Menu

Mode Gelap
Tanoh Gayo Buktikan Diri sebagai Lumbung Sastra pada PPN XIV Aceh 2026 Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas

EKOBIS

Sandiaga Dukung Forum Invest in Islands, Majukan Daerah Kepulauan dan 3T

badge-check


 Pertemuan untuk dukung wilayah 3T Perbesar

Pertemuan untuk dukung wilayah 3T

 

Wartatrans.com, JAKARTA – Para inisiator Invest in Islands bertemu dengan tokoh pariwisata nasional Sandiaga Salahuddin Uno di Nur Corner S28 dalam rangka membahas kolaborasi strategis untuk implementasi ekonomi biru di Indonesia dan pariwisata berkelanjutan di wilayah kepulauan serta daerah (3T) dan perbatasan Indonesia.

Pertemuan ini mempertemukan tiga inisiator utama — Rahtika Diana (Founder Beyond Borders Indonesia), Prasetya Yoga Santoso (Communication & Branding Expert), dan Panca R. Sarungu (Tourism Expert) — bersama Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2019-2024, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Health and Sport Tourism Society (IHTS).

Invest in Islands merupakan forum kolaboratif yang menghubungkan kepemimpinan daerah, modal, dan komunitas untuk mendorong investasi berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Forum ini hadir sebagai alternatif baru dari business matching konvensional — bukan sekadar ajang transaksi, melainkan ruang dialog dan kolaborasi jangka panjang yang berfokus pada transformasi dan kemitraan berkelanjutan .

Rahtika Diana menjelaskan, selama ini daerah kepulauan sering dianggap sebagai beban pembangunan. Melalui Invest in Islands, kami ingin mengubah narasi itu menjadi peluang — dari pinggiran menuju pusat pertumbuhan, dari kedaulatan menuju kemakmuran.

Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga menyampaikan apresiasinya terhadap forum ini.

“Invest in Islands adalah inisiatif yang selaras dengan visi pemerintah untuk membangun wilayah kepulauan dan daerah 3T terutama dibidang pariwisata. Saya melihat potensi luar biasa dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal. Ini bukan hanya soal investasi, tetapi tentang membuka peluang dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat kepulauan,” urai Sandiaga, Rabu (12/11/2025).

Pendekatan Invest in Islands yang berbasis dialog, dan jejaring lintas sektor sangat relevan dengan arah kebijakan pengembangan destinasi pariwisata yang inklusif dan berdaya saing.

Melalui forum semacam ini, potensi daerah tidak hanya dipromosikan, tetapi juga dikoneksikan secara strategis dengan investor, pelaku usaha, dan komunitas, sehingga menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Prasetya Yoga Santoso menekankan pentingnya strategi komunikasi dan branding daerah.

“Forum ini membantu kepala daerah memperkuat citra wilayahnya sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang siap tumbuh. Kami ingin membangun jembatan komunikasi yang efektif antara visi daerah dan minat investor,” ungkapnya.

Sementara itu, Panca R. Sarungu menambahkan dari perspektif pariwisata.

“Daerah 3T memiliki kekayaan budaya dan alam luar biasa. Dengan konsep blue tourism dan impact investment, kita bisa menciptakan model pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal,” katanya.

Pertemuan di Nur Corner S28 ini menjadi langkah awal menuju seri dialog berkelanjutan secara berkala, yang akan mempertemukan kepala daerah, investor, dan pemangku kepentingan strategis.

Forum berikutnya akan menampilkan Kepala Daerah sebagai salah satu kepala daerah yang siap memperkenalkan potensi wilayahnya untuk pengembangan pariwisata.

“Tujuan kami bukan sekadar membuat kesepakatan, tapi membangun kolaborasi berkelanjutan, yang menyatukan para kepala daerah dengan mitra dari berbagai sektor, baik di dalam maupun luar negeri,” tutup Rahtika. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai

19 Juni 2026 - 13:04 WIB

Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani

19 Juni 2026 - 12:49 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gandeng Kejari Jakarta Utara, Tingkatkan Pendampingan Hukum dan Kelancaran Operasional

18 Juni 2026 - 22:53 WIB

Budi Setyawan Wijaya jadi Dirut PELNI

18 Juni 2026 - 22:42 WIB

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan

18 Juni 2026 - 22:20 WIB

Lewat Pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban, ASDP Perkuat Gerbang Maritim Kepri

18 Juni 2026 - 19:35 WIB

Menhub Dudy: Lampung dan Banten jadi Kunci Kelancaran Angkutan Lebaran

18 Juni 2026 - 18:45 WIB

AirNav Pimpin Forum Strategis ICAO Asia Pasifik, Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Penerbangan Regional

18 Juni 2026 - 17:12 WIB

Pertamax Naik, Penjualan BEV Stagnan: 3 Alasan Hybrid Justru Masih Juara 

18 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenhub Tahun 2027 Senilai Rp28,34 Triliun

18 Juni 2026 - 11:31 WIB

Trending di EKOBIS