Menu

Mode Gelap
Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun Bahas Peluang Kemitraan UMKM, KAI Services Hadir di Talkshow Program Campuspreneur Pengembangan Wirausaha Muda di IPB Terima Penghargaan JMSI, Mahlizar Safdi ketua Posko Rakyat Dedikasikan Piala untuk Istri, Ratusan Relawan Posko Rakyat, dan Sinergi Lintas Sektor PACE: Stigma Politik Hambat Partisipasi Masyarakat Papua dalam Pembangunan Pelanggan KA Lokal Jawa Barat Tumbuh 67,95 Persen dalam Tiga Tahun KAI Services Resmikan Mess Responsibility di Surabaya, Tingkatkan Kenyamanan Frontliner

EKOBIS

Grand Hotel De Djokja, Menghidupkan Kembali Jejak Legendaris Ikon Yogyakarta

badge-check


 Hotel bersejarah di Indonesia ada di Yogyakarta Perbesar

Hotel bersejarah di Indonesia ada di Yogyakarta

Wartatrans.com, JAKARTA – Hotel legendaris Grand Inna Malioboro kini resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, sebuah hotel bintang lima yang mengusung filosofi Heritage Legacy, Timeless Luxury.

Transformasi ini tidak sekadar pergantian nama, melainkan merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali identitas historis dan nilai budaya Yogyakarta di panggung nasional dan internasional.

Jejak sejarah Grand Hotel De Djokja berawal pada tahun 1911, ketika hotel ini dibangun seorang arsitek asal Belanda sebagai salah satu hotel termewah yang menjadi tempat persinggahan para pejabat, bangsawan, hingga tokoh- tokoh penting internasional.

Hotel ini telah menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa dan mengalami beberapa kali perubahan nama menjadi Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), dan Grand Inna Malioboro (2017).

Kini, lebih dari satu abad kemudian, hotel bersejarah ini kembali ke nama aslinya, Grand Hotel De Djokja, sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.

Transformasi ini berada di bawah naungan InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour, member dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN pariwisata dan aviasi yang memiliki komitmen kuat untuk melestarikan cagar budaya sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun global.

“Transformasi Grand Hotel De Djokja, bukan sekadar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati generasi masa kini dan mendatang. Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekadar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” tutur Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dia menyampaikan, revitalisasi Grand Hotel De Djokja adalah bagian dari komitmen dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri perhotelan modern.

Sebagai salah satu hotel pertama dan paling bersejarah di Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja telah menjadi saksi milestone sejarah dan ikon arsitektur
kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.

“Melalui inisiatif strategis The Heritage Collection, kami berupaya mengembalikan keagungan masa lalunya dengan menghadirkan pengalaman baru yang memadukan heritage dan modern luxury, tanpa menghilangkan nilai-nilai autentik bangunan ini. Kami optimistis, melalui revitalisasi ini dapat menghidupkan kembali semangat, narasi sejarah, kultural serta memperkuat posisi pariwisata berbudaya di tingkat nasional maupun global,” bebernya.

Revitalisasi Grand Hotel De Djokja tidak hanya berfokus pada pemugaran fisik dan arsitektur bangunan, namun juga tetap mempertahankan elemen dan nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya.

Dengan pelayanan berkelas dunia dan atmosfer yang memadukan sejarah dan kemewahan kontemporer, Grand Hotel De Djokja siap menghadirkan pengalaman menginap bermakna dan penuh nilai
budaya.

“Transformasi ini menjadi babak baru bagi hotel legendaris di jantung Malioboro, sebuah ikon hidup di mana sejarah, budaya, dan kemewahan berpadu dalam satu narasi abadi, menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas
dunia,” imbuhnya.

Rencananya hotel bersejarah ini akan soft opening pada 16 Maret 2026.

Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja mengungkapkan,
dalam rangka menyambut soft opening, Grand Hotel De Djokja menghadirkan tarif kamar spesial sebesar IDR 1.911.000 nett per kamar per malam, sudah termasuk sarapan untuk dua orang di kamar tipe Deluxe.

“Hotel akan mulai menyambut tamu pada fase soft opening pada 16 Maret 2026,” ungkapnya.

Angka 1911 bukanlah sekadar angka, melainkan penanda tahun pertama kali bangunan hotel ini didirikan.

Momentum revitalisasi bintang lima ini juga bertepatan dengan awal musim libur Idul Fitri, menjadikannya pilihan istimewa bagi para wisatawan yang telah lama menantikan kembalinya hotel legendaris di
jantung Kota Yogyakarta ini.

Untuk reservasi ke Grand Hotel De Djokja saat ini dapat melalui email:
reservations@dedjokja.com atau ke nomor WhatsApp 08112837799, atau kunjungi website kami di www.dedjokja.com. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun

13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Terima Penghargaan JMSI, Mahlizar Safdi ketua Posko Rakyat Dedikasikan Piala untuk Istri, Ratusan Relawan Posko Rakyat, dan Sinergi Lintas Sektor

13 Juni 2026 - 13:26 WIB

PACE: Stigma Politik Hambat Partisipasi Masyarakat Papua dalam Pembangunan

13 Juni 2026 - 12:50 WIB

Dukung ESG dan SDGs, IPC TPK Manfaatkan Kembali 209 Kilogram Seragam Bekas

13 Juni 2026 - 09:51 WIB

Sabuk Awan Raksasa Membentang dari Sumatra sampai Australia

13 Juni 2026 - 09:31 WIB

Mahasiswa Demo di Bundaran HI,  Aparat TNI dan Polisi Menghadang

13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Pelindo Dukung Pelestarian Ekosistem Laut, Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Hanita

13 Juni 2026 - 06:03 WIB

Juara Pilah Sampah Dapat Potongan Pajak: Strategi Baru DKI Tekan 40% Sampah dari Hotel, Restoran, Kafe

12 Juni 2026 - 20:48 WIB

Percikan Mutia: Menjadi Perekat, Bukan Pemecah

12 Juni 2026 - 16:38 WIB

Catatan Halimah Munawir: Belajar dari Iran, Berbenah untuk Indonesia

12 Juni 2026 - 16:21 WIB

Trending di RAGAM