Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi pulang pergi (PP). Sepanjang Januari–Mei 2026, kereta api yang melayani lintas utara Pulau Jawa ini mengangkut 68.025 pelanggan atau meningkat 285,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 17.656 pelanggan.
Kenaikan tersebut menunjukkan KA Argo Anjasmoro semakin diminati masyarakat sebagai pilihan transportasi untuk perjalanan bisnis, liburan akhir pekan, hingga pulang bertemu keluarga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan tambahan di relasi Jakarta–Surabaya.
“KA Argo Anjasmoro memberi pilihan perjalanan yang nyaman bagi pelanggan Jakarta–Surabaya. Pelanggan bisa berangkat dari pusat kota, menikmati perjalanan di lintas utara Jawa, lalu tiba di tujuan dengan banyak pilihan aktivitas, mulai dari kuliner, wisata, sampai bertemu keluarga,” ujar Anne.
Secara volume, terdapat tambahan 50.369 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari–Mei 2026, jumlah pelanggan tercatat stabil setiap bulan, yakni Januari 9.726 pelanggan, Februari 11.868 pelanggan, Maret 19.603 pelanggan, April 13.017 pelanggan, dan Mei 13.811 pelanggan.
KA Argo Anjasmoro melayani relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melalui jalur utara Jawa dengan pemberhentian di Gambir, Jatinegara, Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, hingga Surabaya Pasarturi.
Menurut Anne, setiap kota yang dilintasi menawarkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Mulai dari wisata budaya dan kuliner di Cirebon, teh poci dan tahu aci khas Tegal, sentra batik Pekalongan, kawasan heritage Semarang, hingga destinasi kuliner dan sejarah di Surabaya.
“Setiap kota pemberhentian KA Argo Anjasmoro punya daya tarik sendiri. Ada kota dengan kuliner kuat, ada kota batik, ada kota heritage, ada kota pesisir, ada kota yang dekat dengan kegiatan bisnis dan keluarga. Perjalanan ini membuat pelanggan bisa menikmati banyak wajah Jawa dengan cara yang lebih nyaman,” kata Anne.
Selain memberikan kemudahan mobilitas, KAI menilai keberadaan KA Argo Anjasmoro turut menggerakkan ekonomi lokal di sekitar stasiun. Aktivitas pelanggan yang naik dan turun kereta memberi peluang usaha bagi warung makan, pedagang oleh-oleh, pengemudi transportasi lanjutan, penginapan, hingga pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
“Bagi pelanggan, satu perjalanan bisa berarti liburan, pekerjaan, atau pulang menemui keluarga. Bagi pelaku usaha kecil, hadirnya pelanggan membuka peluang dagangan terbeli, produk lokal dikenal, dan ekonomi sekitar stasiun ikut hidup,” ujar Anne.
Relasi ini juga memiliki potensi pasar yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, empat provinsi yang dilalui KA Argo Anjasmoro—DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur—memiliki total populasi sekitar 142,75 juta jiwa.
KAI mengajak masyarakat memanfaatkan KA Argo Anjasmoro sebagai pilihan perjalanan yang nyaman dan praktis untuk menjelajahi berbagai kota di lintas utara Jawa. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, loket stasiun, maupun kanal resmi penjualan lainnya.
“Perjalanan dengan kereta api selalu punya ruang untuk cerita baru. Ada pemandangan, kota yang disinggahi, kuliner yang dicoba, oleh-oleh yang dibawa pulang, dan keluarga yang menunggu di tujuan. KA Argo Anjasmoro menghadirkan perjalanan Jakarta–Surabaya yang nyaman, hangat, dan penuh pilihan,” tutup Anne.(fahmi)































