Wartatrans.com, BEKASI – Festival musik Zephyer Project kembali menyapa penikmat musik Tanah Air. Memasuki penyelenggaraan keempatnya, acara ini dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026 di Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, dengan menghadirkan sederet musisi yang tengah digandrungi generasi muda.
Nama Denny Caknan, NDX A.K.A, dan Aftershine menjadi tiga penampil utama yang dipastikan tampil dalam ajang tersebut. Kehadiran mereka diprediksi bakal menarik ribuan penggemar dari Bekasi maupun wilayah penyangga Jakarta lainnya.

Berbeda dari edisi sebelumnya yang menggunakan tema khusus seperti Bekasi Ambyar dan Dutdutan Fest, tahun ini penyelenggara memilih memperkuat identitas utama festival dengan mengedepankan nama Zephyer Project sebagai brand resmi acara.
Promotor Zephyer Project, Alif, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan demi menghadirkan pengalaman festival yang lebih baik bagi penonton.
“Setiap penyelenggaraan menjadi evaluasi bagi kami. Pada Volume 4 ini, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih nyaman, lebih matang, dan lebih berkesan bagi seluruh pengunjung,” ujarnya.
Sejak pertama kali digelar pada 2024, Zephyer Project telah menghadirkan berbagai musisi nasional dari beragam genre. Sejumlah nama yang pernah meramaikan panggung festival ini antara lain Guyon Waton, Lavora, Feel Koplo, Tri Suaka, Steven & Coconut Treez, Jakarta Koplo, Pesawat Koplo, hingga DJ Aida Saskia.
Salah satu penampilan yang paling dinanti pada tahun ini adalah Denny Caknan. Penyanyi asal Jawa Timur tersebut diketahui sudah cukup lama tidak menggelar pertunjukan di Bekasi. Karena itu, kehadirannya diyakini menjadi magnet utama yang akan meningkatkan animo masyarakat terhadap festival ini.
Selain Denny Caknan, NDX A.K.A kembali menjadi bagian penting dari perjalanan Zephyer Project. Grup hip hop dangdut asal Yogyakarta itu tercatat selalu tampil sejak edisi pertama hingga Volume 4, menjadikannya salah satu ikon yang melekat dengan festival tersebut.
Sementara itu, Aftershine juga kembali hadir setelah sukses mencuri perhatian penonton saat tampil pada Volume 2. Grup musik yang memiliki banyak penggemar di kalangan anak muda tersebut diharapkan kembali menghadirkan suasana meriah di panggung utama.
Promotor lainnya, Lifani, menegaskan bahwa keberhasilan Zephyer Project tidak terlepas dari dukungan penonton dan kerja keras tim yang terlibat sejak awal.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang kreatif yang terbuka bagi berbagai kalangan untuk menikmati musik dan berinteraksi dalam suasana yang aman dan nyaman.
Selain menyajikan pertunjukan musik, Zephyer Project Vol. 4 juga akan menghadirkan konsep festival modern dengan dukungan tata panggung, visual interaktif, serta berbagai aktivitas yang melibatkan pengunjung dan mitra sponsor.
Penyelenggara berharap Zephyer Project dapat berkembang menjadi festival musik berkarakter yang mampu memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus menjadi agenda hiburan tahunan yang dinantikan masyarakat.*** (Byl)






























