Menu

Mode Gelap
Sastra Semesta #16 Rayakan 7 Tahun, Komunitas Seni Didorong Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin KAI Percepat Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Sudah Terealisasi Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

SENI BUDAYA

Catatan Halimah Munawir: Keagungan Kota Suci dan Jejak Buku di Pusat Peradaban Dunia

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Keagungan Kota Suci dan Jejak Buku di Pusat Peradaban Dunia Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Keagungan Kota Suci bukan sekadar judul sebuah buku. Ia lahir dari rahim peradaban umat manusia, dari denyut spiritual yang hidup dan mengalir di tengah sejarah panjang dunia Islam. Buku ini hadir bukan semata sebagai karya sastra, tetapi sebagai kesaksian batin dan intelektual atas kota-kota suci yang menjadi poros keimanan dan kebudayaan umat manusia lintas bangsa.

Tanpa kehendak dan “keajaiban”-Nya, barangkali Keagungan Kota Suci tak akan pernah terbang menembus batas geografis menuju Mesir—sebuah negeri yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai suhu para ilmu. Mesir masih berdiri teguh sebagai kiblat keilmuan dunia, sebuah negara yang hingga hari ini memuliakan buku sebagai barometer kecerdasan dan peradaban.

Keyakinan itu kian nyata ketika saya berkesempatan mengunjungi Perpustakaan Alexandria bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Mesir, Abdul Muta’ali, PhD. Perpustakaan termegah ini berdiri di dekat pelabuhan kuno Alexandria, melanjutkan semangat legendaris perpustakaan dunia yang pernah menjadi mercusuar pengetahuan umat manusia.

 

Perpustakaan Alexandria modern mampu menampung hingga delapan juta buku. Tak hanya itu, di dalam kompleksnya terdapat museum, planetarium, serta pusat konferensi yang menjulang di atas bangunan setinggi sebelas lantai. Ia bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat budaya dan ilmu pengetahuan modern yang merepresentasikan dialog masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Berada di ruang-ruang pengetahuan itu menghadirkan kekaguman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di sanalah saya merasakan kembali betapa buku tetap memiliki posisi terhormat sebagai penanda kemajuan sebuah bangsa.

Rasa syukur pun kian mendalam ketika Keagungan Kota Suci, bersama beberapa novel saya lainnya, diterima secara resmi untuk menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Alexandria. Sebuah kehormatan yang bukan hanya bersifat personal, tetapi juga menjadi penegasan bahwa karya sastra Indonesia memiliki tempat dalam percakapan peradaban dunia.

Pada akhirnya, Keagungan Kota Suci bukan hanya perjalanan spiritual dan literer, melainkan juga jejak kecil dari Indonesia yang kini terpatri di salah satu pusat pengetahuan paling bergengsi di dunia.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sastra Semesta #16 Rayakan 7 Tahun, Komunitas Seni Didorong Jadi Penggerak Pemajuan Kebudayaan

29 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

“Jakarta Kulminasi”, Lima Bola Besar Tandai Momentum 500 Tahun Jakarta

28 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Film Black Coffee Angkat Perjuangan Tunanetra dan Budaya Gayo ke Layar Lebar

28 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara

27 Agustus 2026 - 20:22 WIB

PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman

27 Agustus 2026 - 11:16 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Trending di SENI BUDAYA