Menu

Mode Gelap
Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul KA Lokal Kian Diminati, KAI Layani 4,6 Juta Pelanggan pada Semester I 2026 PTDI Relokasi ke Kertajati, Pemerintah Bidik Pasar Aviasi Rp2.200 Triliun Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

PERISTIWA

Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan

badge-check


 Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor yang dipicu curah hujan ekstrem dan cuaca buruk telah melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bahkan beberapa wilayah sudah mulai terjadi beberapa hari

Hingga Kamis (27/11/2025), sedikitnya 10 dari 23 kabupaten/kota di provinsi itu dilaporkan terdampak, menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal sementara dan infrastruktur penting rusak. Ada juga provinsi lain di Medan hingga Sumatera Barat yang mengalami banjir.

Warga terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian akibat rumah mereka terendam atau rusak.

Akibat hujan intensitas tinggi yang berlangsung sejak 18 November 2025, kondisi di banyak wilayah makin kritis. Curah hujan yang terus-menerus membuat saluran drainase jebol, sungai meluap, dan tanah menjadi labil — memicu banjir, genangan, dan longsor di sejumlah titik.

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh total.

Di beberapa daerah — seperti di wilayah terdampak — listrik dan akses komunikasi terputus, ruas jalan menganga atau tertutup air, sementara jembatan dan infrastruktur vital lainnya rusak atau ambles.

Malam tiba tanpa cahaya. Di banyak wilayah terdampak banjir di Aceh, listrik padam total.

Warga berkelompok banyak mengungsi ke bangunan sekolah dan masjid yang lebih tinggi. Diinformasikan hujan masih terjadi hingga Jumat dini hari.

Tanpa listrik, persediaan makanan menipis. Tidak ada jaringan internet, bahkan sinyal telepon pun hilang.

Warga kesulitan menghubungi keluarga atau meminta bantuan. Banyak yang tidak tahu bagaimana kondisi desa lain, bahkan tetangga kampung sekalipun.

Akses jalan banyak yang terputus akibat genangan air dan tanah longsor.

Bantuan dari pusat belum tampak. Beberapa relawan lokal berinisiatif membawa bantuan seadanya dengan alat seadanya.

Di pengungsian, rumah lerabat anak-anak menangis karena lapar dan kelelahan. Lansia menggigil karena kedinginan.

Warga menanti, dalam gelap dan diam, berharap bantuan segera datang sebelum segalanya terlambat.

Menanggapi kondisi darurat ini, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di seluruh provinsi. Status darurat tersebut berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025 guna mendukung percepatan evakuasi, distribusi bantuan darurat, dan koordinasi lintas lembaga.

Pemerintah Provinsi Aceh bersama BPBA kini fokus pada penanganan darurat, penyelamatan korban, dan pemulihan layanan dasar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta mengungsi ke tempat aman bila wilayahnya dianggap rawan banjir atau longsor.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Diduga Gunakan Sabu, Satresnarkoba Amankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat 

21 Juni 2026 - 05:01 WIB

Polisi Tingkatkan Patroli Malam, Situasi Kamtibmas Aceh Tengah Tetap Kondusif

20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Trending di JALUR