Menu

Mode Gelap
Anna Latuconsina Ajak Hentikan Normalisasi Kekerasan terhadap Perempuan Lewat Bincang Buku di Gedung Parlemen Survei Deloitte: 42% Konsumen Indonesia Minati Mobil Listrik, Penjualannya Malah Jalan di Tempat Jatiwaringin Hingga Cipayung, TPA Membakar Anggaran Negara Bus Listrik Transjabodetabek Dibidik, Bisa Hemat Rp3 Triliun Setahun  Era Cashless Datang, Anak SD Lebih Cepat Kenal QRIS Dibanding Literasi Keuangan  Di Tengah Keterbatasan Keuangan Daerah, Oknum Pungut Dana Titipan Rp7 Juta Per Desa di Subulussalam  

PERON

KAI Temukan Barang Penumpang Senilai Rp 12,8 Miliar: Imbau Pelanggan Lebih Waspada Jelang Nataru

badge-check


 KAI Temukan Barang Penumpang Senilai Rp 12,8 Miliar: Imbau Pelanggan Lebih Waspada Jelang Nataru Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 11.670 barang tertinggal dengan nilai estimasi Rp12.880.191.812 pada periode Januari–Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, 3.819 merupakan barang berharga seperti handphone, laptop, dan perhiasan.

Data ini menunjukkan tingginya mobilitas pelanggan dan pentingnya menjaga barang bawaan, terutama menjelang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI terus memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan pelanggan.

“KAI meningkatkan pelayanan aman dan terpercaya melalui layanan Lost and Found. Layanan ini membantu pelanggan menemukan barang yang tertinggal di stasiun maupun di kereta api,” ujar Anne, Rabu (19/11/2025).

Pelanggan dapat melaporkan kehilangan melalui kondektur, petugas pengamanan (Polsuska), atau KAI Contact Center 121. Setelah laporan diterima, petugas melakukan penelusuran dan mengembalikan barang secara langsung jika segera ditemukan. Jika memerlukan waktu lebih lama, pelanggan akan mendapatkan informasi perkembangan pencarian.

Saat mengambil barang, pelanggan diwajibkan menunjukkan identitas diri. Informasi barang temuan juga diumumkan melalui pengeras suara di stasiun. Barang makanan hanya disimpan maksimal 1×24 jam sebelum dimusnahkan untuk menjaga kebersihan.

Seluruh barang diberi label, diverifikasi, dan dicatat dalam database Lost and Found KAI yang terintegrasi nasional. Dengan sistem ini, pelaporan dan pencarian barang dapat dilakukan di stasiun mana pun.

Menjelang masa angkutan Nataru, KAI mengimbau pelanggan untuk lebih berhati-hati.

“Kami mengajak pelanggan untuk selalu memeriksa kursi, rak bagasi, dan area sekitar sebelum turun dari kereta,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penumpang Kelas Eksekutif KAI Tembus 7,57 Juta pada Semester I 2026, Naik 18,78 Persen

18 Juli 2026 - 19:08 WIB

Penumpang Kereta di Sumatra Tembus 3,8 Juta pada Semester I 2026, Naik 11,35 Persen

18 Juli 2026 - 17:35 WIB

Petugas Pengisian Air KAI Services, Garda Senyap di Balik Nyamannya Perjalanan Kereta Api

18 Juli 2026 - 10:40 WIB

31 Tahun Argo, KAI Catat Pertumbuhan Penumpang dan Terus Kembangkan Layanan Kereta Antarkota

18 Juli 2026 - 09:32 WIB

KAI Tutup Sementara Jalur 4 dan 5 Stasiun Bogor untuk Pembangunan Kanopi Peron

18 Juli 2026 - 09:21 WIB

KAI: 61 Persen Aktivitas Penumpang Kereta Api Terjadi di Luar 10 Stasiun Terpadat

17 Juli 2026 - 22:21 WIB

KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah

17 Juli 2026 - 14:17 WIB

Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP

17 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

17 Juli 2026 - 09:58 WIB

Porseni Kereta Api 2026 Resmi Ditutup, Daop 6 Yogyakarta Raih Juara Umum

16 Juli 2026 - 20:46 WIB

Trending di PERON