Menu

Mode Gelap
GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

ANJUNGAN

Ditjen Hubla Tegaskan Pelabuhan Marunda Tetap Normal Beroperasi

badge-check


 Layanan di Pelabuhan Marunda Perbesar

Layanan di Pelabuhan Marunda

Wartatrans.com, JAKARTA  – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Marunda menegaskan, seluruh kegiatan operasional kepelabuhanan di Pelabuhan Marunda berjalan normal dan efisien.

Hal tersebut diungkapkan Kepala KSOP Marunda Agus Harijanto, merespons pemberitaan yang menyebut terjadinya antrean puluhan kapal di Pelabuhan Marunda imbas Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembatasan Operasional Angkutan Barang yang berlaku selama periode Lebaran 2026.

Agus memastikan kondisi arus kunjungan kapal terpantau lancar dan terkendali berdasarkan pemantauan langsung di lapangan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk tetap tenang. Pelabuhan Marunda tetap siap melayani kegiatan logistik secara optimal,” tutur Agus, Jumat (13/3/2026).

Stockpile Luas, Bongkar Muat Tak Terganggu

Salah satu kekhawatiran utama yang beredar adalah keterbatasan lahan penumpukan barang (stockpile) di tengah pembatasan truk keluar pelabuhan.

Namun Agus memastikan fasilitas tersebut masih sangat memadai tak kekurangan.

“Komoditas seperti batubara dan batu split dapat ditampung sementara di area stockpile yang tersedia sambil menunggu pengiriman lanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan bongkar muat di dermaga sendiri sama sekali tidak terhenti. Operasional tetap berlangsung penuh 24 jam sehari.

“SKB yang diterbitkan hanya membatasi lalu lintas truk bersumbu tiga atau lebih di ruas tol dan jalan arteri tertentu — bukan aktivitas di dalam kawasan Pelabuhan,” tegas Agus.

Bagi pelaku usaha yang komoditasnya tidak masuk kategori pengecualian SKB, KSOP Marunda mengimbau agar memanfaatkan jalur alternatif yang bebas dari pembatasan guna menjaga kesinambungan rantai pasok.

Optimalisasi kapasitas stockpile yang masih tersedia juga disarankan sebagai solusi jangka pendek.

Untuk mencegah potensi hambatan operasional, Agus mengungkapkan, pihaknya menjalin koordinasi intensif dengan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), perusahaan pelayaran, dan operator pelabuhan.

Koordinasi ini memastikan setiap kendala teknis di lapangan dapat diselesaikan segera tanpa berdampak pada jadwal sandar kapal.

Ditjen Perhubungan Laut berkomitmen terus mendukung kelancaran logistik nasional, khususnya selama masa angkutan Lebaran 2026, dengan tetap mematuhi regulasi keselamatan dan ketertiban transportasi yang berlaku. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

KM Bunda Maria Kandas di Perairan Paceda, Seluruh Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

15 Agustus 2026 - 08:02 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN