Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

ANJUNGAN

Pelabuhan Lhokseumawe jadi Titik Simpul Distribusi Bantuan dan Pemulihan Bencana Aceh

badge-check


 Mendagri saat tiba di Pelabuhan Lhokseumawe, Ahad (30/11/2025) Perbesar

Mendagri saat tiba di Pelabuhan Lhokseumawe, Ahad (30/11/2025)

Wartatrans.com, LHOKSEUMAWE – Pelabuhan Lhokseumawe atau yang biasa dikenal dengan Pelabuhan Krueng Geukueh kelolaan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Lhokseumawe menjadi simpul utama distribusi bantuan logistik menuju sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir di wilayah Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan, Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe berkoordinasi dan konsolidasi lintas instansi, meliputi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe melalui DanPos KP3 Pelabuhan, Danramil, Kominfo Kota Lhokseumawe, DanPos Lanal Pelabuhan, pemerintah daerah, serta Basarnas.

“Upaya bersama ini dilakukan untuk memetakan jalur distribusi, memenuhi kebutuhan mendesak, serta mempercepat pemulihan situasi pasca banjir,” jelas Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe Aulia Rahman, Selasa (2/12/2025).

Koordinasi intensif tersebut menegaskan pentingnya menjaga pelabuhan tetap berfungsi sebagai jalur logistik yang aman dan lancar.

Mobilisasi beras, obat-obatan, peralatan evakuasi, serta kebutuhan darurat lainnya saat ini dipusatkan di terminal pelabuhan sebagai langkah percepatan bantuan ke masyarakat terdampak.

“Kami terus bersiaga penuh sejak banjir meluas.
Seluruh tim kami siap siaga 24 jam untuk memastikan dermaga, peralatan bongkar muat, dan rantai logistik berjalan optimal,” ungkapnya.

Di masa krisis seperti ini, pelabuhan bukan hanya infrastruktur, tetapi pusat kendali kemanusiaan.

“Kami berdiri bersama seluruh instansi untuk memastikan Aceh pulih lebih cepat dan logistik bisa segera didistribusikan kepada masyarakat,” terang Aulia.

Sejumlah kapal bantuan dan pendukung misi kemanusaiaan telah tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kapal Negara (KN) SAR Purworejo 101 sandar pada Ahad (30/11) pukul 06.00 WIB dengan membawa 60 personel yang diterjunkan untuk mendukung operasi evakuasi di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Kapal Express Bahari 2F berangkat dari Malahayati dan sandar di Pelabuhan Krueng Geukueh pada Minggu (30/11) pukul 19.00 WIB, membawa logistik berupa sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir.

Kemudian disusul dengan kapal kayu yang membawa bantuan logistik dari DPRK Aceh yang tiba di Krueng Geukueh pada Senin (1/12).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pelabuhan kini menjadi titik vital untuk menyalurkan bantuan ke Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

“Distribusi bantuan tidak memungkinkan dilakukan lewat darat. Karena itu Pelabuhan Krueng Geukueh dimaksimalkan sebagai jalur utama,” ujar Tito di sela-sela meninjau Pelabuhan Krueng Geukueh, Ahad (30/11/2025).

Sementara itu, kedatangan Kapal Express Bahari 2F disambut Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem pada Minggu (30/11). Setelah tiba di Krueng Geukueh, langsung dilakukan proses penurunan muatan oleh petugas dibantu relawan.

“Kita bergerak cepat agar masyarakat yang masih terjebak banjir tidak kekurangan logistik. Semua ini akan segera disalurkan ke titik-titik terdampak,” ujar Mualem saat meninjau lokasi.

Dalam waktu dekat, KN Antares dan Kapal Express Bahari juga dijadwalkan sandar pada Selasa (2/12), membawa bantuan logistik dan menyediakan akses transportasi bagi masyarakat dari Langsa menuju Banda Aceh.

Pengiriman bantuan lewat jalur laut dilakukan karena akses darat dari Banda Aceh hanya dapat dilalui hingga ke Bireuen. Seluruh jembatan di kawasan Kuta Blang, Bireuen, putus total akibat derasnya arus banjir.

“Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe berupaya memastikan setiap kapal dapat sandar dan membongkar muatannya dengan aman dan efisien untuk membantu masyarakat dan segera dapat kembali pulih pascabanjir besar,” tutup Aulia. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

KM Bunda Maria Kandas di Perairan Paceda, Seluruh Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

15 Agustus 2026 - 08:02 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN