Menu

Mode Gelap
5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

JALUR

Kemenhub Fokus Antisipasi Cuaca Ekstrem & Kemacetan di Jalur Semarang

badge-check


 Dirjen Aan pimpin rapat persiapan Nataru Perbesar

Dirjen Aan pimpin rapat persiapan Nataru

Wartatrans.com, KENDAL – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, salah satu fokus utama penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah antisipasi cuaca ekstrem.

Ini akan berpotensi menimbulkan banjir terutama di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Ini menjadi perhatian karena curah hujan yang tinggi dan banjir berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di titik-titik rawan.

“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Desember hingga Januari. Semarang memiliki karakteristik unik karena banjir bisa datang dari laut (banjir rob) maupun darat (karena hujan), sehingga perlu antisipasi yang serius,” jelas Aan saat Rapat Persiapan Nataru di Kantor Jasamarga Semarang Batang, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025).

Dia menegaskan, bila tidak dilakukan antisipasi secara serius, jalur arteri di wilayah Semarang dan sekitarnya akan sangat rawan terhadap kepadatan, terutama ketika terjadi hujan deras atau banjir.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama masa libur Nataru.

“Soal cuaca tolong jadi atensi mengingat terbatasnya jalur alternatif ketika terjadi banjir dan hujan secara bersamaan,” ucapnya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Optimalisasi Rest Area

Tidak hanya soal cuaca, rekayasa lalu lintas juga jadi perhatian khusus. Aan meminta dilakukan skema yang dapat mengurai kepadatan jika terjadi di ruas jalan tol.

“Rekayasa lalu lintas silakan koordinasi dengan seluruh stakeholder, lebih baik dilakukan daripada tidak sama sekali. Seperti pengalihan arus dari Kalikangkung ke Wleri, silakan koordinasikan penanganannya,” katanya.

Dia juga meminta antisipasi penanganan lalu lintas di wilayah aglomerasi wisata. Seperti masyarakat dari Semarang ke Bandungan, Solo, atau Yogyakarta, yang biasanya memadati ruas jalan tol, terutama di masa libur Nataru.

“Prediksi dan dari pengalamanan sebelumnya, saat Nataru kebanyakan orang pergi ke tempat wisata, berangkat pagi pulang sore. Tolong diantisipasi betul, untuk dilakukan rekayasa lalu lintas, terutama di wilayah aglomerasi,” ungkap Aan.

Sementara itu terkait rest area, lanjut Aan, perlu juga disiapkan skema rekayasa lalu lintas di dalamnya guna mencegah antrean yang dapat membebani jalan tol, sekaligus mengatasi titik-titik rawan kepadatan seperti di Rest Area 424B di Ruas Jalan Tol Semarang.

“Rekayasa lalu lintas di rest area tolong koordinasikan dengan pengelola. Tetap cari solusi untuk mengatasi penumpukan kendaraan di area tersebut dan jangan sampai jadi sumber kemacetan,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah komprehensif tersebut, Ditjen Hubdat yakin pelayanan angkutan selama periode Nataru dapat berjalan lancar dan sukses.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dirut Jasamarga Semarang Batang Nasrullah; Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi; perwakilan Dishub Prov. Jawa Tengah; Direktur Lalu Lintas Jalan, Rudi Irawan; Direktur Saran6 dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho; Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan; Kepala BPTD Kelas I Jawa Tengah Lilik Handoyo. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

10 Juli 2026 - 18:36 WIB

Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru

8 Juli 2026 - 00:39 WIB

Waduh! Kepatuhan Bus AKAP Masuk Terminal Hanya 57 Persen

6 Juli 2026 - 06:57 WIB

Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal 

4 Juli 2026 - 06:31 WIB

Gubernur Pramono Kaji Pembangunan Flyover di Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro

3 Juli 2026 - 12:56 WIB

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026

27 Juni 2026 - 05:22 WIB

Trending di JALUR