Menu ✖

Mode Gelap
Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini Kemenhub Pastikan Fuel Surcharge Penerbangan Domestik November 2026 Tetap 40% Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

PERISTIWA

Sastrawan Halimah Munawir: Sastra Harus Hadir di Sekolah

badge-check


 Sastrawan Halimah Munawir: Sastra Harus Hadir di Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sastra tak boleh kehilangan ruangnya di sekolah, meski generasi muda kini hidup di tengah gempuran teknologi digital. Hal itu ditegaskan sastrawan Halimah Munawir dalam kegiatan peluncuran buku Lika Liku Hariku di Sekolah, antologi puisi karya siswa SMA Negeri 31 Jakarta, yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Menurut Halimah, sastra justru semakin relevan di era teknologi.

“Sastra mengajarkan kepekaan, kesabaran, dan kemampuan merenung—hal-hal yang kian jarang disentuh oleh dunia serba cepat hari ini,” ujar Halimah saat memberikan sambutan.

Ia menilai, kemajuan teknologi tidak seharusnya mematikan minat menulis, melainkan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk menjaga keseimbangan antara kecakapan digital dan kecerdasan batin. Halimah mengutip pandangan Jack Ma yang menyebut masa depan akan penuh tantangan sebelum akhirnya menghadirkan keindahan.

“Kerja sastra memang tidak instan. Tapi ia menyiapkan manusia yang lebih tahan menghadapi zaman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk menulis puisi berdasarkan pengalaman mereka di sekolah. Dari ratusan siswa, hanya 70 karya yang akhirnya dibukukan. Bagi Halimah, angka itu bukan kegagalan.

“Sastra tidak pernah lahir dari paksaan. Ia tumbuh dari kesadaran dan keberanian,” ujarnya lagi.

Ia juga menekankan pentingnya membiasakan menulis sejak usia sekolah. Menurut Halimah, kebiasaan menulis akan membentuk cara berpikir dan kepekaan seseorang, apa pun profesi yang kelak dipilih.

“Menulis puisi tidak menghalangi seseorang menjadi dokter, insinyur, atau pengusaha. Justru sastra membuat mereka lebih manusiawi,” kata Halimah.

Halimah berharap sekolah-sekolah memberi ruang lebih luas bagi kegiatan literasi sastra, tidak hanya sebagai pelengkap kurikulum, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Jika sastra mati di sekolah, kita akan kehilangan generasi yang mampu memahami dirinya sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Peluncuran buku Lika Liku Hariku di Sekolah menjadi penanda bahwa sastra masih menemukan jalannya di ruang pendidikan—meski perlahan, namun terus bergerak, menjaga nyala kata di tengah perubahan zaman.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 November 2026 - 20:03 WIB

Syahrial Abadi, penggerak perjuangan Jalan dan Jembatan Tajuk Enang-Enang, berpulang

2 November 2026 - 14:04 WIB

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Bekasi Terjamin Santunan

2 November 2026 - 13:32 WIB

Festival Sastra Jakarta 2026, Perkuat Komunitas dan Regenerasi Sastrawan

2 November 2026 - 13:18 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Luncurkan Gala Indonesia Bercerita 2026–2027, Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara

2 November 2026 - 05:27 WIB

Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang

2 November 2026 - 03:41 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah?

1 November 2026 - 10:58 WIB

Trending di SENI BUDAYA