Menu ✖

Mode Gelap
Dugaan Jaringan Narkotika Internasional di Pidie, Aparat Diminta Buka Hasil Penyelidikan Menhub Dudy Apresiasi Seluruh Pihak yang Telah Bantu Evakuasi Penumpang KMP Batumandi Tani Merdeka Indonesia dan SPPG Buka Peluang Pasar Baru bagi Petani Aceh Indonesia AirAsia Dukung Kebijakan Pemerintah, Libur Nataru Harga Tiket Domestik Turun Mulai dari 12% Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme Asap Karhutla Meluas hingga NTT, Pengguna Jasa Agar Cek Status Penerbangan

PERISTIWA

Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan

badge-check


 Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor yang dipicu curah hujan ekstrem dan cuaca buruk telah melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bahkan beberapa wilayah sudah mulai terjadi beberapa hari

Hingga Kamis (27/11/2025), sedikitnya 10 dari 23 kabupaten/kota di provinsi itu dilaporkan terdampak, menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal sementara dan infrastruktur penting rusak. Ada juga provinsi lain di Medan hingga Sumatera Barat yang mengalami banjir.

Warga terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian akibat rumah mereka terendam atau rusak.

Akibat hujan intensitas tinggi yang berlangsung sejak 18 November 2025, kondisi di banyak wilayah makin kritis. Curah hujan yang terus-menerus membuat saluran drainase jebol, sungai meluap, dan tanah menjadi labil — memicu banjir, genangan, dan longsor di sejumlah titik.

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh total.

Di beberapa daerah — seperti di wilayah terdampak — listrik dan akses komunikasi terputus, ruas jalan menganga atau tertutup air, sementara jembatan dan infrastruktur vital lainnya rusak atau ambles.

Malam tiba tanpa cahaya. Di banyak wilayah terdampak banjir di Aceh, listrik padam total.

Warga berkelompok banyak mengungsi ke bangunan sekolah dan masjid yang lebih tinggi. Diinformasikan hujan masih terjadi hingga Jumat dini hari.

Tanpa listrik, persediaan makanan menipis. Tidak ada jaringan internet, bahkan sinyal telepon pun hilang.

Warga kesulitan menghubungi keluarga atau meminta bantuan. Banyak yang tidak tahu bagaimana kondisi desa lain, bahkan tetangga kampung sekalipun.

Akses jalan banyak yang terputus akibat genangan air dan tanah longsor.

Bantuan dari pusat belum tampak. Beberapa relawan lokal berinisiatif membawa bantuan seadanya dengan alat seadanya.

Di pengungsian, rumah lerabat anak-anak menangis karena lapar dan kelelahan. Lansia menggigil karena kedinginan.

Warga menanti, dalam gelap dan diam, berharap bantuan segera datang sebelum segalanya terlambat.

Menanggapi kondisi darurat ini, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di seluruh provinsi. Status darurat tersebut berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025 guna mendukung percepatan evakuasi, distribusi bantuan darurat, dan koordinasi lintas lembaga.

Pemerintah Provinsi Aceh bersama BPBA kini fokus pada penanganan darurat, penyelamatan korban, dan pemulihan layanan dasar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta mengungsi ke tempat aman bila wilayahnya dianggap rawan banjir atau longsor.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dugaan Jaringan Narkotika Internasional di Pidie, Aparat Diminta Buka Hasil Penyelidikan

23 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Seluruh Pihak yang Telah Bantu Evakuasi Penumpang KMP Batumandi

23 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pangkalan PLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batumandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

22 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Di Pati Koruptor Mendapat Simpati

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Insiden di Jalan Mambruk Dalam, Korban Jalani Penanganan Medis, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

22 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penanganan dan Pemenuhan Hak-Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dampak Karhutla, 3 Laga Bola Isenmulang Pindah Lokasi

22 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tidak bisa digunakan untuk laga kandang Isenmulang Kalteng FC di BRI Super League 2026/27

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Trending di ANJUNGAN