Menu

Mode Gelap
Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah Divre III Palembang Hadirkan Rangkaian Kereta Ekonomi Premium pada KA Rajabasa, Perjalanan Kini Semakin Nyaman Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030 Semester I 2026, KAI Group Layani Hampir 259 Juta Pelanggan, Naik 7,55 Persen Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

SENI BUDAYA

Catatan Halimah Munawir: Keagungan Kota Suci dan Jejak Buku di Pusat Peradaban Dunia

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Keagungan Kota Suci dan Jejak Buku di Pusat Peradaban Dunia Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Keagungan Kota Suci bukan sekadar judul sebuah buku. Ia lahir dari rahim peradaban umat manusia, dari denyut spiritual yang hidup dan mengalir di tengah sejarah panjang dunia Islam. Buku ini hadir bukan semata sebagai karya sastra, tetapi sebagai kesaksian batin dan intelektual atas kota-kota suci yang menjadi poros keimanan dan kebudayaan umat manusia lintas bangsa.

Tanpa kehendak dan “keajaiban”-Nya, barangkali Keagungan Kota Suci tak akan pernah terbang menembus batas geografis menuju Mesir—sebuah negeri yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai suhu para ilmu. Mesir masih berdiri teguh sebagai kiblat keilmuan dunia, sebuah negara yang hingga hari ini memuliakan buku sebagai barometer kecerdasan dan peradaban.

Keyakinan itu kian nyata ketika saya berkesempatan mengunjungi Perpustakaan Alexandria bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Mesir, Abdul Muta’ali, PhD. Perpustakaan termegah ini berdiri di dekat pelabuhan kuno Alexandria, melanjutkan semangat legendaris perpustakaan dunia yang pernah menjadi mercusuar pengetahuan umat manusia.

 

Perpustakaan Alexandria modern mampu menampung hingga delapan juta buku. Tak hanya itu, di dalam kompleksnya terdapat museum, planetarium, serta pusat konferensi yang menjulang di atas bangunan setinggi sebelas lantai. Ia bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat budaya dan ilmu pengetahuan modern yang merepresentasikan dialog masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Berada di ruang-ruang pengetahuan itu menghadirkan kekaguman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di sanalah saya merasakan kembali betapa buku tetap memiliki posisi terhormat sebagai penanda kemajuan sebuah bangsa.

Rasa syukur pun kian mendalam ketika Keagungan Kota Suci, bersama beberapa novel saya lainnya, diterima secara resmi untuk menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Alexandria. Sebuah kehormatan yang bukan hanya bersifat personal, tetapi juga menjadi penegasan bahwa karya sastra Indonesia memiliki tempat dalam percakapan peradaban dunia.

Pada akhirnya, Keagungan Kota Suci bukan hanya perjalanan spiritual dan literer, melainkan juga jejak kecil dari Indonesia yang kini terpatri di salah satu pusat pengetahuan paling bergengsi di dunia.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Trending di SENI BUDAYA