Menu

Mode Gelap
KAI dan Railfans Berkumpul di Balaiyasa Manggarai dalam Community Gathering 2026 PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs Long Weekend Telah Tiba: DAMRI Hadirkan Promo Perjalanan ke Yogyakarta dan Denpasar, Mulai 200 Ribuan Aja! IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025 Catatan Halimah Munawir: Pulang Tanpa Pemberitahuan Bupati Bogor Tegaskan Pembebasan Lahan Jalur Tambang Masuk APBD 2026

PERON

KAI Hadirkan Kios UMKM di Stasiun Cipeundeuy, Dorong Ekonomi Warga Sekitar

badge-check


					KAI Hadirkan Kios UMKM di Stasiun Cipeundeuy, Dorong Ekonomi Warga Sekitar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan ruang publik di lingkungan stasiun.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah hadirnya area kios UMKM dan foodcourt lokal di Stasiun Cipeundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang resmi beroperasi sejak 1 November 2025.

Stasiun Cipeundeuy yang berada di Kecamatan Malangbong, pada ketinggian +772 mdpl, dikenal sebagai titik pemberhentian wajib seluruh kereta api lintas Bandung–Banjar untuk pemeriksaan sistem pengereman. Kini, waktu henti sekitar 10 menit di stasiun ini tidak hanya digunakan untuk keperluan teknis, tetapi juga menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pengoperasian kios UMKM di stasiun tersebut merupakan bentuk sinergi antara pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

“Selain berfungsi vital untuk keselamatan perjalanan, Cipeundeuy kini menjadi ruang ekonomi baru bagi warga sekitar. Para penumpang dapat menikmati kuliner lokal sambil menunggu proses pemeriksaan kereta,” ujar Anne, Ahad (9/11/2025).

Berbagai produk khas Garut seperti dodol, keripik, dan kopi pegunungan kini tersedia di kios-kios UMKM yang tertata rapi di sisi timur stasiun. Program ini juga sejalan dengan komitmen KAI dalam menjalankan prinsip Sustainability for a World Class Operator, terutama dalam aspek sosial dan dukungan terhadap pelaku usaha kecil di sekitar jalur kereta.

Ibu Eneng (40), salah satu pelaku UMKM yang kini berjualan di area kios, mengaku keberadaan fasilitas tersebut membawa perubahan besar.

“Dulu kami hanya bisa berjualan di luar pagar stasiun dan kadang sepi. Sekarang setelah difasilitasi KAI, penumpang banyak yang mampir beli kopi atau oleh-oleh. Rasanya seperti ikut jadi bagian dari perjalanan mereka,” ucapnya.

Rata-rata lebih dari 2.000 penumpang singgah di Stasiun Cipeundeuy setiap bulan. Stasiun ini dilalui oleh lebih dari 30 perjalanan KA penumpang dan barang, seperti KA Lodaya, KA Turangga, KA Argo Wilis, dan KA Serayu. Keberadaan kios UMKM diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengalaman pelanggan selama perjalanan.

“Cipeundeuy adalah contoh bagaimana stasiun kecil bisa memberi dampak besar, berfungsi untuk menjaga keselamatan perjalanan KA, dan juga memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI dan Railfans Berkumpul di Balaiyasa Manggarai dalam Community Gathering 2026

14 Januari 2026 - 21:51 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, KAI Services Latih Prama Prami Compartment Soal Hospitality dan Penyajian Menu

14 Januari 2026 - 11:56 WIB

KCIC Hadirkan Promo Tiket Whoosh Mulai Rp 200 Ribu Sambut Libur Isra Miraj 2026

14 Januari 2026 - 11:48 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 158.959 Kursi Selama Libur Panjang Isra Miraj

13 Januari 2026 - 22:32 WIB

Sambut Libur Panjang Isra’ Mi’raj, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan

13 Januari 2026 - 21:52 WIB

Trending di PERON