Menu ✖

Mode Gelap
Arus Petikemas Terus Menguat, Terminal Teluk Lamong Catat 2,29 Juta TEUs Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026 Persoalan Aceh Singkil Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Kirim Petisi ke Presiden Prabowo Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

BANDARA

Menyimak Cerita Traveler Tentang Wajah Baru Terminal 2 Bandara Soetta 

badge-check


 Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Perbesar

Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

Wartatrans.com, JAKARTA – Wajah baru terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta hadir dengan desain modern dan kenyamanan yang bertambah.

Hadir dengan wajah yang diperbarui, namun tetap menyimpan rasa lama yang sulit tergantikan. Renovasi yang dilakukan memang membawa sejumlah perubahan, tetapi bagi banyak orang, Terminal 2 bukan sekadar bangunan transit.

Dia adalah ruang penuh cerita, tempat perpisahan, kepulangan, dan kenangan yang tumbuh sejak bertahun-tahun lalu.

Wajah baru Terminal 2 di Bandara Soekarno-Hatta berhasil menghadirkan wajah yang lebih modern tanpa kehilangan identitas aslinya.

Wira Nurmansyah, traveler influencer menyebutkan bahwa suasana bandara dengan konsep saat
ini menjadikannya lebih terang, terbuka serta clean.

“Buat saya pribadi, ini upgrade yang signifikan karena Terminal 2 terasa lebih relevan dengan kebutuhan penumpang, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Benedictus Nathaniel R, seorang avgeek, perubahan paling terasa justru bukan
pada tampilan fisik secara drastis, melainkan pada kebijakan akses dan tata kelola ruangnya.

“Kalau dulu, akses ke sisi dalam terminal itu tidak sebebas sekarang, karena ada dua lapis security checkpoint: satu di depan pas mau masuk ke checkin, satu di belakang mau masuk boarding gate,” katanya.

Kini, area komersial tidak lagi eksklusif hanya untuk penumpang. Pengantar dan pengunjung bisa ikut menikmati tenant yang ada di dalam. Toko dan F&B mendapat potensi penjualan lebih luas, penumpang tidak merasa terlalu dibatasi, dan pengantar pun punya ruang untuk menunggu dengan nyaman.

Perubahan ini membuat Terminal 2 terasa “slightly better”, bukan revolusi besar, tetapi peningkatan yang relevan dan manusiawi.

Sementara itu, Terminal 2F kini dipusatkan sebagai terminal khusus haji dan umrah.

Pengaturan ini membuat arus penumpang lebih tertata, terutama saat musim ramai. Ada
kombinasi antara renovasi fisik dan penyesuaian fungsi yang membuat operasional menjadi
lebih efisien.

“Otomatis kebijakan dan layout baru ini menguntungkan semua pihak penumpang, enggak ribet, pengantar punya pilihan baru buat jalan-jalan di terminal, dan yang jualan juga terbantu salesnya karena bisa melayani pengantar juga,” beber dia.

Selain desain dan renovasinya, Wira menyoroti kemudahan alur penumpang saat berada di Terminal 2.

“Dengan ruangan yang lebih lega, kepadatan pada Terminal 2 terasa lebih terdistribusi dengan baik. Walaupun begitu ada sedikit catatan untuk signage yang dinilai terlalu
kecil, sehingga agak membingungkam Human Scale: Kelebihan yang Sering Tidak Disadari
Berbeda dengan terminal modern yang serba megah dan luas, Terminal 2 justru unggul
dalam satu hal penting: human scale.

Eka Prakasa, avgeek lainnya, menyebut Terminal 2 sebagai terminal yang paling
“manusiawi” di Soekarno-Hatta.

“Jarak dari pesawat ke baggage claim atau dari pintu masuk ke gate keberangkatan relatif singkat, sekitar 5–10 menit berjalan kaki. Tidak melelahkan, tidak membingungkan,” ungkap Eka.

Di tengah tren bandara global yang semakin besar dan futuristik, Terminal 2 menawarkan pengalaman yang lebih intimate. Tidak terasa intimidating, tidak membuat penumpang harus berjalan terlalu jauh sambil menarik koper berat.

“Secara arsitektur, dia yang paling kerasa Indonesia banget kalau dibandingkan sama T3,
rasanya kaya lebih cozy,” ucapnya.

Secara desain, renovasi memang membuat Terminal 2 terasa lebih modern dan lebih “steril”
dibanding sebelumnya. Namun karena keterbatasan struktur bangunan lama, perubahan arsitekturnya tidak seekstrem terminal generasi baru. Justru di situlah daya tariknya.

Terminal 2
masih mempertahankan nuansa arsitektur yang terasa lebih “Indonesia”. Material, bentuk atap, dan atmosfer ruangnya menghadirkan rasa cozy yang berbeda.

Banyak orang yang tumbuh bersama bandara ini, entah untuk mudik pertama kali sendirian,
melepas keluarga umrah, atau menjemput orang tercinta, akan merasa ada sentuhan nostalgia setiap kali melangkah di koridornya.

Terminal yang Menyimpan Kenangan

Bagi Wira sebelum adanya renovasi, Terminal 2 memiliki kesan dan kenangan yang penuh
nostalgia baginya.

“Banyak momen perjalanan, baik untuk pekerjaan maupun liburan, dimulai dari sana. Ada
kenangan mengantar keluarga, terbang pertama kali ke beberapa destinasi, sampai momen-momen mengejar penerbangan pagi buta. Setelah renovasi, kesannya jadi lebih fresh dan modern, tapi tidak menjadikan memori nostalgia itu jadi hilang.”

Terminal 2 bukan sekadar tempat orang datang dan pergi, tetapi ruang yang menyimpan potongan hidup banyak orang.

Di sanalah ada pelukan hangat sebelum terbang merantau, ada lambaian tangan penuh harap saat melepas keluarga umrah, ada wajah lelah yang
berubah bahagia ketika bertemu kembali.

Meski kini tampil lebih rapi dan modern, suasana yang akrab dan terasa “Indonesia”-nya
tetap hidup, membuat setiap langkah di dalamnya seperti mengulang kenangan lama.

Renovasi boleh memperbarui fisiknya, tetapi rasa yang tertinggal di hati para penumpangnya itulah yang membuat Terminal 2 tetap terasa pulang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

INACA Beri Penghargaan 5 Bandara

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pelayanan Selama MotoGP Sukses, BIZAM Lombok: Operasional Aman dan Zero Accident

14 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Asap Karhutla Mulai Berdampak pada Penerbangan di Wilayah Timur Indonesia

14 Oktober 2026 - 11:31 WIB

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara

13 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Trending di BANDARA