Menu

Mode Gelap
Menelusuri Jejak Willem I hingga Jalur Bergerigi, Museum Ambarawa Simpan Sejarah Panjang Kereta Api Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO FIFGROUP Raih Penghargaan GP2SP DKI Jakarta KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI Pelindo Regional 4 Gandeng BNN Edukasi Antinarkoba di Kalangan Pelajar IPC TPK Cetak Kinerja Positif Hingga Agustus 2026, Catat Pertumbuhan Volume Petikemas 8,37 Persen

PERON

Menhub: Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Capai 106 Orang, Layanan KRL Ditargetkan Kembali Beroperasi Rabu Siang

badge-check


 Menhub: Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Capai 106 Orang, Layanan KRL Ditargetkan Kembali Beroperasi Rabu Siang Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan jumlah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mencapai 106 penumpang. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Hal itu disampaikan Dudy saat memberikan pembaruan penanganan insiden bersama Direktur Utama KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta jajaran terkait di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Rabu (29/4/2026).

“Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan jumlah penumpang, sebagaimana yang kami update di hari sebelumnya, pada hari ini kami juga ingin menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang dan yang luka-luka 91,” ujar Dudy.

Ia menambahkan, dari 91 korban luka, sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang.

“Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali. Harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” katanya.

Terkait operasional KRL, Dudy mengatakan layanan lintas Cikarang dan Bekasi Timur ditargetkan kembali beroperasi siang ini, menunggu izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kemudian berkaitan dengan penyelenggaran KRL pada hari ini insyaallah apabila telah diberikan clearance oleh KNKT, karena KNKT adalah menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan investigasi, apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini proses persiapan tengah dilakukan, termasuk uji coba sarana dan prasarana guna memastikan stasiun siap melayani kembali perjalanan KRL.

“Yang paling utama adalah keselamatan, itu yang paling penting,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang menimbulkan korban jiwa dan gangguan perjalanan kereta.

“Kami tidak henti-hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat. Khususnya para pengguna jasa atas kejadian kemarin ini di wilayah Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan tentunya gangguan perjalanan kita,” kata Bobby.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pelanggan yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

“Permohonan maaf ini khususnya kami sampaikan kepada keluarga korban, pelanggan serta masyarakat yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Bobby turut mengapresiasi perhatian Presiden dan jajaran pemerintah yang telah menjenguk korban di RSUD Bekasi serta memberikan arahan penanganan dan pemulihan layanan.

Selain itu, KAI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah rumah sakit di Bekasi, Jakarta, Karawang, dan Cikarang.

Menurut Bobby, KAI juga tengah melakukan evaluasi internal dan eksternal untuk meningkatkan aspek keselamatan operasional serta mendukung investigasi KNKT.

“Atas kejadian ini kami dan pihak-pihak yang terkait juga telah dan sedang melakukan tentunya evaluasi internal dan eksternal,” katanya.

Terkait pemulihan jalur, Bobby menjelaskan jalur hilir telah dibuka sejak Selasa dini hari pukul 01.30 WIB, sehingga dapat dilalui kereta jarak jauh dari arah timur. Sementara jalur hulu telah dibersihkan dari puing-puing dan siap digunakan dengan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam.

“Tadi malam jam 2 alhamdulillah yang jalur hulunya itu telah bebas dari puing-puing dan kita sudah pastikan bersama KNKT juga memastikan keselamatan pemakaian jalur ini,” katanya.

KAI juga membuka dua posko tanggap darurat di Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama 14 hari ke depan.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami, kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan,” tegas Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menelusuri Jejak Willem I hingga Jalur Bergerigi, Museum Ambarawa Simpan Sejarah Panjang Kereta Api

15 September 2026 - 06:13 WIB

KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI

14 September 2026 - 22:13 WIB

Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup

14 September 2026 - 14:15 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

12 September 2026 - 15:43 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

11 September 2026 - 21:25 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 19,24 Persen, Tembus 3,9 Juta Ton hingga Agustus 2026

11 September 2026 - 05:06 WIB

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

11 September 2026 - 01:06 WIB

Trending di PERON