Menu

Mode Gelap
The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line

PERISTIWA

Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan

badge-check


 Banjir Meluas di Aceh: Gelap, Terisolasi, dan Menunggu Uluran Tangan Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Bencana banjir dan longsor yang dipicu curah hujan ekstrem dan cuaca buruk telah melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bahkan beberapa wilayah sudah mulai terjadi beberapa hari

Hingga Kamis (27/11/2025), sedikitnya 10 dari 23 kabupaten/kota di provinsi itu dilaporkan terdampak, menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal sementara dan infrastruktur penting rusak. Ada juga provinsi lain di Medan hingga Sumatera Barat yang mengalami banjir.

Warga terpaksa mengungsi ke lokasi pengungsian akibat rumah mereka terendam atau rusak.

Akibat hujan intensitas tinggi yang berlangsung sejak 18 November 2025, kondisi di banyak wilayah makin kritis. Curah hujan yang terus-menerus membuat saluran drainase jebol, sungai meluap, dan tanah menjadi labil — memicu banjir, genangan, dan longsor di sejumlah titik.

Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh total.

Di beberapa daerah — seperti di wilayah terdampak — listrik dan akses komunikasi terputus, ruas jalan menganga atau tertutup air, sementara jembatan dan infrastruktur vital lainnya rusak atau ambles.

Malam tiba tanpa cahaya. Di banyak wilayah terdampak banjir di Aceh, listrik padam total.

Warga berkelompok banyak mengungsi ke bangunan sekolah dan masjid yang lebih tinggi. Diinformasikan hujan masih terjadi hingga Jumat dini hari.

Tanpa listrik, persediaan makanan menipis. Tidak ada jaringan internet, bahkan sinyal telepon pun hilang.

Warga kesulitan menghubungi keluarga atau meminta bantuan. Banyak yang tidak tahu bagaimana kondisi desa lain, bahkan tetangga kampung sekalipun.

Akses jalan banyak yang terputus akibat genangan air dan tanah longsor.

Bantuan dari pusat belum tampak. Beberapa relawan lokal berinisiatif membawa bantuan seadanya dengan alat seadanya.

Di pengungsian, rumah lerabat anak-anak menangis karena lapar dan kelelahan. Lansia menggigil karena kedinginan.

Warga menanti, dalam gelap dan diam, berharap bantuan segera datang sebelum segalanya terlambat.

Menanggapi kondisi darurat ini, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di seluruh provinsi. Status darurat tersebut berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025 guna mendukung percepatan evakuasi, distribusi bantuan darurat, dan koordinasi lintas lembaga.

Pemerintah Provinsi Aceh bersama BPBA kini fokus pada penanganan darurat, penyelamatan korban, dan pemulihan layanan dasar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta mengungsi ke tempat aman bila wilayahnya dianggap rawan banjir atau longsor.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Reuni Aktivis Seni Bulungan: Temu Kangen, Mengenang Sahabat, dan Merawat Persaudaraan

31 Mei 2026 - 13:55 WIB

Artis Erna Santoso dan Penyair Halimah Munawir Berbagi Kebahagiaan Idul Adha di Kampung Nelayan

29 Mei 2026 - 08:40 WIB

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

24 Mei 2026 - 00:17 WIB

BPDAS Krueng Aceh Salurkan 2.500 Bibit untuk Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Bandang Aceh Utara

23 Mei 2026 - 12:29 WIB

Siswa SMK Plus Pelita Nusantara Kunjungi @america, Dapat Wawasan Baru Tentang Studi di Amerika

22 Mei 2026 - 10:04 WIB

Pengeboran Gas Terbakar di Blang Rubek Buket Seuntang, Warga Aceh Utara Heboh

22 Mei 2026 - 09:15 WIB

“Pesta Babi” Diputar di Cilangkap, Diskusi Mengalir dari Papua hingga Kolonialisme Modern

21 Mei 2026 - 12:37 WIB

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak)

17 Mei 2026 - 21:57 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

Trending di PERISTIWA