Wartatrans.com, BREBES — Rangkaian kegiatan seni mural dan pewarnaan yang digelar di kawasan Wahana Wisata Walicung, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, tidak hanya menghasilkan karya-karya visual yang menarik, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarseniman dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemilik Wahana Wisata Walicung, Haji Udin, mengaku terharu dan puas menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa seni mampu menjadi media yang efektif untuk menyatukan berbagai latar belakang budaya dan daerah.

Usai kegiatan utama berakhir, para peserta tidak langsung kembali ke daerah masing-masing. Mereka memilih melanjutkan kebersamaan dengan bersilaturahmi di Galeri Hanjuang milik Abdul Ghofar atau yang akrab disapa Gus PanK.
Para seniman yang hadir berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Surabaya, Jakarta, Karawang, Purwokerto, Banjarnegara, Pekalongan, Pemalang, Semarang, Magelang, dan sejumlah wilayah lainnya. Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, serta memperkuat jejaring antarpegiat seni mural dan seni rupa.
Momen paling berkesan terjadi menjelang pelaksanaan Sholat Jumat, Jumat (12/6/2026). Dalam suasana penuh keakraban, para peserta secara spontan menciptakan sebuah karya kolaboratif di atas kanvas berukuran 90 x 120 sentimeter.
Kanvas yang semula kosong mulai diisi dengan goresan pertama oleh Queensa dari Jakarta. Selanjutnya, Haji Udin turut memberikan sentuhan pada karya tersebut sebelum diikuti oleh seluruh peserta secara bergantian. Masing-masing menyumbangkan ide, warna, dan ekspresi seni yang kemudian menyatu menjadi sebuah karya yang utuh.
Karya kolaboratif tersebut menjadi simbol persaudaraan, kolaborasi, dan semangat kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Lebih dari sekadar lukisan, karya itu merepresentasikan keberagaman yang berpadu harmonis melalui bahasa universal bernama seni.
“Karya ini menjadi bukti bahwa seni mampu menjembatani perbedaan dan menyatukan banyak jiwa kreatif dalam satu tujuan yang sama,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan mural dan silaturahmi tersebut, Wahana Wisata Walicung tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya seni yang sarat nilai persatuan, kreativitas, dan kebudayaan. Sebuah karya agung yang tercipta dari kebersamaan, serta menjadi kenangan berharga bagi seluruh seniman yang hadir di Bumiayu.*** (Priyo)



























