke pemerintah sebagai program, ke UMKM untuk jualan, dan ke pelanggan,” jelas Krisna.

Terkait keberlanjutan program, KAI Services akan melakukan evaluasi secara berkala. Saat ini kerja sama dilakukan dengan kontrak selama satu tahun dan terbuka kemungkinan untuk penambahan UMKM baru.

“Kita akan evaluasi lagi. Kontrak kerja sama selama satu tahun dan memungkinkan untuk diperpanjang atau ditambah UMKM lain. Target kami sebanyak mungkin,” katanya.

Krisna menegaskan KAI Services menaruh perhatian besar terhadap pengembangan UMKM, tercermin dari banyaknya produk yang dijual maupun bahan baku yang digunakan berasal dari pelaku usaha lokal.

“Kami menaruh perhatian besar ke UMKM. Terbukti banyak produk yang kami jual maupun bahan baku yang kami gunakan merupakan produk UMKM atau buatan dalam negeri,” pungkasnya.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Bertransaksi

9 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur

9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

ASDP Sabet Indonesia Logistics Awards 2026

9 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Sasar 1.115 Penerima Manfaat, ASDP Luncurkan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah

9 Oktober 2026 - 09:58 WIB

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi

8 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya

8 Oktober 2026 - 18:17 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir

8 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Trending di ANJUNGAN