Menu

Mode Gelap
KAI Group Layani 7,46 Juta Penumpang Kereta Bandara pada Semester I 2026 Pergerakan Penumpang Tembus 78 Juta, KAI Kembangkan Peron Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta Seni Gayo Kepung Jakarta, Pegayon Pentaskan Warisan Leluhur Tanoh Gayo Titiek Soeharto Apresiasi BUBK Kebumen, Produksi Udang Siklus ke-8 Diproyeksi Capai 254,5 Ton Pengguna Suite Class Compartment KAI Melonjak 64,76 Persen pada Semester I 2026 Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun

ANJUNGAN

IPC TPK Mantapkan Arah Strategis di Tahun 2026 Melalui Penguatan Operasional dan Layanan

badge-check


 IPC TPK Mantapkan Arah Strategis di Tahun 2026 Melalui Penguatan Operasional dan Layanan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menetapkan tema perusahaan tahun 2026 “Operational dan Service Excellence” sebagai langkah awal pelaksanaan Roadmap IPC TPK dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030. Penetapan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas logistik, memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Roadmap IPC TPK 2026–2030 disusun dalam tiga tahapan pengembangan, yaitu Operational & Service Excellence, Business & Connectivity Enhancement dan Sustainable Development. Ketiga tahapan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pemangku kepentingan akan layanan terminal petikemas yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing di tengah dinamika industri logistik global.

Pada tahap pertama Operational & Service Excellence, IPC TPK memfokuskan penguatan kinerja operasional dan kualitas layanan sebagai fondasi utama. Langkah ini diarahkan untuk memastikan proses bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan konsisten, sehingga memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa, pelaku logistik, dan mitra usaha.

Dalam mendukung penguatan tersebut, IPC TPK menjalankan program standardisasi, sistemisasi dan integrasi operasi terminal secara berkelanjutan, serta mempercepat digitalisasi layanan yang telah dimulai pada tahun sebelumnya guna meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi bagi pelanggan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik serta memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Pada 2026, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program transformasi digital yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.

Program tersebut antara lain implementasi Terminal Booking System (TBS) untuk meningkatkan keteraturan arus kendaraan dan pelayanan di terminal, implementasi alat pemindai peti kemas guna memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan dua sistem unggulan, yaitu PARAMA dan PRAYA. Kedua sistem ini menjadi tulang punggung pengelolaan operasional terminal yang terstandar, terintegrasi, dan berbasis data.

Selain penguatan operasional, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat perannya sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Penataan ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Sebagai bagian dari pengembangan jangka menengah, IPC TPK mulai menginisiasi perencanaan konsep hub & spoke pada terminal-terminal yang dikelola. Konsep ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antar terminal, mengoptimalkan kapasitas, serta mendukung terciptanya biaya layanan yang lebih kompetitif. Implementasi konsep tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, dan volume layanan.

Direktur Utama IPC Terminal Petikemas Guna Mulyana menyampaikan bahwa roadmap dan tema tahun 2026 disusun untuk memastikan perusahaan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. “Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujarnya.

Sebagai gambaran kesiapan layanan, pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 IPC TPK tetap melayani 7 kapal yang menandai layanan terakhir tahun 2025 dan 7 layanan pertama tahun 2026 di berbagai wilayah operasi. Aktivitas tersebut mencerminkan komitmen IPC TPK dalam menjaga kesinambungan layanan kepelabuhanan tanpa henti, termasuk pada periode transisi tahun.

Melalui penetapan tema dan Roadmap RJPP 2026–2030, IPC Terminal Petikemas optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan terminal petikemas, memperkuat konektivitas logistik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelabuhan Sape Andal Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

12 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia

12 Juli 2026 - 15:46 WIB

Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah

12 Juli 2026 - 15:44 WIB

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna

11 Juli 2026 - 15:35 WIB

PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026

11 Juli 2026 - 11:18 WIB

Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama

11 Juli 2026 - 01:56 WIB

Trending di SUMBER DAYA