Menu

Mode Gelap
Tanoh Gayo Buktikan Diri sebagai Lumbung Sastra pada PPN XIV Aceh 2026 Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas

PERON

KKP Fasilitasi UPI Peroleh Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang

badge-check


 KKP Fasilitasi UPI Peroleh Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap memfasilitasi unit pengolahan ikan (UPI) yang ingin mendapatkan tarif 0% ekspor tuna-cakalang-tongkol ke Jepang. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

“Alhamdulillah, dalam perubahan kesepakatan tersebut mengakomodir kepentingan Indonesia seperti penghapusan 4 pos tarif produk olahan tuna dan cakalang,” terang Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS), Machmud melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/1).

Machmud menerangkan, sebelum adanya perubahan kesepakatan, ekspor tuna dan cakalang kaleng dan olahan non-kaleng lainnya dari Indonesia ke Negeri Sakura dikenai tarif ekspor sebesar 9,6%. Adapun di pasar Jepang, produk tuna kaleng dan olahan lainnya dari Indonesia menduduki peringkat ketiga, top eksportir dengan nilai USD30,28 juta. Selain itu, compound annual growth rate (CAGR) sebesar 13,82%, unggul dibanding Thailand dan Filipina, masing-masing dengan CAGR 12,12% dan 6,31%.

“Tentu dengan tarif 0%, ekspor tuna-cakalang kita bisa lebih berdaya saing dan kami optimis Indonesia bisa menjadi nomor satu di Jepang,” jelasnya.

*Tata Cara Mendapatkan Tarif 0%*

KKP sedang menyiapkan Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan terkait ratifikasi IJEPA. Dalam edaran tersebut, akan memuat tata cara permohonan nomor registrasi 0% untuk produk tuna dan cakalang olahan selain kaleng dengan kode harmonized system (HS) Jepang 1604.14.091 dan 1604.14.099.

“Unit Pengolah Ikan (UPI) pengekspor produk dengan kode HS yang disebut di protokol IJEPA harus terdaftar di KKP,” jelas Machmud.

Sementara Direktur Pemasaran Ditjen PDS, Erwin Dwiyana menjabarkan alur proses registrasi UPI dalam kerangka IJEPA. Dimulai dari UPI mengirimkan dokumen berupa formulir, perizinan berusaha meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat standar, Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP), serta Standar Operasional Prosedur (SOP) sortasi bahan baku dan dokumen ketertelusuran, hingga pakta integritas. Berkas tersebut kemudian diverifikasi Ditjen PDS dan ditindaklanjuti dengan dilakukan inspeksi ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) pemohon baik secara fisik ataupun daring. Setelah proses verifikasi dan inspeksi dinyatakan lengkap dan sesuai maka KKP akan menyampaikan notifikasi ke pihak Ministry of Agriculture, Forestry and Fisherie (MAFF) Jepang melalui Nota Diplomatik berupa daftar UPI yang berminat memanfaatkan tarif preferensi IJEPA dimaksud.

Erwin mengatakan, untuk tahap pertama pengajuan permohonan nomor registrasi IJEPA bisa dikirim ke email ekspor-ikan@kkp.go.id hingga 26 Januari 2026.

Sebagai informasi, protokol perubahan IJEPA telah ditandatangani sejak 8 Agustus 2024 oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Luar Negeri Jepang. Tuna-cakalang menempati peringkat 2 top ekspor komoditas Indonesia dengan market share produk mencapai 17%.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah

19 Juni 2026 - 16:52 WIB

KAI Perkuat Layanan PSO, KA Cikuray dan Kereta Petani-Pedagang Jadi Penopang Mobilitas Ekonomi Rakyat

18 Juni 2026 - 19:00 WIB

Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang

18 Juni 2026 - 17:11 WIB

Hari Pertama Beroperasi, KA Pandalungan 2 Angkut 390 Penumpang dari Daop 1 Jakarta

18 Juni 2026 - 15:05 WIB

331 Ribu Tiket Diskon KA 30 Persen Ludes Terjual, KAI Masih Sediakan 843 Ribu Kursi untuk Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 11:18 WIB

Kuliner Kereta Tebar Promo Sambut Operasional Perdana KA Pandalungan 2

18 Juni 2026 - 11:11 WIB

KAI Tingkatkan Kenyamanan KA Rajabasa, Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli

18 Juni 2026 - 00:53 WIB

KAI Commuter dan Coca-Cola Hadirkan Instalasi Tematik FIFA World Cup 2026 di KRL

17 Juni 2026 - 15:07 WIB

KAI Layani 24,37 Juta Pelanggan Kereta Api sampai Mei 2026, Hubungkan Pusat Ekonomi, Pendidikan, Wisata, hingga Keluarga di Jawa serta Sumatra

17 Juni 2026 - 14:16 WIB

Libur Tahun Baru Islam, Penjualan Tiket Whoosh Tembus 10.736, Arus Balik Bandung-Jakarta Mulai Terlihat

17 Juni 2026 - 09:00 WIB

Trending di PERON