Menu ✖

Mode Gelap
Lawang Sewu dan Museum Ambarawa Tarik 2,1 Juta Pengunjung, KAI Dorong Wisata Sejarah KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta

PERON

Nilai Barang Tertinggal di KAI Tembus Rp7,23 Miliar, Penumpang Diminta Waspada

badge-check


 Nilai Barang Tertinggal di KAI Tembus Rp7,23 Miliar, Penumpang Diminta Waspada Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak pelanggan membiasakan diri mengecek barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan stasiun.

Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada awal pekan setelah libur akhir pekan dan musim liburan sekolah.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI mencatat sebanyak 10.429 barang temuan dengan estimasi nilai mencapai Rp7,23 miliar, yang sebagian besar berhasil ditindaklanjuti melalui layanan Lost and Found.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kebiasaan sederhana memeriksa kembali rak bagasi, area kursi, meja lipat, stop kontak, hingga kolong tempat duduk sebelum turun dapat mencegah barang tertinggal.

“Awal pekan biasanya menjadi momentum masyarakat kembali beraktivitas setelah perjalanan akhir pekan. Karena itu, kami mengajak pelanggan untuk selalu memastikan barang bawaannya sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Satu menit untuk mengecek ulang bisa menghindarkan pelanggan dari kepanikan karena barang tertinggal,” ujar Anne, Senin (22/6/2026).

Berdasarkan data KAI, dari total barang temuan tersebut terdapat 507 makanan, 7.527 barang biasa, dan 2.395 barang berharga.

Sebanyak 7.071 barang atau 67,80 persen telah selesai ditindaklanjuti. Rinciannya, 4.659 barang berhasil dikembalikan kepada pemilik, 210 makanan dimusnahkan sesuai ketentuan, dan 2.202 barang diserahkan kepada lembaga sosial atau kepolisian. Sementara itu, 3.358 barang lainnya masih dalam proses penyimpanan, pendataan, verifikasi, dan tindak lanjut.

“Setiap barang yang ditemukan petugas akan didata, diamankan, dan diverifikasi. Untuk barang berharga, proses pengembaliannya dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar benar-benar diterima oleh pemilik yang sah,” kata Anne.

Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menjadi wilayah dengan jumlah barang temuan terbanyak hingga Mei 2026, yakni 2.373 barang. Posisi berikutnya ditempati Daop 1 Jakarta sebanyak 2.248 barang, Daop 5 Purwokerto 1.612 barang, Daop 2 Bandung 1.346 barang, dan Daop 4 Semarang 969 barang.

Adapun untuk jumlah barang yang berhasil dikembalikan kepada pemilik, Daop 1 Jakarta mencatat angka tertinggi sebanyak 1.374 barang, disusul Daop 5 Purwokerto sebanyak 802 barang, Daop 8 Surabaya 539 barang, Daop 6 Yogyakarta 467 barang, dan Daop 2 Bandung 452 barang.

Sementara berdasarkan estimasi nilai barang, Daop 1 Jakarta menempati posisi tertinggi dengan nilai mencapai Rp2,68 miliar, diikuti Daop 6 Yogyakarta Rp823,84 juta, Daop 2 Bandung Rp719,29 juta, Daop 4 Semarang Rp670,85 juta, dan Daop 8 Surabaya Rp595,97 juta.

Anne menjelaskan, pelanggan yang kehilangan barang dapat segera melapor kepada petugas stasiun, Customer Service on Station, petugas keamanan, kondektur saat perjalanan berlangsung, maupun melalui Contact Center KAI 121. Pelanggan diminta menyampaikan ciri-ciri barang, relasi perjalanan, nomor tempat duduk, kode booking, serta identitas pendukung agar proses pencarian lebih cepat.

Selain itu, KAI juga mengimbau pelanggan memberi label nama atau nomor kontak pada tas, koper, dan barang bawaan lainnya agar memudahkan proses identifikasi jika ditemukan.

“Petugas KAI siap membantu pelanggan. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang ditemukan dan dikembalikan. Mari awali pekan dengan perjalanan yang aman, tenang, dan lebih tertib menjaga barang bawaan,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lawang Sewu dan Museum Ambarawa Tarik 2,1 Juta Pengunjung, KAI Dorong Wisata Sejarah

6 November 2026 - 06:12 WIB

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

Trending di PERON