Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

JALUR

Momentum Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Keselamatan Berlalulintas

badge-check


 Momentum Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Keselamatan Berlalulintas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan gelar kegiatan spesial Hari Kartini bertajuk “Glow with Safety 2026”.

Kegiatan ini bertujuan mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menilai perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai dan budaya keselamatan kepada anak-anak.

“Semakin tinggi kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas semakin terlihat kualitas peradaban suatu bangsa,” tuturnya, Selasa (21/4/2026).

Keselamatan berlalulintas kata dia, bukan hanya soal aturan tapi juga soal budaya saling menghargai, tertib, dan peduli keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Jadi budaya itu mencerminkan peradaban suatu bangsa, orang yang beradab pasti memahami aturan demi keselamatan.

Dirjen Aan menjelaskan, masalah keselamatan lalu lintas di jalan masih menjadi tantangan karena data Korlantas Polri menunjukkan adanya kenaikan jumlah kejadian kecelakaan sejak 2021 hingga 2025.

“Pada 2025 sendiri angkanya mencapai 158.508 kejadian. Kecelakaan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga berdampak pada potensi penurunan kesejahteraan keluarga akibat kepala keluarga menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Di Indonesia setiap satu jam, ada dua sampai tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dampaknya tidak hanya pada korban tapi juga keluarga yang ditinggalkan.

“Ini yang harus kita sadari dan pahami bersama kalau keselamatan lalu lintas di jalan sangat menentukan masa depan keluarga,” ucap dia.

Kemudian, masih dari sumber data yang sama memperlihatkan pada 2025 kelompok usia muda menjadi yang paling rentan, dengan 52% korban berusia 15-24 tahun.

Selain itu, sepeda motor masih mendominasi kecelakaan dengan kontribusi lebih dari 76% dari total kejadian.

“Kalau generasi mudanya menjadi korban kecelakaan, tentu ini akan berdampak pada masa depan bangsa, di sini lah ibu atau perempuan bisa berperan sebagai pendidik pertama yang menanamkan nilai disiplin, empati, dan kepatuhan terhadap aturan sejak dini. Peran ibu sangat fundamental dalam membentuk karakter anak, termasuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas,” beber dia.

Selain itu, perempuan juga dapat berperan sebagai pengawas mobilitas sehari-hari serta memberi contoh perilaku aman di jalan.

Dirjen Aan menambahkan, perempuan juga dinilai memiliki kekuatan sebagai agen perubahan di lingkungan sosial untuk menyebarkan edukasi keselamatan secara luas kepada masyarakat.

“Ibu-ibu memiliki jaringan sosial yang kuat yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Perempuan bukan hanya bagian dari korban tapi juga bagian dari solusi dalam menciptakan keselamatan di jalan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho turut menegaskan, kegiatan pada Hari Kartini ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran perempuan di sektor transportasi dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas.

“Perempuan bukan hanya menjadi pengguna jalan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk budaya keselamatan. Karena itu, pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan menjadi sangat krusial dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Melalui momentum peringatan Hari Kartini ini, perempuan diharapkan terus mengambil peran aktif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, demi menekan angka kecelakaan dan melindungi masa depan generasi bangsa. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026

27 Juni 2026 - 05:22 WIB

Kemenhub Luncurkan Aplikasi SUMBA untuk Dukung Target Zero ODOL 2027

26 Juni 2026 - 08:05 WIB

Pramono Siapkan Kantong Parkir Ojol, Penataan Trotoar Jakarta Masih Hadapi Tantangan

26 Juni 2026 - 07:54 WIB

PLT BPJN Aceh Cabut Pernyataan Penutupan Jalan Enang-Enang, Minta Maaf kepada Tokoh Masyarakat Gayo

26 Juni 2026 - 05:56 WIB

Infrastruktur JIS-Ancol Rampung, 70% Warga Jakarta Tetap Pilih Mobil

24 Juni 2026 - 02:14 WIB

Selain Ada Stimulus Transportasi Libur Sekolah, Pemerintah juga Siapkan untuk Nataru

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

Trending di ANJUNGAN