Menu

Mode Gelap
Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi FORWAN Siapkan Diskusi Publik Dukung Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO Percepatan Pemulihan Pascabencana, Satgas PPA Aceh Tengah Perkuat Koordinasi Strategis dengan Pemkab Poltekpel Barombong Perkuat Standar Pelayanan Publik BHS Sebut Sinergi Stakeholder Kunci Keselamatan Transportasi Laut Berkembangnya AI Pacu Kebutuhan Data Center

PERON

Kementerian-KP Perkuat Posisi Indonesia dalam Tata Kelola Perdagangan Spesies Laut Global

badge-check


 Kementerian-KP Perkuat Posisi Indonesia dalam Tata Kelola Perdagangan Spesies Laut Global Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut melalui partisipasi aktif pada rangkaian Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), yang mencakup Standing Committee ke-79 dan ke-80 serta Konferensi Para Pihak (COP20).

Pertemuan COP20 CITES yang diselenggarakan di Samarkand, Uzbekistan pada baru-baru ini dihadiri lebih dari 3.400 delegasi dari 163 negara anggota, serta ratusan organisasi internasional, lembaga PBB, dan pemangku kepentingan global di bidang konservasi.

Dalam forum tersebut, para pihak menyepakati lebih dari 120 agenda, termasuk 51 amandemen daftar Appendiks CITES, ratusan keputusan, dan sejumlah resolusi yang mengatur perdagangan internasional spesies dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan, aspek sosial ekonomi, serta manfaat yang adil bagi masyarakat.

Indonesia mencatat capaian penting melalui keberhasilan negosiasi dalam menolak pencantuman sidat (Anguilla spp.) dan teripang jenis Actinopyga spp. ke dalam Appendiks II CITES. Keputusan ini dinilai strategis karena kedua komoditas tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional dengan nilai perdagangan lebih dari Rp120 miliar per tahun.

COP20 CITES juga menyepakati sejumlah pengaturan baru terkait spesies akuatik, antara lain up-listing beberapa jenis hiu dan pari, penetapan ketentuan zero-quota untuk jenis tertentu, serta penguatan mekanisme pengelolaan perdagangan berbasis kajian ilmiah melalui Non-Detriment Findings dan Legal Acquisition Findings.

“Indonesia berkomitmen memastikan pengelolaan dan perdagangan spesies laut berjalan seimbang antara perlindungan ekosistem dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, keputusan COP20 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola nasional, khususnya dalam penyesuaian regulasi, penguatan sistem pemantauan perdagangan, serta peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan internasional yang telah disepakati bersama.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Sarmintohadi menambahkan partisipasi Indonesia tidak hanya pada pengambilan keputusan, tetapi juga dalam berbagi praktik baik konservasi, termasuk pengelolaan kuda laut, ikan hias laut, serta integrasi kualitas habitat dalam upaya keberlanjutan.

Indonesia juga terpilih sebagai anggota Plant Committee dan alternate Standing Committee CITES hingga COP21 mendatang. Keanggotaan ini dinilai strategis karena memungkinkan Indonesia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan, sains, dan regulasi perdagangan tumbuhan, satwa liar, dan ikan di tingkat global.

“Ke depan, KKP akan menindaklanjuti hasil COP20 CITES melalui sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, penyiapan langkah penyesuaian regulasi, serta penguatan posisi Indonesia dalam menghadapi agenda CITES berikutnya, termasuk COP21,” ungkap Sarmintohadi.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Pertanian Nasional

6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Di Balik Sajian Kuliner Kereta, Pegawai Produksi KAI Services Olah Puluhan Ribu Porsi Makanan Setiap Hari

6 Agustus 2026 - 14:52 WIB

KAI Perkuat Ekonomi Sirkular, Kelola 2.997 Ton Limbah Melalui Daur Ulang dan Guna Ulang

5 Agustus 2026 - 22:17 WIB

KAI Services Tingkatkan Kesiapsiagaan Frontliner Lewat Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan Kecelakaan Kereta Api

5 Agustus 2026 - 22:09 WIB

KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan

5 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat

5 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Trending di PERON