Wartatrans.com, BANDA ACEH — Keindahan alam Aceh kembali dihadirkan melalui karya seni rupa dalam ajang “Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026” yang digelar di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah lukisan berjudul “Keindahan Alam Aceh” karya seniman Hamdi Afkar. Karya yang dibuat pada 2026 ini menggunakan media canvas dan oil Winston serta Maries, dengan pendekatan naturalisme yang menampilkan lanskap alam Aceh secara detail.
Melalui lukisan tersebut, Hamdi Afkar mencoba menangkap harmoni alam Aceh dengan memadukan panorama pegunungan, hutan, aliran sungai, perkebunan masyarakat hingga pesisir dalam satu kesatuan visual.
Pada bagian latar belakang, tampak Pegunungan Leuser berdiri megah dengan balutan kabut tipis. Perpaduan warna hijau tua, biru keunguan dan abu-abu memberikan kesan kedalaman serta jarak yang dramatis.
Sementara pada bagian tengah, seniman menghadirkan gambaran pucok krueng dengan air yang jernih dan memantulkan warna langit pagi. Suasana sejuk dan asri semakin terasa melalui penggambaran alam yang masih alami.
Pada bagian depan, hamparan perkebunan masyarakat terlihat hijau dan subur. Detail tebing batu kapur yang eksotis turut memperkaya komposisi, sekaligus memperlihatkan keberagaman bentang alam Aceh.
Hamdi menggunakan palet warna yang didominasi hijau zamrud, biru samudra, cokelat tanah dan kuning keemasan. Teknik pencahayaan sunrise digunakan untuk menghadirkan kesan dramatis, ketika sinar matahari seolah menyembur dari balik pegunungan dan menghasilkan kilauan keemasan di permukaan air serta ujung dedaunan.
Detail tekstur juga menjadi kekuatan dalam karya tersebut. Sapuan kuas yang halus pada bagian air menggambarkan riak serta transparansi kolam alami hingga batuan dasar pucok krueng. Sementara pada bagian flora, detail dedaunan dan pepohonan dibuat secara presisi untuk memberikan volume serta kesan nyata.
Karya ini tidak sekadar menawarkan keindahan visual. Hamdi Afkar juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem Aceh.
Melalui perpaduan gunung, hutan, sungai, perkebunan dan pesisir, “Keindahan Alam Aceh” menghadirkan suasana tenang, damai sekaligus magis. Lukisan tersebut menjadi bentuk kekaguman seniman terhadap kekayaan alam Aceh yang menjadi bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat.
Kehadiran karya Hamdi Afkar dalam Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 sekaligus menunjukkan bagaimana seni rupa dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan alam Aceh kepada publik, termasuk kepada para seniman dan penikmat seni dari berbagai latar belakang.*** (Kamaruzzaman)


























