Menu

Mode Gelap
ASDP Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Dinamis Selat Bali Jelang Libur Idul Adha UPP Korido bareng Pemprov Papua Perkuat Konektivitas 3TP KAI Services Gelar Sosialisasi Pencegahan Fraud di Yogyakarta, Hindari Kecurangan di Perusahaan Dari Warnet Gang Sempit ke Perusahaan Telekomunikasi, Perjalanan Kristoforus Hakim Membangun LJN dari Nol PPSDMPU Perkuat Standar Pelatihan Penerbangan Global Lewat Reassessment ACI di Bali KA Bogowonto Layani 91 Ribu Pelanggan Awal 2026, Perjalanan Akhir Pekan ke Yogyakarta Tetap Favorit

PERISTIWA

Sastrawan Halimah Munawir: Sastra Harus Hadir di Sekolah

badge-check


 Sastrawan Halimah Munawir: Sastra Harus Hadir di Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sastra tak boleh kehilangan ruangnya di sekolah, meski generasi muda kini hidup di tengah gempuran teknologi digital. Hal itu ditegaskan sastrawan Halimah Munawir dalam kegiatan peluncuran buku Lika Liku Hariku di Sekolah, antologi puisi karya siswa SMA Negeri 31 Jakarta, yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Menurut Halimah, sastra justru semakin relevan di era teknologi.

“Sastra mengajarkan kepekaan, kesabaran, dan kemampuan merenung—hal-hal yang kian jarang disentuh oleh dunia serba cepat hari ini,” ujar Halimah saat memberikan sambutan.

Ia menilai, kemajuan teknologi tidak seharusnya mematikan minat menulis, melainkan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk menjaga keseimbangan antara kecakapan digital dan kecerdasan batin. Halimah mengutip pandangan Jack Ma yang menyebut masa depan akan penuh tantangan sebelum akhirnya menghadirkan keindahan.

“Kerja sastra memang tidak instan. Tapi ia menyiapkan manusia yang lebih tahan menghadapi zaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk menulis puisi berdasarkan pengalaman mereka di sekolah. Dari ratusan siswa, hanya 70 karya yang akhirnya dibukukan. Bagi Halimah, angka itu bukan kegagalan.

“Sastra tidak pernah lahir dari paksaan. Ia tumbuh dari kesadaran dan keberanian,” ujarnya lagi.

Ia juga menekankan pentingnya membiasakan menulis sejak usia sekolah. Menurut Halimah, kebiasaan menulis akan membentuk cara berpikir dan kepekaan seseorang, apa pun profesi yang kelak dipilih.

“Menulis puisi tidak menghalangi seseorang menjadi dokter, insinyur, atau pengusaha. Justru sastra membuat mereka lebih manusiawi,” kata Halimah.

Halimah berharap sekolah-sekolah memberi ruang lebih luas bagi kegiatan literasi sastra, tidak hanya sebagai pelengkap kurikulum, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Jika sastra mati di sekolah, kita akan kehilangan generasi yang mampu memahami dirinya sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Peluncuran buku Lika Liku Hariku di Sekolah menjadi penanda bahwa sastra masih menemukan jalannya di ruang pendidikan—meski perlahan, namun terus bergerak, menjaga nyala kata di tengah perubahan zaman.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PPSDMPU Perkuat Standar Pelatihan Penerbangan Global Lewat Reassessment ACI di Bali

24 Mei 2026 - 16:50 WIB

Perupa Edy Yoen Siapkan 400 Karya untuk Pameran “Serpihan Rasa Blahketupat”

24 Mei 2026 - 16:34 WIB

Pelindo Sunda Kelapa Terima Kunjungan Wisata Edukasi 12 Jalur Destinasi Jakarta Utara

24 Mei 2026 - 02:22 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026

24 Mei 2026 - 01:30 WIB

Apresiasi Pelanggan dan Warga, FIFGROUP Gelar Hajatan Cabang Depok II

24 Mei 2026 - 01:06 WIB

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

24 Mei 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 2 Raih Digital Innovation Award 2026 untuk Inovasi Layanan Publik

23 Mei 2026 - 22:32 WIB

Pererat Solidaritas, DPP HMTI Konsolidasikan Organisasi Masyarakat Tabagsel di Jabodetabek

23 Mei 2026 - 22:23 WIB

Peluncuran “Mikrofon yang Murka”, Ruang Sastra dan Refleksi Reformasi

23 Mei 2026 - 14:59 WIB

BPDAS Krueng Aceh Salurkan 2.500 Bibit untuk Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Bandang Aceh Utara

23 Mei 2026 - 12:29 WIB

Trending di PERISTIWA