Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

Uncategorized

Pameran “Paradoks: Menelisik Suara yang Tak Pernah Benar-Benar Bungkam

badge-check


 Pameran “Paradoks: Menelisik Suara yang Tak Pernah Benar-Benar Bungkam Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG — Di tengah perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan batas-batas yang mengitarinya, pameran seni rupa “Paradoks: Suara dari Dasar” hadir di Galeri Taman Budaya Bandung pada 3–7 Juni 2026. Pameran ini mengangkat tema represi, pembungkaman, dan cara-cara baru suara menemukan ruang untuk tetap hidup.

Kurator pameran, Azra Maulina Nazira, Dinra Ardhika Syafiq, dan Sarah Risha Fadillah, memulai gagasannya dari sebuah pertentangan mendasar antara represi dan ekspresi. Keduanya dipandang sebagai dua konsep yang saling berlawanan, namun terus hadir berdampingan dalam kehidupan sosial.

Melalui karya-karya yang dipamerkan, para seniman mencoba menerjemahkan pengalaman tentang keterbatasan ruang berekspresi. Narasi kuratorial menyebutkan bahwa pembungkaman bukanlah fenomena baru. Ia hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kontrol terhadap gagasan hingga pembatasan terhadap suara-suara yang dianggap berbeda atau mengganggu tatanan yang ada.

Dalam konteks tersebut, seni menjadi medium untuk merekam sekaligus merespons tekanan. Ketika ruang berbicara menyempit, suara tidak serta-merta hilang. Ia berubah menjadi simbol, metafora, dan berbagai bentuk ekspresi visual yang mencari jalan lain untuk hadir di hadapan publik.

Pameran ini juga menyinggung fenomena yang dikenal sebagai Streisand Effect, yakni situasi ketika upaya menekan atau menghilangkan suatu informasi justru membuatnya semakin menyebar dan mendapatkan perhatian lebih luas. Dalam pandangan kurator, suara yang dibungkam sering kali menemukan kekuatannya melalui solidaritas dan dukungan publik.

Salah satu kutipan yang menjadi pijakan gagasan pameran berasal dari Ernesto “Che” Guevara: “I don’t care if I fall as long as someone else picks up my gun and keeps on shooting.” Kutipan tersebut dimaknai sebagai simbol keberlanjutan gagasan yang tidak berhenti pada satu individu, tetapi terus hidup melalui mereka yang melanjutkannya.

Lebih dari sekadar memamerkan karya seni, Paradoks: Suara dari Dasar berupaya membuka ruang diskusi mengenai posisi kebebasan berekspresi di tengah berbagai tekanan sosial, politik, dan budaya. Pameran ini mengajukan pertanyaan yang tetap relevan: apakah masih ada ruang untuk bergerak, didengar, dan diakui, ataukah suara-suara kritis hanya akan tersisa sebagai bisikan dari lapisan paling bawah masyarakat?

Selama lima hari penyelenggaraan di Galeri Taman Budaya Bandung, pameran ini menjadi pengingat bahwa suara yang ditekan tidak selalu berakhir dalam keheningan. Dalam banyak kasus, ia justru menemukan bentuk baru untuk bertahan dan bergema lebih jauh. Sebuah paradoks yang, menurut para kurator, terus berulang dalam sejarah manusia maupun praktik kesenian.***

(Gara)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM