Wartatrans.com, JAKARTA — Kesuksesan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh mereka yang tampil di depan kamera. Di balik proses kreatif film horor Dosa: Penebusan atau Pengampunan, sosok Putri Masyita mengambil peran penting sebagai Co Produser yang turut mengawal jalannya produksi hingga siap ditayangkan di layar lebar.
Keterlibatan Putri dalam film yang disutradarai suaminya, Sondang Pratama, bukan sekadar bentuk dukungan keluarga. Ia terjun langsung dalam berbagai aspek produksi untuk memastikan seluruh tahapan pembuatan film berjalan sesuai rencana.

Putri mengatakan dunia produksi sudah lama menjadi bagian dari aktivitas profesionalnya. Sebelumnya, ia pernah terlibat sebagai Co Produser dalam sejumlah serial serta berbagai proyek periklanan, sehingga dinamika lokasi syuting dan proses kreatif bukanlah hal yang asing baginya.
Menurut Putri, keikutsertaannya dalam proyek tersebut didorong oleh keinginan memberikan kontribusi terbaik, terutama karena film Dosa: Penebusan atau Pengampunan menjadi debut Sondang Pratama sebagai sutradara film layar lebar.
Sementara itu, Sondang mengungkapkan perjalanan produksi film tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar muncul saat tim produksi gagal menggunakan sebuah hotel di Malang yang semula direncanakan sebagai lokasi utama pengambilan gambar.
Pihak pengelola hotel, kata Sondang, menolak memberikan izin karena khawatir citra bangunan akan terpengaruh setelah digunakan sebagai latar film horor. Kondisi tersebut membuat tim harus mencari solusi lain agar proses produksi tetap berjalan.
“Pada akhirnya kami memilih membangun set sendiri dan bahkan harus menyewa dua studio untuk memenuhi kebutuhan produksi,” ujar Sondang.
Keputusan membangun set hotel di dalam studio dinilai menjadi langkah yang paling memungkinkan. Selain memberikan keleluasaan dalam pengaturan artistik, pilihan tersebut juga membantu tim produksi menyesuaikan kebutuhan kreatif sesuai alur cerita yang diinginkan.
Bagi Sondang, pengalaman menggarap film layar lebar pertamanya memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai seluruh tahapan produksi film, mulai dari pengembangan cerita, proses syuting, pascaproduksi, hingga strategi promosi kepada publik.
Ia juga mengapresiasi peran Putri Masyita yang dinilai banyak membantu koordinasi selama produksi berlangsung. Keterlibatan Putri dalam aspek kreatif maupun manajerial membuat komunikasi antartim menjadi lebih efektif.
Selain itu, Sondang menyampaikan penghargaan kepada Produser Reza Aditya dan Executive Producer Irish Bella yang terus memberikan dukungan dan masukan selama proses produksi berlangsung.
Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 Juni 2026. Film ini menghadirkan sejumlah pemain seperti Muhammad Riza Irsyadillah, Jennifer Eve, Revaldo, Dominique Sanda, dan Dede Sunandar.
Di sisi lain, Produser Reza Aditya menjelaskan bahwa film tersebut menjadi langkah awal HAS Pictures memasuki industri film layar lebar. Selama ini, perusahaan lebih dikenal melalui produksi podcast dan berbagai konten digital yang dikembangkan di bawah HAS Creative.
Menurut Reza, genre horor dipilih karena memiliki basis penonton yang kuat di Indonesia. Selain itu, tim produksi juga telah mengantongi hak kekayaan intelektual atas cerita yang diangkat sehingga diyakini memiliki peluang besar untuk menarik perhatian penikmat film nasional.
Kehadiran Dosa: Penebusan atau Pengampunan diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah perfilman horor Indonesia, tetapi juga menjadi momentum lahirnya talenta-talenta baru di industri film Tanah Air, baik di depan maupun di belakang layar.*** (Byl)






























