Menu ✖

Mode Gelap
Rocky Gerung, Nama yang Paling Menyita Perhatian di Antara 26 Wantimpres Prabowo Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk KKP Tangguhkan Operasional KM Maulana 23 Terkait Dugaan Kekerasan Awak Kapal Wartatrans Support Musik Indonesia Lewat Gigzi ‘Asupan Gizi Para Musisi’ Lepas Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri, Ini Penjelasan InJourney Airports KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

SENI BUDAYA

Neno Warisman Ajak Santri Berkarya Lewat Film di SANFFEST 2025

badge-check


 Neno Warisman Ajak Santri Berkarya Lewat Film di SANFFEST 2025 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Neno Warisman bersama Director Festival Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, Fadhli Sapawie, menggelar bincang NgoFi (Ngobrol Film) di Darmin Kopi, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Kegiatan konferensi media bertajuk “Untuk Negeri, Film Santri Mengedukasi” ini dimoderatori oleh Putra Gara, penulis novel best seller sekaligus pelukis dan seniman visual.

Ketua Komite Santri Film Festival (Sanffest) 2025, Neno Warisman, yang akrab disapa Bunda Neno, mengungkapkan bahwa sejak hari pertama pendaftaran dibuka, antusiasme peserta sangat tinggi.

“Hingga hari pertama dibuka, kami sudah menerima sekitar 500 pendaftar dari seluruh Indonesia,” ujar Bunda Neno.

Ia menargetkan jumlah peserta mencapai 999 orang agar semakin banyak santri dapat menyalurkan bakat dan kemampuan dalam berkarya sambil berdakwah.

Festival ini dibuka dengan Ta’aruf Film, sebuah forum perjumpaan antara santri dan tokoh nasional di dunia film serta literasi. Melalui sesi inspiratif tersebut, para santri diajak memandang sinema bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebagai medium dakwah, pendidikan, dan transformasi budaya.

Rangkaian workshop berlangsung selama enam hari secara daring, diikuti ratusan santri dari berbagai daerah. Peserta yang berasal dari berbagai pesantren memperoleh materi pembuatan film mulai dari penulisan naskah, proses syuting, hingga tahap akhir atau editing. Seluruh peserta dibimbing langsung oleh sineas profesional agar mendapatkan wawasan yang relevan dengan kebutuhan industri perfilman kontemporer.

Bunda Neno menambahkan, festival ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk banyak pesantren yang menyambut baik kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami mendapat banyak dukungan. Bahkan beberapa pesantren mengundang kami untuk datang langsung melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Tahun ini, SANFFEST menghadirkan 11 kategori nominasi yang akan dinilai oleh dewan juri nasional. Total dana apresiasi sebesar Rp308 juta disiapkan untuk 33 film terbaik dari 11 kategori tersebut.

Santri Film Festival (SANFFEST) 2025 resmi dimulai sejak 21 Oktober 2025. Produksi dan pengumpulan karya berlangsung pada 10–29 November 2025, sementara proses kurasi dan penjurian akan dilakukan pada 30 November–5 Desember 2025. Acara puncak SANFFEST dijadwalkan pada 14 Desember 2025 dengan total apresiasi Rp308 juta.

SANFFEST 2025 merupakan program Kementerian Kebudayaan yang didukung Kementerian Agama Republik Indonesia. Festival ini bertujuan menghadirkan ruang kreatif bagi santri untuk berkarya, berdakwah, dan berperan aktif dalam ekosistem perfilman nasional.

Menurut Neno, kolaborasi kedua kementerian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang kreatif berbasis nilai-nilai Islam, budaya, dan karakter bangsa. Dengan sinergi tersebut, SANFFEST diharapkan menjadi jalan lahirnya generasi santri kreatif, berdaya saing, dan berpengaruh di dunia sinema nasional maupun global.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wartatrans Support Musik Indonesia Lewat Gigzi ‘Asupan Gizi Para Musisi’

3 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Di Hari Batik Nasional, Halimah Munawir Angkat Kekayaan Batik dalam Novel Padmi

3 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika

2 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Trending di NASIONAL