Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

Uncategorized

Pameran “Paradoks: Menelisik Suara yang Tak Pernah Benar-Benar Bungkam

badge-check


 Pameran “Paradoks: Menelisik Suara yang Tak Pernah Benar-Benar Bungkam Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG — Di tengah perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan batas-batas yang mengitarinya, pameran seni rupa “Paradoks: Suara dari Dasar” hadir di Galeri Taman Budaya Bandung pada 3–7 Juni 2026. Pameran ini mengangkat tema represi, pembungkaman, dan cara-cara baru suara menemukan ruang untuk tetap hidup.

Kurator pameran, Azra Maulina Nazira, Dinra Ardhika Syafiq, dan Sarah Risha Fadillah, memulai gagasannya dari sebuah pertentangan mendasar antara represi dan ekspresi. Keduanya dipandang sebagai dua konsep yang saling berlawanan, namun terus hadir berdampingan dalam kehidupan sosial.

Melalui karya-karya yang dipamerkan, para seniman mencoba menerjemahkan pengalaman tentang keterbatasan ruang berekspresi. Narasi kuratorial menyebutkan bahwa pembungkaman bukanlah fenomena baru. Ia hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kontrol terhadap gagasan hingga pembatasan terhadap suara-suara yang dianggap berbeda atau mengganggu tatanan yang ada.

Dalam konteks tersebut, seni menjadi medium untuk merekam sekaligus merespons tekanan. Ketika ruang berbicara menyempit, suara tidak serta-merta hilang. Ia berubah menjadi simbol, metafora, dan berbagai bentuk ekspresi visual yang mencari jalan lain untuk hadir di hadapan publik.

Pameran ini juga menyinggung fenomena yang dikenal sebagai Streisand Effect, yakni situasi ketika upaya menekan atau menghilangkan suatu informasi justru membuatnya semakin menyebar dan mendapatkan perhatian lebih luas. Dalam pandangan kurator, suara yang dibungkam sering kali menemukan kekuatannya melalui solidaritas dan dukungan publik.

Salah satu kutipan yang menjadi pijakan gagasan pameran berasal dari Ernesto “Che” Guevara: “I don’t care if I fall as long as someone else picks up my gun and keeps on shooting.” Kutipan tersebut dimaknai sebagai simbol keberlanjutan gagasan yang tidak berhenti pada satu individu, tetapi terus hidup melalui mereka yang melanjutkannya.

Lebih dari sekadar memamerkan karya seni, Paradoks: Suara dari Dasar berupaya membuka ruang diskusi mengenai posisi kebebasan berekspresi di tengah berbagai tekanan sosial, politik, dan budaya. Pameran ini mengajukan pertanyaan yang tetap relevan: apakah masih ada ruang untuk bergerak, didengar, dan diakui, ataukah suara-suara kritis hanya akan tersisa sebagai bisikan dari lapisan paling bawah masyarakat?

Selama lima hari penyelenggaraan di Galeri Taman Budaya Bandung, pameran ini menjadi pengingat bahwa suara yang ditekan tidak selalu berakhir dalam keheningan. Dalam banyak kasus, ia justru menemukan bentuk baru untuk bertahan dan bergema lebih jauh. Sebuah paradoks yang, menurut para kurator, terus berulang dalam sejarah manusia maupun praktik kesenian.***

(Gara)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

BNPB: 47 Warga Meninggal akibat Gempa M 7 di NTT, Ratusan Rumah Rusak

16 Agustus 2026 - 01:37 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dua Orang Meninggal dan Sejumlah Bangunan Rusak

15 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Trending di RAGAM