Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

PERISTIWA

Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan

badge-check


 Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor yang dipicu curah hujan ekstrem dan cuaca buruk telah melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bahkan beberapa wilayah sudah mulai terjadi beberapa hari

Hingga Kamis (27/11/2025), sedikitnya 10 dari 23 kabupaten/kota di provinsi itu dilaporkan terdampak, menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal sementara dan infrastruktur penting rusak. Ada juga provinsi lain di Medan hingga Sumatera Barat yang mengalami banjir.

Warga terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian akibat rumah mereka terendam atau rusak.

Akibat hujan intensitas tinggi yang berlangsung sejak 18 November 2025, kondisi di banyak wilayah makin kritis. Curah hujan yang terus-menerus membuat saluran drainase jebol, sungai meluap, dan tanah menjadi labil — memicu banjir, genangan, dan longsor di sejumlah titik.

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh total.

Di beberapa daerah — seperti di wilayah terdampak — listrik dan akses komunikasi terputus, ruas jalan menganga atau tertutup air, sementara jembatan dan infrastruktur vital lainnya rusak atau ambles.

Malam tiba tanpa cahaya. Di banyak wilayah terdampak banjir di Aceh, listrik padam total.

Warga berkelompok banyak mengungsi ke bangunan sekolah dan masjid yang lebih tinggi. Diinformasikan hujan masih terjadi hingga Jumat dini hari.

Tanpa listrik, persediaan makanan menipis. Tidak ada jaringan internet, bahkan sinyal telepon pun hilang.

Warga kesulitan menghubungi keluarga atau meminta bantuan. Banyak yang tidak tahu bagaimana kondisi desa lain, bahkan tetangga kampung sekalipun.

Akses jalan banyak yang terputus akibat genangan air dan tanah longsor.

Bantuan dari pusat belum tampak. Beberapa relawan lokal berinisiatif membawa bantuan seadanya dengan alat seadanya.

Di pengungsian, rumah lerabat anak-anak menangis karena lapar dan kelelahan. Lansia menggigil karena kedinginan.

Warga menanti, dalam gelap dan diam, berharap bantuan segera datang sebelum segalanya terlambat.

Menanggapi kondisi darurat ini, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di seluruh provinsi. Status darurat tersebut berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025 guna mendukung percepatan evakuasi, distribusi bantuan darurat, dan koordinasi lintas lembaga.

Pemerintah Provinsi Aceh bersama BPBA kini fokus pada penanganan darurat, penyelamatan korban, dan pemulihan layanan dasar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta mengungsi ke tempat aman bila wilayahnya dianggap rawan banjir atau longsor.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Prabowo Ganti Kepala BNPB di Tengah Kasus OTT KPK, Kristomei Dituntut Benahi Internal

15 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Dana Bencana Diduga Jadi Bancakan, KPK Bongkar Korupsi di BNPB: Lima Tersangka, Rp3,3 Miliar Disita

15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Lagi dan Lagi, KPK Melakukan OTT di Jawa Tengah

15 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, CGR Dorong  Penguatan Identitas Budaya Betawi 

14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran

14 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Trending di PERISTIWA