Menu

Mode Gelap
Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20% Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan Roy Romly, Konselor dan Pegiat Sosial Siap Luncurkan Anthem Filantropi untuk Para Pejuang Kemanusiaan KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

KABIN

Ditjen Hubud Perkuat Pengawasan Navigasi Penerbangan Jelang Nataru

badge-check


 Ruang kontrol trafic udara Perbesar

Ruang kontrol trafic udara

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperkuat pengawasan terhadap pelayanan navigasi penerbangan untuk mendukung kelancaran operasi angkutan udara pada periode Natal tahun 2025 dan tahun Baru (Nataru) 2026.

Pengawasan ini untuk memastikan seluruh layanan navigasi, informasi cuaca, serta kesiapan personel berada pada kondisi optimal, sejalan dengan prinsip keselamatan, keamanan, layanan, dan kepatuhan (3S+1C).

Dalam dua periode Nataru terakhir, tercatat beberapa kejadian keselamatan, di mana sekitar 40% terjadi pada fase pendaratan.

Dari kejadian tersebut, 55% dipicu faktor cuaca, seperti tail wind, cross wind, wind shear, rendahnya visibilitas, dan intensitas hujan.

“Berdasarkan informasi BMKG per 2 Oktober 2025, periode Nataru tahun ini juga diperkirakan bertepatan dengan puncak curah hujan tertinggi, sehingga faktor cuaca tetap menjadi tantangan utama,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa, Kamis (20/11/2025).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Ditjen Perhubungan Udara memfokuskan pengawasan pada tiga aspek utama, yaitu:
1. prosedur dan fasilitas operasional penerbangan (yg dilakunan bersama AirNav Indonesia);
2. kualitas informasi cuaca (dilakukan bersama BMKG), dan;
3. kesiapan SDM navigasi dan meteorologi.
Pengawasan dilaksanakan sejak minggu ke-empat Oktober hingga minggu pertama Desember 2025 di seluruh bandara, yang menjadi wilayah kerja Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah I – X.

Pada AirNav Indonesia, pengawasan difokuskan pada ketersediaan mekanisme penanganan penumpukan trafik, pengaturan operasi saat cuaca buruk, kesiapan penggunaan runway, prosedur go-around dan holding, serta ketersediaan fasilitas bantu pendaratan dan fasilitas surveillance.

Pengawasan juga memastikan ketersediaan informasi cuaca terkini, alur penyampaian pilot report kepada pelayanan meteorologi, kesiapan personel navigasi, serta implementasi rekomendasi hasil investigasi sebelumnya.

Pengawasan di BMKG diarahkan untuk memastikan kelancaran komunikasi real-time antara BMKG dan unit ATS, tersedianya informasi cuaca yang cepat dan akurat, fasilitas pengamatan cuaca yang berfungsi baik, serta kecukupan personel yang bertugas selama masa operasi.

“Hingga awal Desember 2025, akan dilaksanakan sebanyak 118 pengawasan, terdiri dari 32% yang telah selesai, 13% sedang berjalan, dan 55% diperkirakan selesai awal Desember 2025,” ungkapnya.

Proses pengawasan ini melibatkan 105 personel inspektur navigasi penerbangan di seluruh Indonesia.

Dari kegiatan yang telah selesai, 38 lokasi dinyatakan 100% siap mendukung operasi Nataru yang lain menunggu laporan hasil pengawasan.

Tiga isu utama yang muncul dari proses pengawasan adalah terkait fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas pengamatan navigasi penerbangan, dan kecukupan personel pada jam-jam tertentu.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Ditjen Perhubungan Udara menerapkan beberapa langkah mitigasi, antara lain pengaturan layanan melalui prosedur alternatif, ground inspection berkala, peningkatan awareness melalui observasi visual dan komunikasi penerbangan, serta penyesuaian jadwal dinas personel navigasi,” beber dia.

Menurut Lukman, pengawasan navigasi merupakan elemen penting dalam menjamin kelancaran operasi Nataru.

“Kesiapan navigasi dan informasi cuaca memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan penerbangan, terutama pada periode cuaca ekstrem. Pengawasan ini memastikan seluruh fasilitas dan personel berada pada kondisi siap operasi,” ujarnya.

Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru, Lukman menghimbau agar masyarakat memahami bahwa hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, maupun jarak pandang rendah dapat mempengaruhi jadwal penerbangan.

Penumpang disarankan tiba lebih awal di bandara dan selalu memantau informasi resmi dari maskapai terkait kemungkinan penyesuaian waktu keberangkatan.

Seluruh langkah operasional dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal akibat kondisi cuaca, serta selalu mengutamakan informasi resmi dari maskapai. Setiap keputusan operasional diambil demi keselamatan bersama, dan karena itu koordinasi antara regulator, AirNav Indonesia, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk menghadapi dinamika cuaca dan peningkatan trafik selama Nataru,” imbuh dia.

Melalui pengawasan menyeluruh, tindak lanjut berkelanjutan, serta koordinasi yang solid di seluruh lini layanan, Ditjen Hubud menegaskan komitmennya untuk memastikan operasional penerbangan pada Nataru 2025/2026 berjalan selamat, aman, nyaman, dan patuh terhadap ketentuan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Garuda dan Scandinavian Airlines Perkuat Konektivitas ke Eropa Utara

10 Juni 2026 - 12:33 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penyerapan Anggaran 2026  Tepat Sasaran dan Efektif

5 Juni 2026 - 07:49 WIB

Singapore Airlines Àkan Tambah Frekuensi Penerbangan ke Amsterdam Pada Periode Operasional Musim Panas 2026

4 Juni 2026 - 11:27 WIB

INACA Luncurkan dan Diskusi Buku Indonesia Aviation Outlook 2026

3 Juni 2026 - 17:53 WIB

Masuki Fase Kepulangan Haji, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Prioritaskan Layanan Ramah Lansia

3 Juni 2026 - 17:25 WIB

INACA Dorong Ekosistem Penerbangan Nasional Lebih Kompetitif

3 Juni 2026 - 11:05 WIB

14 Bandara InJourney Airports Siap Sambut Kepulangan Haji Mulai Besok

31 Mei 2026 - 18:44 WIB

Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila, InJourney Airports Siap Layani 3 Juta Penumpang

26 Mei 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Selesaikan Fase Keberangkatan Haji dengan OTP Tembus 98,21%

26 Mei 2026 - 14:44 WIB

Kolaborasi Pelita Air dan Partner Lifestyle Buka Peluang Baru bagi Pelaku Bisnis Wisata

25 Mei 2026 - 16:25 WIB

Trending di EKOBIS