Menu ✖

Mode Gelap
KAI Benahi Stasiun Gambir Jelang Nataru, Toilet Utara Ditargetkan Rampung November Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81% Prabowo Ganti Kepala BNPB di Tengah Kasus OTT KPK, Kristomei Dituntut Benahi Internal BGN Didorong Adopsi Teknologi Grab untuk Pantauan MBG Bupati di Jateng yang Kena OTT KPK Bertambah, Gubernur Ahmad Luthfi Prihatin Green SM Sewakan Kendaraan ke Pengemudi Rp254 Ribu per Hari

PERISTIWA

Prabowo Ganti Kepala BNPB di Tengah Kasus OTT KPK, Kristomei Dituntut Benahi Internal

badge-check


 Prabowo Ganti Kepala BNPB di Tengah Kasus OTT KPK, Kristomei Dituntut Benahi Internal Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (15/10/2026), di Istana Negara, Jakarta. Kristomei menggantikan Letjen TNI Suharyanto di tengah sorotan publik terhadap kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan dana kebencanaan.

Pengangkatan Kristomei ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPB. Sebelum dipercaya memimpin lembaga tersebut, Kristomei menjabat Pangdam XXI/Radin Inten, yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.

Pergantian pimpinan ini berlangsung ketika BNPB menghadapi ujian serius, bukan hanya dalam menjalankan mandat penanggulangan bencana, tetapi juga dalam menjaga integritas pengelolaan anggaran yang diperuntukkan bagi keselamatan masyarakat.

OTT KPK dan Dana Kebencanaan

KPK melakukan OTT di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan 14 orang untuk diperiksa. Perkara ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan bencana.

KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Salah satunya Bima Setyawan, tenaga ahli BNPB yang diketahui merupakan adik Suharyanto. KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan logam mulia emas.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada dugaan perbuatan melawan hukum, bukan hubungan keluarga ataupun latar belakang seseorang. Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian termasuk pihak yang diamankan dalam OTT, tetapi tidak termasuk lima tersangka yang diumumkan dalam perkara tersebut.

Hingga informasi yang tersedia pada 15 Oktober 2026, KPK belum memaparkan secara lengkap konstruksi perkara dan seluruh dugaan perbuatan masing-masing tersangka. Karena itu, proses hukum harus tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Kristomei Janji Benahi Internal

Usai dilantik, Kristomei menyatakan akan melakukan konsolidasi dan pembenahan internal BNPB. Ia menegaskan penanganan perkara OTT sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Kristomei juga menyatakan pejabat yang terbukti bermasalah dan perlu diganti akan ditindak sesuai ketentuan. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru akan menghadapi persoalan integritas kelembagaan sebagai bagian dari agenda awalnya.

Di sisi lain, tugas BNPB tidak dapat menunggu selesainya persoalan hukum. Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, banjir, hingga erupsi gunung berapi.

Kristomei menegaskan penanggulangan bencana harus dilakukan melalui kolaborasi, respons cepat, integrasi, dan sinkronisasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, TNI, Polri, serta masyarakat. Ia juga menyebut penanganan karhutla sebagai salah satu prioritas berdasarkan arahan Presiden Prabowo.

Ujian Kepercayaan Publik

Pergantian Kepala BNPB tidak serta-merta membuktikan adanya hubungan sebab-akibat antara keputusan Presiden dan perkara OTT KPK. Namun, dua peristiwa yang berlangsung berdekatan ini menempatkan BNPB dalam sorotan dan meningkatkan tuntutan publik terhadap transparansi serta akuntabilitas lembaga.

Dana kebencanaan memiliki karakter khusus karena harus tersedia dan dapat digunakan untuk merespons keadaan darurat. Setiap dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa karena itu perlu diusut secara tuntas, tanpa menghambat pemenuhan kebutuhan korban bencana.

Pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran, keterbukaan informasi pengadaan, penguatan pengawasan internal, dan penindakan terhadap pelanggaran menjadi langkah penting untuk memastikan dana tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Bagi masyarakat yang menghadapi bencana, keberhasilan BNPB tidak hanya diukur dari kecepatan petugas tiba di lokasi atau banyaknya bantuan yang disalurkan. Keberhasilan juga ditentukan oleh ketepatan distribusi bantuan, transparansi penggunaan anggaran, dan jaminan bahwa kepentingan korban tidak dikalahkan oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kini, kepemimpinan Kristomei Sianturi menghadapi dua pekerjaan besar: mempercepat respons terhadap bencana dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap tata kelola lembaga.

Pergantian pimpinan merupakan awal, bukan penyelesaian. Publik menunggu pembuktian melalui tindakan nyata: BNPB yang tanggap menghadapi bencana, bersih dalam pengelolaan anggaran, serta tegas terhadap setiap pelanggaran yang terbukti secara hukum.*** (Daus)

Baca Lainnya

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Dana Bencana Diduga Jadi Bancakan, KPK Bongkar Korupsi di BNPB: Lima Tersangka, Rp3,3 Miliar Disita

15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Lagi dan Lagi, KPK Melakukan OTT di Jawa Tengah

15 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, CGR Dorong  Penguatan Identitas Budaya Betawi 

14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran

14 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Kabut Asap Kepung Papua Barat, 193 Titik Panas Terdeteksi, Ratusan Warga Terserang ISPA

14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Prabowo Turun Tangan: Kerahkan 60 Ribu Personel dan Siapkan 70 Ribu Polisi Hutan

14 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA