Menu

Mode Gelap
Semarak Hari Kartini, Klinik SMM BKKP Beri Layanan Kesehatan Spesial Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001 Command Center Diakhiri, ⁠Tanpa Kemacetan dan Overcapacity, Arus Logistik di Tanjung Priok Terkendali Pasca Lebaran Semarak Hari Kartini, Ratusan Petugas Whoosh Berkebaya Bagikan Hadiah kepada Penumpang KAI Dorong Lompatan Logistik Nasional, Perkuat Integrasi Rel melalui Dryport KEK Industropolis Batang Menjadi Kartini Masa Kini: Keseimbangan antara Kekuatan dan Kelembutan

PERON

KAI dan Perumda Paljaya Teken Nota Kesepahaman Pengelolaan Air Limbah

badge-check


 KAI dan Perumda Paljaya Teken Nota Kesepahaman Pengelolaan Air Limbah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (Perumda Paljaya) mengenai penjajakan kerja sama layanan pengelolaan air limbah serta layanan pendukung pada stasiun, aset, dan infrastruktur yang dimiliki serta dikelola KAI. Penandatanganan dilaksanakan di Jakarta Railways Center pada Selasa, 24 Februari 2026.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin dan Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi.

Kerja sama ini diarahkan pada penguatan pengelolaan air limbah domestik di lingkungan operasional KAI Group, khususnya wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta dan aset yang berada dalam cakupan layanan sistem perpipaan Paljaya. Inisiatif ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, serta Peraturan Direksi KAI mengenai Pedoman Implementasi ESG.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan di KAI dirancang secara sistematis dan berbasis pengukuran.

“Dengan volume pelanggan yang mencapai 47.405.539 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh sepanjang 2025, pengelolaan aspek lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional kami. Total emisi KA Jarak Jauh tercatat ±127.315.192 kg CO₂e, yang menunjukkan efisiensi signifikan dibandingkan moda lain. Pengelolaan air limbah di stasiun dan fasilitas pendukung harus memenuhi baku mutu serta terintegrasi dengan sistem yang terstandar agar kualitas lingkungan tetap terjaga,” ujar Bobby.

Pada skenario perjalanan setara, emisi KA Jarak Jauh tercatat sekitar tiga kali lebih rendah dibandingkan bus antarkota dan puluhan kali lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi. Data tersebut menegaskan karakteristik kereta api sebagai moda transportasi massal berkapasitas besar dengan emisi yang lebih terkendali.

Direktur Utama Perumda Paljaya Untung Suryadi menjelaskan bahwa sistem pengelolaan air limbah di Jakarta dilakukan secara terpusat dan terstandar. Ia menegaskan bahwa bau yang kerap muncul di beberapa waduk, seperti Waduk Setiabudi, bukan berasal dari hasil olahan air limbah, melainkan dari saluran air yang masuk tanpa melalui proses pengolahan.

“Hasil olahan air limbah yang telah memenuhi standar mutu justru membantu menjaga kualitas air di badan air penerima. Waduk berfungsi sebagai pengendali banjir, sementara aerator dioperasikan untuk menjaga kualitas air dan mencegah bau,” jelas Untung.

Paljaya mengoperasikan fasilitas water reclamation di kawasan Sudirman yang mengolah limbah dari berbagai gedung di wilayah Sudirman, Kuningan, Gatot Subroto, SCBD, Senopati, hingga Manggarai. Selain itu, pengolahan lumpur tinja dilakukan melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Pulo Gebang dan Duri Kosambi.

Berdasarkan Peraturan Daerah, setiap bangunan wajib memiliki instalasi pengolahan air limbah, dan bagi bangunan yang belum terkoneksi jaringan, penyedotan lumpur tinja wajib dilakukan minimal setiap tiga tahun. Hasil pengolahan menghasilkan air yang dikembalikan ke badan air sesuai standar, lumpur yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu seperti pengayaan tanah, serta gas sebagai bagian dari proses biologis.

Untung juga menyampaikan bahwa Paljaya telah mengelola instalasi pengolahan air limbah di MRT Jakarta serta fasilitas sanitasi Transjakarta. Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Zone 1 yang saat ini berjalan memiliki kapasitas pengolahan hingga 240.000 meter kubik per hari dan akan mengintegrasikan pengumpulan limbah dari sejumlah kawasan utama Jakarta.

“Kami siap menjadi mitra KAI dalam memastikan seluruh limbah yang timbul dari aktivitas operasional terkelola sesuai standar mutu dan ketentuan regulasi, sehingga mendukung target sanitasi kota yang lebih baik,” ujar Untung.

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak akan melakukan pemetaan teknis dan integrasi sistem guna memastikan pengelolaan air limbah di lingkungan KAI Group berjalan efektif serta memberikan dampak lingkungan yang terukur.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Kartini, Ratusan Petugas Whoosh Berkebaya Bagikan Hadiah kepada Penumpang

21 April 2026 - 13:24 WIB

KAI Dorong Lompatan Logistik Nasional, Perkuat Integrasi Rel melalui Dryport KEK Industropolis Batang

21 April 2026 - 13:15 WIB

Rayakan Hari Kartini, KAI dan Kementerian Ekonomi Kreatif Hadirkan Karya Seni di Kereta Api Bersama Erika Richardo

21 April 2026 - 09:23 WIB

KA Sangkuriang Layani Rute Langsung Bandung–Banyuwangi, Tiket Perdana Diskon 50%

21 April 2026 - 09:00 WIB

Kunjungan Kerja BP BUMN dan Danantara ke KAI, Percepat Transformasi Perkeretaapian Nasional

20 April 2026 - 17:50 WIB

KAI Hadirkan Layanan Ramah Perempuan dan Inklusif, Perjalanan Lebih Aman dan Nyaman bagi Semua

20 April 2026 - 17:44 WIB

Inovasi KAI Commuter Tanpa Henti, Saat ini Perpanjang Peron di Stasiun Bogor

20 April 2026 - 16:11 WIB

KAI Commuter Catat Tren Positif di Kuartal Pertama 2026

20 April 2026 - 15:52 WIB

KAI Commuter Layani 87,9 Juta Penumpang pada Kuartal I 2026, Naik 7 Persen

20 April 2026 - 15:02 WIB

KA Brumbung Cargo Hadir sebagai Alternatif Logistik Nasional yang Lebih Efisien

20 April 2026 - 13:05 WIB

Trending di PERON