Menu

Mode Gelap
Fikar W Eda Baca Puisi di Aara Silaturahmi Kebangsaan Menyongsong 5 Abad Jakarta dan 81 Tahun Kemerdekaan RI SETARA Institute Soroti Independensi Penanganan Perkara Mantan Jampidsus Generasi Muda Harus Jadi Motor Transformasi Energi Nasional Kemenhub Catat hingga Agustus, 74,57% Kendaraan Angkutan Barang Patuhi Aturan KNG Raya Cabang Bogor Hadiri Raker 2026, Perkuat Program untuk Kemajuan Koperasi Transjakarta bakal Kelola Jalur Laut 2027

OLAH RAGA

PSSI Diminta Bongkar Masalah Performa Timnas Naik-Turun

badge-check


 Timnas Perbesar

Timnas

Wartatrans.com, JAKARTA – Rekor Timnas Indonesia sepanjang 2026 terlihat positif di atas kertas, tetapi grafik permainannya belum stabil. Garuda mampu menang telak di FIFA Series dan FIFA Matchday, lalu membuka ASEAN Hyundai Cup dengan kemenangan 5-1.

Namun performa merosot saat tekanan meningkat hingga gagal menembus semifinal. PSSI dituntut membedah permasalahannya, bukan sekadar meminta maaf.

Pada FIFA Series Maret, Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, tetapi tiga hari kemudian kalah 0-1 dari Bulgaria.

Pada FIFA Matchday Juni, Garuda bangkit dengan dua kemenangan beruntun: 3-0 atas Oman dan 1-0 atas Mozambik.

Di ASEAN Hyundai Cup, Indonesia menang 5-1 atas Kamboja, tetapi gagal menjaga konsistensi. Setelah menghadapi Timor-Leste dan Vietnam, Indonesia ditahan Singapura 1-1 di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8), sehingga tersingkir.

Secara keseluruhan, Indonesia mencatat lima kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan dalam delapan laga senior pada 2026 hingga Singapura.

Rekor itu positif, tetapi memperlihatkan perbedaan performa ketika lawan dan konteks berubah.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, federasi memahami kekecewaan publik dan meminta maaf atas kegagalan tersebut.

“Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna,” ujar Yunus di Jakarta, Ahad (9/8/2026).

Dia memastikan evaluasi dilakukan bersama Ketua Umum PSSI, BTN, Exco, dan pelatih. Juga meminta suporter tidak menghujat pemain.

“Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan,” katanya.

Faktor diaspora menjadi bagian evaluasi. ASEAN Hyundai Cup bukan agenda FIFA sehingga klub Eropa tidak wajib melepas pemain.

Herdman akhirnya lebih banyak mengandalkan pemain domestik dan Asia Tenggara. Perubahan komposisi memengaruhi kedalaman skuad.

Namun, pengamat sepak bola Anton Sanjoyo menilai, kegagalan ini harus menjadi bahan pembangunan skuad menuju Piala Asia 2027.

Dia menyoroti kualitas pemain pelapis yang belum cukup kuat, termasuk ketika Indonesia kesulitan membongkar pertahanan Singapura.

“Sejak John Herdman menangani tim pada Januari 2026, saya selalu menekankan bahwa tolak ukur utama adalah Piala Asia, bukan Piala AFF,” kata Anton, Sabtu (8/8).

Karena itu, evaluasi PSSI tidak cukup menjadikan absennya diaspora sebagai alasan. Federasi perlu mengukur kedalaman pemain domestik, integrasi diaspora, konsistensi taktik Herdman, serta kemampuan tim mempertahankan permainan ketika menghadapi lawan dengan level berbeda.

Kegagalan di ASEAN Hyundai Cup menjadi ujian penting: apakah Timnas sudah memiliki sistem yang cukup kuat untuk tetap kompetitif ketika komposisi pemain berubah, atau masih terlalu bergantung pada kualitas individu tertentu. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Resiliensi Garuda Diuji, Singapura jadi Ancaman di Laga Penentu AFF 2026

6 Agustus 2026 - 05:12 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Raih 1 Juta Penonton Bola, Watchalong AFF 2026 Buka Model Baru Bisnis Siaran Olahraga

5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Aston Villa Menang 3-1 Kalahkan Indonesia All Star di GBK

2 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Tim Pertama Gugur di ASEAN Hyundai Cup 2026, Timor Leste Pede Kalah Sedikit Gol

1 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Hyundai, BYD, dan Toyota Adu Strategi Otomotif di Panggung Sponsor Olahraga

29 Juli 2026 - 06:58 WIB

Mitchell Baker Cetak Hattrick, Striker 19 Tahun ini Bidik Rekor AFF

29 Juli 2026 - 06:54 WIB

Piala Dunia 2026: Adidas Raih Trofi, Nike Kuasai Pasar Indonesia

25 Juli 2026 - 18:32 WIB

Akses Transportas Nyamani, Bekasi Bidik Efisiensi APBD Puluhan Miliar via Swastanisasi Stadion

21 Juli 2026 - 09:16 WIB

Main di Solo Lalu ke Puncak Dunia, Begini Lompatan Pau Cubarsí dalam 3 Tahun

20 Juli 2026 - 21:48 WIB

Trending di OLAH RAGA