Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

BANDARA

Menyimak Cerita Traveler Tentang Wajah Baru Terminal 2 Bandara Soetta 

badge-check


 Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Perbesar

Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

Wartatrans.com, JAKARTA – Wajah baru terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta hadir dengan desain modern dan kenyamanan yang bertambah.

Hadir dengan wajah yang diperbarui, namun tetap menyimpan rasa lama yang sulit tergantikan. Renovasi yang dilakukan memang membawa sejumlah perubahan, tetapi bagi banyak orang, Terminal 2 bukan sekadar bangunan transit.

Dia adalah ruang penuh cerita, tempat perpisahan, kepulangan, dan kenangan yang tumbuh sejak bertahun-tahun lalu.

Wajah baru Terminal 2 di Bandara Soekarno-Hatta berhasil menghadirkan wajah yang lebih modern tanpa kehilangan identitas aslinya.

Wira Nurmansyah, traveler influencer menyebutkan bahwa suasana bandara dengan konsep saat
ini menjadikannya lebih terang, terbuka serta clean.

“Buat saya pribadi, ini upgrade yang signifikan karena Terminal 2 terasa lebih relevan dengan kebutuhan penumpang, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Benedictus Nathaniel R, seorang avgeek, perubahan paling terasa justru bukan
pada tampilan fisik secara drastis, melainkan pada kebijakan akses dan tata kelola ruangnya.

“Kalau dulu, akses ke sisi dalam terminal itu tidak sebebas sekarang, karena ada dua lapis security checkpoint: satu di depan pas mau masuk ke checkin, satu di belakang mau masuk boarding gate,” katanya.

Kini, area komersial tidak lagi eksklusif hanya untuk penumpang. Pengantar dan pengunjung bisa ikut menikmati tenant yang ada di dalam. Toko dan F&B mendapat potensi penjualan lebih luas, penumpang tidak merasa terlalu dibatasi, dan pengantar pun punya ruang untuk menunggu dengan nyaman.

Perubahan ini membuat Terminal 2 terasa “slightly better”, bukan revolusi besar, tetapi peningkatan yang relevan dan manusiawi.

Sementara itu, Terminal 2F kini dipusatkan sebagai terminal khusus haji dan umrah.

Pengaturan ini membuat arus penumpang lebih tertata, terutama saat musim ramai. Ada
kombinasi antara renovasi fisik dan penyesuaian fungsi yang membuat operasional menjadi
lebih efisien.

“Otomatis kebijakan dan layout baru ini menguntungkan semua pihak penumpang, enggak ribet, pengantar punya pilihan baru buat jalan-jalan di terminal, dan yang jualan juga terbantu salesnya karena bisa melayani pengantar juga,” beber dia.

Selain desain dan renovasinya, Wira menyoroti kemudahan alur penumpang saat berada di Terminal 2.

“Dengan ruangan yang lebih lega, kepadatan pada Terminal 2 terasa lebih terdistribusi dengan baik. Walaupun begitu ada sedikit catatan untuk signage yang dinilai terlalu
kecil, sehingga agak membingungkam Human Scale: Kelebihan yang Sering Tidak Disadari
Berbeda dengan terminal modern yang serba megah dan luas, Terminal 2 justru unggul
dalam satu hal penting: human scale.

Eka Prakasa, avgeek lainnya, menyebut Terminal 2 sebagai terminal yang paling
“manusiawi” di Soekarno-Hatta.

“Jarak dari pesawat ke baggage claim atau dari pintu masuk ke gate keberangkatan relatif singkat, sekitar 5–10 menit berjalan kaki. Tidak melelahkan, tidak membingungkan,” ungkap Eka.

Di tengah tren bandara global yang semakin besar dan futuristik, Terminal 2 menawarkan pengalaman yang lebih intimate. Tidak terasa intimidating, tidak membuat penumpang harus berjalan terlalu jauh sambil menarik koper berat.

“Secara arsitektur, dia yang paling kerasa Indonesia banget kalau dibandingkan sama T3,
rasanya kaya lebih cozy,” ucapnya.

Secara desain, renovasi memang membuat Terminal 2 terasa lebih modern dan lebih “steril”
dibanding sebelumnya. Namun karena keterbatasan struktur bangunan lama, perubahan arsitekturnya tidak seekstrem terminal generasi baru. Justru di situlah daya tariknya.

Terminal 2
masih mempertahankan nuansa arsitektur yang terasa lebih “Indonesia”. Material, bentuk atap, dan atmosfer ruangnya menghadirkan rasa cozy yang berbeda.

Banyak orang yang tumbuh bersama bandara ini, entah untuk mudik pertama kali sendirian,
melepas keluarga umrah, atau menjemput orang tercinta, akan merasa ada sentuhan nostalgia setiap kali melangkah di koridornya.

Terminal yang Menyimpan Kenangan

Bagi Wira sebelum adanya renovasi, Terminal 2 memiliki kesan dan kenangan yang penuh
nostalgia baginya.

“Banyak momen perjalanan, baik untuk pekerjaan maupun liburan, dimulai dari sana. Ada
kenangan mengantar keluarga, terbang pertama kali ke beberapa destinasi, sampai momen-momen mengejar penerbangan pagi buta. Setelah renovasi, kesannya jadi lebih fresh dan modern, tapi tidak menjadikan memori nostalgia itu jadi hilang.”

Terminal 2 bukan sekadar tempat orang datang dan pergi, tetapi ruang yang menyimpan potongan hidup banyak orang.

Di sanalah ada pelukan hangat sebelum terbang merantau, ada lambaian tangan penuh harap saat melepas keluarga umrah, ada wajah lelah yang
berubah bahagia ketika bertemu kembali.

Meski kini tampil lebih rapi dan modern, suasana yang akrab dan terasa “Indonesia”-nya
tetap hidup, membuat setiap langkah di dalamnya seperti mengulang kenangan lama.

Renovasi boleh memperbarui fisiknya, tetapi rasa yang tertinggal di hati para penumpangnya itulah yang membuat Terminal 2 tetap terasa pulang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara

2 Juli 2026 - 21:04 WIB

Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

2 Juli 2026 - 18:57 WIB

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Balinggama, Papua Pegunungan, Pilot Meninggal Dunia

2 Juli 2026 - 16:21 WIB

Kemenhub Dorong Percepatan Persiapan Reaktivasi Bandara Husein Bandung

1 Juli 2026 - 09:06 WIB

Buka Munas IABI, Dirjen Hubud Tekankan Pentingnya Penguatan SDM Ahli Bandar Udara

28 Juni 2026 - 15:32 WIB

3 Maskapai Siap Terbangkan Jemaah Umrah dari Terminal 2F Bandara Soetta, 1 Juli

27 Juni 2026 - 05:11 WIB

Kemenhub Pastikan Program PPN DTP Turunkan Harga Tiket Pesawat Selama Libur Sekolah

26 Juni 2026 - 08:00 WIB

Soekarno-Hatta Dibidik Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia pada 2029

25 Juni 2026 - 17:43 WIB

Segera Kembali Layani Penerbangan dengan Pesawat Jet, InJourney Airports Optimalisasi Bandara Husein

24 Juni 2026 - 17:11 WIB

Selain Ada Stimulus Transportasi Libur Sekolah, Pemerintah juga Siapkan untuk Nataru

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

Trending di ANJUNGAN