Menu ✖

Mode Gelap
DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pengawasan Pemerintahan Bersama FORKABI di Cibinong, Soroti Kualitas Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah KAI Group Layani 442,5 Juta Pelanggan hingga Oktober 2026, Naik 6,86 Persen GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap dan Ditahan di Mako Brimob Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo

PERON

Menhub: Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Capai 106 Orang, Layanan KRL Ditargetkan Kembali Beroperasi Rabu Siang

badge-check


 Menhub: Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Capai 106 Orang, Layanan KRL Ditargetkan Kembali Beroperasi Rabu Siang Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan jumlah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mencapai 106 penumpang. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.

Hal itu disampaikan Dudy saat memberikan pembaruan penanganan insiden bersama Direktur Utama KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta jajaran terkait di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Rabu (29/4/2026).

“Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan jumlah penumpang, sebagaimana yang kami update di hari sebelumnya, pada hari ini kami juga ingin menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang dan yang luka-luka 91,” ujar Dudy.

Ia menambahkan, dari 91 korban luka, sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang.

“Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali. Harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” katanya.

Terkait operasional KRL, Dudy mengatakan layanan lintas Cikarang dan Bekasi Timur ditargetkan kembali beroperasi siang ini, menunggu izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kemudian berkaitan dengan penyelenggaran KRL pada hari ini insyaallah apabila telah diberikan clearance oleh KNKT, karena KNKT adalah menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan investigasi, apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini proses persiapan tengah dilakukan, termasuk uji coba sarana dan prasarana guna memastikan stasiun siap melayani kembali perjalanan KRL.

“Yang paling utama adalah keselamatan, itu yang paling penting,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang menimbulkan korban jiwa dan gangguan perjalanan kereta.

“Kami tidak henti-hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat. Khususnya para pengguna jasa atas kejadian kemarin ini di wilayah Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan tentunya gangguan perjalanan kita,” kata Bobby.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pelanggan yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

“Permohonan maaf ini khususnya kami sampaikan kepada keluarga korban, pelanggan serta masyarakat yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Bobby turut mengapresiasi perhatian Presiden dan jajaran pemerintah yang telah menjenguk korban di RSUD Bekasi serta memberikan arahan penanganan dan pemulihan layanan.

Selain itu, KAI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah rumah sakit di Bekasi, Jakarta, Karawang, dan Cikarang.

Menurut Bobby, KAI juga tengah melakukan evaluasi internal dan eksternal untuk meningkatkan aspek keselamatan operasional serta mendukung investigasi KNKT.

“Atas kejadian ini kami dan pihak-pihak yang terkait juga telah dan sedang melakukan tentunya evaluasi internal dan eksternal,” katanya.

Terkait pemulihan jalur, Bobby menjelaskan jalur hilir telah dibuka sejak Selasa dini hari pukul 01.30 WIB, sehingga dapat dilalui kereta jarak jauh dari arah timur. Sementara jalur hulu telah dibersihkan dari puing-puing dan siap digunakan dengan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam.

“Tadi malam jam 2 alhamdulillah yang jalur hulunya itu telah bebas dari puing-puing dan kita sudah pastikan bersama KNKT juga memastikan keselamatan pemakaian jalur ini,” katanya.

KAI juga membuka dua posko tanggap darurat di Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama 14 hari ke depan.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami, kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan,” tegas Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Group Layani 442,5 Juta Pelanggan hingga Oktober 2026, Naik 6,86 Persen

3 November 2026 - 20:21 WIB

GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara

3 November 2026 - 18:54 WIB

Empat Bulan Tinggal di Hunian Senen, Sahrul: Kami Berharap Bisa Menetap Selamanya

3 November 2026 - 13:42 WIB

KAI Siapkan 250 Hunian di Senen untuk Warga yang Tinggal di Bantaran Rel, 181 Unit Masih Kosong

3 November 2026 - 12:09 WIB

Danantara Tinjau Hunian Senen, Siapkan Fasilitas Olahraga dan Relokasi Warga Bantaran Rel

3 November 2026 - 11:48 WIB

Danantara Siapkan Lapangan Mini Soccer di Hunian Senen, KAI Data Warga Bantaran Rel untuk Direlokasi

3 November 2026 - 11:39 WIB

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping

2 November 2026 - 10:46 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

1 November 2026 - 17:22 WIB

Trending di PERON