Menu

Mode Gelap
Menahun Bertahan Dengan Jalan Rusak, Warga Pakansari Desak Pemkab Bogor Segera Lakukan Perbaikan DAMRI dan BPTD Kelas II Makassar Teken Kontrak Angkutan Perintis Tahun 2026 KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

PERON

KA Cut Meutia Layani 33 Ribu Lebih Pelanggan, Jadi Andalan Transportasi Terjangkau di Aceh

badge-check


					KA Cut Meutia Layani 33 Ribu Lebih Pelanggan, Jadi Andalan Transportasi Terjangkau di Aceh Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan KA Cut Meutia di Aceh terus menjadi pilihan masyarakat, dengan total 33.637 pelanggan sepanjang Januari–Oktober 2025. Capaian ini menegaskan peran kereta perintis sebagai moda transportasi yang terjangkau, inklusif, dan mendukung konektivitas wilayah paling barat Indonesia.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA Cut Meutia bukan hanya sarana mobilitas harian, tetapi juga simbol pelestarian sejarah Aceh dan penguatan ekonomi lokal.

“KA Cut Meutia adalah bentuk kehadiran negara untuk menyediakan layanan transportasi yang aman, terjangkau, dan merata. Masyarakat dapat bepergian dengan nyaman sekaligus menikmati nilai sejarah Aceh melalui perjalanan singkat yang menyenangkan,” ujar Anne pada Sabtu (15/11/2025).

Tren perjalanan sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan yang stabil. Bulan April mencatat volume tertinggi dengan 6.158 pelanggan, didorong arus mudik dan balik Lebaran. Disusul Januari dengan 4.941 pelanggan pada momentum libur Tahun Baru, serta Mei dengan 4.911 pelanggan seiring meningkatnya kunjungan wisata dan aktivitas masyarakat pascalibur panjang.

Pola ini mencerminkan bahwa layanan perintis seperti KA Cut Meutia memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah, sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata dan UMKM.

Dengan tarif tiket Rp2.000, layanan ini mudah dijangkau oleh pekerja, pelajar, pelaku usaha kecil, hingga keluarga yang rutin bepergian. Panjang lintas 21,4 kilometer dari Stasiun Krueng Geukueh hingga Stasiun Kutablang dilayani delapan perjalanan pulang pergi setiap hari dengan kapasitas 144 kursi. Selain menjadi transportasi yang efisien, pelanggan juga dapat menikmati pemandangan pesisir Aceh Utara yang menjadi ciri khas perjalanan KA Cut Meutia.

Layanan ini membawa nilai historis yang kuat sejak beroperasi pada 2016. Penamaan Cut Nyak Meutia sebagai pahlawan nasional menambah daya tarik bagi pelanggan yang ingin mengenal sejarah Aceh lebih dekat. Banyak pelanggan memanfaatkan perjalanan ini untuk mengunjungi situs sejarah seperti Rumah Cut Meutia yang kini menjadi museum dan pusat edukasi, sehingga konektivitas transportasi berperan langsung dalam menggerakkan wisata budaya dan ekonomi lokal.

Anne menegaskan bahwa KAI bersama pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan layanan perintis ini.

“Kami akan terus memperkuat keandalan KA Cut Meutia agar masyarakat Aceh Utara semakin mudah mengakses transportasi publik yang aman, terjangkau, dan mampu mendorong kesejahteraan,” pungkas Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut

15 Januari 2026 - 21:23 WIB

KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur

15 Januari 2026 - 20:48 WIB

Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen

15 Januari 2026 - 20:16 WIB

Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api

15 Januari 2026 - 20:08 WIB

Hari Pertama Libur Panjang Isra Miraj, Lebih 37 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api

15 Januari 2026 - 15:47 WIB

Trending di PERON