Menu

Mode Gelap
Kemenhub Sebut Pentingnya Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum Mau Liburan Naik Kereta? KAI Beri Diskon Tarif Ekonomi Komersial 30 Persen Tari Saman Wakili Indonesia di Busan International Dance Festival 2026 Menhub Dudy Pastikan Penyerapan Anggaran 2026  Tepat Sasaran dan Efektif KAI Services Resmi Kelola Dining Car Whoosh, Penumpang Kini Bisa Nikmati Kuliner Selama Perjalanan TTL Gandeng APTRINDO Optimalkan Terminal Booking System, Percepat Kelancaran Distribusi Logistik

JALUR

Kemenhub Sebut Pentingnya Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum

badge-check


 Dirjen Hubdat Kemenhub Perbesar

Dirjen Hubdat Kemenhub

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menegaskan ada instrumen penting demi mewujudkan keselamatan transportasi jalan yang berkelanjutan.

Instrumen tersebut yakni Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, keselamatan jalan adalah isu serius yang telah menjadi perhatian nasional bahkan global karena berdampak langsung pada keselamatan masyarakat luas.

Hal ini sejalan dengan komitmen global World Health Organization (WHO) melalui Decade of Action for Road Safety 2021-2030, yang merupakan kelanjutan dari dekade sebelumnya (2011-2020).

“Bila dekade pertama berfokus pada “stabilisasi” angka kecelakaan, maka pada dekade kedua ini ditetapkan target, yakni mengurangi minimal 50 persen jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2030, yang juga selaras dengan Target 3.6 dalam Sustainable Development Goals (SDGs) PBB untuk menurunkan angka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas di dunia,” urainya.

Masalah keselamatan angkutan jalan sudah menjadi keprihatinan bersama dan keselamatan menjadi harapan masyarakat serta semua pihak.

WHO sudah membuat deklarasi tentang keselamatan di jalan dan kecelakaan lalu lintas dikategorikan sebagai ancaman serius terhadap nyawa maupun keselamatan manusia.

Dirjen Aan menyampaikannya di sela pengarahan secara daring pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Indonesia kata dia, telah memiliki Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ) sebagai kerangka kebijakan nasional dalam penanganan keselamatan jalan lintas sektor.

RUNK dilaksanakan oleh berbagai Kementerian/Lembaga melalui lima pilar utama, yakni manajemen keselamatan jalan yang dikoordinasikan Bappenas; jalan berkeselamatan dikoordinasikan Kementerian PU; kendaraan yang berkeselamatan oleh Kemenhub.

Pengguna jalan yang berkeselamatan oleh Polri; serta penanganan pasca-kecelakaan (post-crash response) untuk menekan tingkat fatalitas korban oleh Kemenkes.

Ditambahkannya, jalan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan sistemik dan berkelanjutan.

“Bila melihat data Polri pada tahun 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia dengan 24.296 korban meninggal dunia,” ucap dia.

SMK PAU bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting dalam pengelolaan keselamatan yang berdampak langsung pada operasional kendaraan hingga pengemudi.

“Jadi penerapan SMK PAU ini tidak bisa hanya dilihat sebagai persyaratan administratif tapi juga sebagai persyaratan operasional. Dengan pemenuhan SMK PAU, seluruh operator bisa menjamin armadanya laik jalan dan pengemudinya juga laik untuk mengemudikan kendaraan,” tegasnya.

Upaya peningkatan keselamatan jalan telah memiliki arah kebijakan yang jelas dengan menetapkan target penurunan angka fatalitas kecelakaan secara nasional.

Sesuai dengan deklarasi Aksi Keselamatan Jalan WHO di dekade kedua, saat ini pemerintah Indonesia turut menargetkan penurunan angka fatalitas kecelakaan hingga 50 persen pada tahun 2030. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Penyerapan Anggaran 2026  Tepat Sasaran dan Efektif

5 Juni 2026 - 07:49 WIB

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

4 Juni 2026 - 09:31 WIB

Warga dan Komunitas Salurkan Donasi Rp12,8 Juta untuk Perbaikan Jalur Enang-Enang

4 Juni 2026 - 02:37 WIB

Metro Jabar Trans, Menjawab Macet dan Hadapi Tantangan Keberlanjutan

3 Juni 2026 - 09:41 WIB

Warga dan Perantau Gayo Patungan Perbaiki Jalan Enang Enang yang Rusak

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Puncak Ibadah Haji 1447 H, DAMRI Telah Layani 72 Ribu Jemaah pada Fase Keberangkatan di Berbagai Embarkasi Indonesia

25 Mei 2026 - 20:04 WIB

Jelang Libur Idul Adha, Kemenhub Ingatkan Pentingnya Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

24 Mei 2026 - 16:33 WIB

Dari Manila, DAMRI Bawa Pembelajaran dan Kolaborasi Global untuk Percepat Transformasi Transportasi Publik Indonesia

23 Mei 2026 - 07:03 WIB

Operasikan 316 Bus Listrik, DAMRI Bagikan Pengalaman Elektrifikasi di Busworld Southeast Asia 2026

22 Mei 2026 - 12:50 WIB

Ada Pemeliharaan Jalan, Tol Cikampek Contraflow Mulai KM 23 hingga KM 28

21 Mei 2026 - 19:09 WIB

Trending di JALUR