Menu

Mode Gelap
Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026

SENI BUDAYA

Neno Warisman Ajak Santri Berkarya Lewat Film di SANFFEST 2025

badge-check


 Neno Warisman Ajak Santri Berkarya Lewat Film di SANFFEST 2025 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Neno Warisman bersama Director Festival Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, Fadhli Sapawie, menggelar bincang NgoFi (Ngobrol Film) di Darmin Kopi, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Kegiatan konferensi media bertajuk “Untuk Negeri, Film Santri Mengedukasi” ini dimoderatori oleh Putra Gara, penulis novel best seller sekaligus pelukis dan seniman visual.

Ketua Komite Santri Film Festival (Sanffest) 2025, Neno Warisman, yang akrab disapa Bunda Neno, mengungkapkan bahwa sejak hari pertama pendaftaran dibuka, antusiasme peserta sangat tinggi.

“Hingga hari pertama dibuka, kami sudah menerima sekitar 500 pendaftar dari seluruh Indonesia,” ujar Bunda Neno.

Ia menargetkan jumlah peserta mencapai 999 orang agar semakin banyak santri dapat menyalurkan bakat dan kemampuan dalam berkarya sambil berdakwah.

Festival ini dibuka dengan Ta’aruf Film, sebuah forum perjumpaan antara santri dan tokoh nasional di dunia film serta literasi. Melalui sesi inspiratif tersebut, para santri diajak memandang sinema bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebagai medium dakwah, pendidikan, dan transformasi budaya.

Rangkaian workshop berlangsung selama enam hari secara daring, diikuti ratusan santri dari berbagai daerah. Peserta yang berasal dari berbagai pesantren memperoleh materi pembuatan film mulai dari penulisan naskah, proses syuting, hingga tahap akhir atau editing. Seluruh peserta dibimbing langsung oleh sineas profesional agar mendapatkan wawasan yang relevan dengan kebutuhan industri perfilman kontemporer.

Bunda Neno menambahkan, festival ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk banyak pesantren yang menyambut baik kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami mendapat banyak dukungan. Bahkan beberapa pesantren mengundang kami untuk datang langsung melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Tahun ini, SANFFEST menghadirkan 11 kategori nominasi yang akan dinilai oleh dewan juri nasional. Total dana apresiasi sebesar Rp308 juta disiapkan untuk 33 film terbaik dari 11 kategori tersebut.

Santri Film Festival (SANFFEST) 2025 resmi dimulai sejak 21 Oktober 2025. Produksi dan pengumpulan karya berlangsung pada 10–29 November 2025, sementara proses kurasi dan penjurian akan dilakukan pada 30 November–5 Desember 2025. Acara puncak SANFFEST dijadwalkan pada 14 Desember 2025 dengan total apresiasi Rp308 juta.

SANFFEST 2025 merupakan program Kementerian Kebudayaan yang didukung Kementerian Agama Republik Indonesia. Festival ini bertujuan menghadirkan ruang kreatif bagi santri untuk berkarya, berdakwah, dan berperan aktif dalam ekosistem perfilman nasional.

Menurut Neno, kolaborasi kedua kementerian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang kreatif berbasis nilai-nilai Islam, budaya, dan karakter bangsa. Dengan sinergi tersebut, SANFFEST diharapkan menjadi jalan lahirnya generasi santri kreatif, berdaya saing, dan berpengaruh di dunia sinema nasional maupun global.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

4 Juli 2026 - 21:00 WIB

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Trending di SENI BUDAYA