Menu

Mode Gelap
Stasiun Bogor Tertinggi Layani Penumpang KRL Semester I 2026, KAI Kebut Pengembangan Peron untuk 12 Kereta Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban  Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking Ribuan Ojol Antre KPR DP 0%: Janji Gacor Perumahan Informal  Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

SENI BUDAYA

Sinetron Lorong Waktu Jilid 2 Hadirkan Petualangan Sarat Makna di Ramadan 1447 H

badge-check


 Sinetron Lorong Waktu Jilid 2 Hadirkan Petualangan Sarat Makna di Ramadan 1447 H Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sinetron religi legendaris Lorong Waktu kembali menyapa pemirsa SCTV lewat reboot Jilid 2 yang tayang selama Ramadan 1447 H. Diproduksi oleh Citra Sinema, serial ini tetap mempertahankan kekuatan utamanya: perpaduan petualangan lintas waktu dengan pesan spiritual yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi bincang-bincang virtual pada Rabu, 25 Februari 2026, para pemain berbagi pengalaman selama proses produksi sekaligus mengungkap makna yang ingin disampaikan kepada penonton.

Aktor senior Deddy Mizwar yang kembali memerankan Haji Husin menegaskan bahwa *Lorong Waktu* bukan sekadar tontonan fantasi ilmiah. Menurutnya, esensi cerita terletak pada kemampuan manusia memetik pelajaran dari setiap peristiwa, terutama dari masa lalu.

“Setiap peristiwa tidak ada yang sia-sia, pasti ada hikmah dan pembelajaran. Banyak orang menghabiskan waktunya untuk hidup tapi tidak dapat apa-apa karena tidak belajar dari kehidupannya,” ujar Deddy Mizwar.

Ia menambahkan, perjalanan lintas waktu dalam serial ini sejatinya merupakan metafora proses pencarian jati diri dan spiritualitas.

“Semua ini adalah proses belajar mencari jalan menuju Tuhan,” sambungnya.

Sementara itu, Lavicky Nicholas yang memerankan Ustaz Zidan mengaku menghadapi tantangan akting yang cukup unik di musim terbaru ini. Salah satu adegan paling berkesan adalah ketika karakternya harus tampil dalam ukuran mini.

“Momen paling berkesan itu waktu syuting jadi kecil, seperti manusia semut. Kita dikirim Haji Husin lalu dikejar ayam dan kucing. Itu pengalaman pertama saya syuting dengan teknis khusus, lari-larian di dalam drum karena ceritanya masuk ke dalam kaleng,” kenangnya.

Tak hanya tantangan teknis, Lavicky juga harus mendalami sisi emosional karakter Zidan, terutama dalam membangun chemistry tanpa adegan sentuhan fisik.

“Menunjukkan rasa cinta dan perlindungan tanpa sentuhan fisik itu tantangan tersendiri. Bagaimana membuat penonton terbawa perasaan hanya lewat tatapan mata dan adab yang terjaga,” jelasnya.

Perubahan signifikan juga dialami karakter Tamara yang diperankan Baiti Syaghaf. Jika sebelumnya dikenal tegas dan meledak-ledak, kini Tamara tampil berhijab dan lebih sabar dalam menghadapi persoalan.

“Tamara yang sekarang jauh lebih menahan diri dan ngebatin. Kalau dulu apa pun harus diikuti, sekarang sering diingatkan untuk sabar oleh Zidan dan Alvin. Uniknya, begitu saya pakai hijab dan kostum Tamara, sifat kalem itu seperti otomatis masuk ke diri saya,” ungkap Baiti.

Suasana kekeluargaan pun terasa kuat di lokasi syuting. Inara Azalea yang memerankan Cantika mengaku menikmati proses produksi karena atmosfer yang hangat dan mendukung. Deddy Mizwar bahkan memuji kemampuan Inara dalam menghafal naskah dengan cepat, meski berseloroh tentang pertumbuhan sang aktris cilik yang begitu pesat.

Sinetron Lorong Waktu Jilid 2 melanjutkan kisah petualangan Haji Husin, Ustaz Zidan, dan Cantika menjelajahi berbagai dimensi waktu dengan mesin canggih. Selain para pemeran utama, serial ini juga didukung Rainaga Tahier sebagai Alvin, Naimma Aljufri sebagai Balqis, serta penampilan Opie Kumis yang menambah warna cerita.

Serial ini dijadwalkan tayang setiap hari selama Ramadan pukul 04.20 WIB usai waktu subuh, dengan tayang ulang pukul 13.30 WIB. Melalui kisah petualangan yang sarat nilai religi, para pemain berharap pemirsa tidak hanya terhibur, tetapi juga mampu memetik pelajaran hidup yang membumi dan menguatkan iman.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Trending di SENI BUDAYA