Wartatrans.com, JAKARTA — Perrmodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas dampak program pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah. Hingga pertengahan 2026, perusahaan telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar yang mayoritas merupakan perempuan prasejahtera dengan peran penting sebagai penopang ekonomi keluarga.
PNM menegaskan bahwa fokus perusahaan bukan semata-mata menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan layanan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan usaha dan penguatan kapasitas diri para nasabah.

Pendekatan tersebut dinilai membuahkan hasil. Berdasarkan kajian independen INDEKSTAT pada 2025, rata-rata pendapatan bersih nasabah meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan atau bertambah sekitar Rp875 ribu. Selain itu, kemampuan mengembangkan usaha juga mengalami kenaikan hampir 29 persen, mencerminkan semakin kuatnya daya saing pelaku usaha ultra mikro yang mendapat akses pembiayaan sekaligus pendampingan.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan oleh nasabah dan keluarganya.
“Tujuan utama kami bukan sekadar memberikan modal usaha, tetapi menciptakan perubahan yang berkelanjutan. PNM ingin menjadi mitra pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera agar mampu meningkatkan taraf hidup dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Kindaris kepada awak media baru baru ini.
Saat ini jaringan layanan PNM telah menjangkau 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Operasional tersebut diperkuat lebih dari 43 ribu Account Officer yang setiap hari melakukan pendampingan langsung kepada para nasabah di berbagai wilayah.
Sebagian besar penerima manfaat PNM berasal dari kelompok masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal maupun teknologi digital. Karena itu, PNM menerapkan model pemberdayaan yang tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga membangun keterampilan usaha, kepercayaan diri, dan ketahanan ekonomi keluarga.
Ke depan, PNM berkomitmen memperluas jangkauan program agar semakin banyak perempuan pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang dan naik kelas. Melalui semangat membina ekonomi keluarga sejahtera, perusahaan akan terus memperkuat pendampingan bagi jutaan nasabah di seluruh Indonesia.*** (Byl)





























